
Lusyen pun muncul di depan tuan kota dan berkata "karena kalian sudah mengganggu ku maka bayarannya, hanyalah kematian tidak ada nego nego" Lusyen pun langsung menebas semua orang yang hadir di depan rumah anita, di setiap tebasan kepala Lusyen berdering nyaring suara sistem,
[DING] membunuh......
[DING] membunuh......
[DING] membunuh......
[DING] membunuh......
[DING] membunuh......
meskipun banyak notifikasi namun itu tidak cukup untuk membuat Lusyen naik tingkat, karena musuhnya hanya keroco saja tidak ada daging.
Lusyen pun berdecak dengan kesal "cihh dasar bajingan bajingan tidak ada otak. membuang waktu ku saja" Lusyen pun kembali ke sisi Anita dan anjiana yang di selimuti oleh jubah tebal pemberian Lusyen.
Anita yang melihat Lusyen tidak kenapa kenapa, diapun langsung berkata "Gege bagaimana keadaan Gege? apa Gege baik baik saja?" Lusyen pun tersenyum dan berkata "tidak masalah mereka hanya ayah dan anak yang selalu mengganggu nier, kedatangan mereka ke sini sepertinya ingin menikahi wanita cantik ku ini" Lusyen sambil memegang dagu Anita.
Anita tersipu malau dan berkata "Gege bisakah Gege bawa anzuan kesini nier dan anaku najianer sudah tidak bisa berdiri"
__ADS_1
Lusyen pun mengangguk kepalanya yang tidak gatal dan berkata "ahahaha maafkan Gege sudah membuat kalian berdua menjadi seperti ini" Lusyen tertawa canggung dan langsung menghilang dari pandangan kedua wanita itu dan muncul di kamar anzuan yang masih utuh.
Lusyen sedikit bangga dengan perisai tips transparan yang dia pasang, meskipun tips namun pertahanan nya dapat menahan serangan dari ranah nirwana puncak.
lalu Lusyen menghilangkan perisai tersebut dan masuk kedalam kamar anzuan, saat Lusyen masuk, ternyata anzuan masih tidur, "hais anak ini padahal rumahnya sudah hancur namun dia masih enak enak saja tidur tanpa terganggu kebisingan yang ada di luar" Lusyen pun menggendong anzuan dan membawanya kepada Anita.
Anita pun langsung memeluk putra kecil nya itu "Gege maaf aku dan anakku tidak bisa melayani Gege lagi, kami berdua sudah kelelahan, jika gege masih menginginkannya besok malam kita berdua akan melayani Gege lagi"
Lusyen geleng-geleng kepala "tidak tidak, aku menganggap kalian bukan untuk jadi pemuas nafsuku saja, namun jadi istri yang akan Gege jaga dan Gege lindungi, jika soal ranjang itu hanya kebutuhan saja, kebahagiaan kalian lebih penting bagi Gege"
Anita dan anjiana sangat tersentuh oleh ucapan tulus Lusyen, mereka yang selama ini hidup pas-pasan dan sering di ganggu orang orang, kini mereka menemukan pria yang bisa mereka andalkan, dan tentunya mereka bisa merasakan kehangatan yang luar biasa.
"Gege terimakasih sudah menerima kami, mulai sekarang tolong bantuannya untuk merawat kami" Anita menampilkan senyuman terbaik nya, begitupula dengan anjiana.
Lusyen kembali lagi melihat senyuman Anita dan anjiana, dan berkata "iya Gege bersedia menjaga dan melindungi wanita wanita Gege, apalagi kalian berdua sudah Gege tiduri, jadi kehidupan kalian akan Gege tanggung, mohon bantuannya istri istriku"
Anita sangat bahagia dan mereka pun berpelukan dengan hangat, tak butuh waktu lama mereka berpelukan, karena Lusyen merasa ada banyak sekali orang orang yang mengarah ke tempatnya, "aner dan jianer ayo kita pergi dari sini, karena mulai banyak orang orang yang menuju kesini" keduanya pun mengangguk dan Lusyen pun memeluk pinggang keduanya dan menghilang.
setelah kepergian Lusyen banyak orang orang yang berbondong-bondong melihat apa yang terjadi di rumah janda anak dua itu, namun mereka di kejutkan oleh banyak mayat yang berserakan tidak utuh termasuk tuan kota dan anaknya.
__ADS_1
terjadilah kegemparan di kota emas murni, bahwa tuan kota dan rombongannya telah tewas di rumah janda beranak dua, gosipun mulai menyebar dengan cepat "hey hey hey apa kalian sudah tau jika tuan kota dan anaknya telah tewas?" temannya yang tidak tahu sangat terkejut dan berkata "apa tuan kota dan anaknya tewas? apa penyebabnya"
pemuda tadi yang berbicara sedikit cekikikan dan berkata "mereka mati saat ingin melamar janda anak dua yang tinggal di daerah pinggiran kota, haha meskipun kedok nya ingin melamar namun aku yakin niatnya untuk memaksa janda itu untuk menjadi budak **** saja, namun sepertinya janda itu memiliki seorang pelindung yang sangat kuat, bahkan tuan kota yang berada di ranah kaisar tingkat 8 saja terbunuh dengan sekali tebas saja"
temannya itu masih mencerna perkataan teman yang bicara barusan "hemm bukannya itu sangat mengerikan, ada seorang yang mampu membunuh ranah kaisar dengan 1 tebasan saja, namun itu bagus juga karena tuan kota dan anaknya itu sangat arogan dan sering menindas pedang kecil yang ada di kotanya sendiri haha" mereka pun tertawa terbahak-bahak dan bersyukur karena tuan kota dan anaknya telah mati, mereka berharap pihak kerajaan memilih tuan kota baru, yang pastinya bertanggung jawab kepada penduduk.
...*******...
kini Lusyen berada di luar gerbang kota emas murni, dia sengaja berhenti dekat tembok kota karena, ingin wanitanya memakai baju, mereka hanya memakai jubah tebal yang Lusyen berikan.
Lusyen pun membuka portal menuju dunia lantai 2, rumah melayang Lusyen yang pernah di pakai untuk mantap mantap dengan Bing Rue selama 15 hari 15 malam.
Anita dan anjiana terkagum kagum melihat rumah mewah dan pemandangan yang sangat indah "Gege di mana kita sekarang? bukankah tadi masih malam kenapa di sini sudah siang?" Anita penasaran dengan tempat yang mereka pijaki sekarang.
Lusyen tersenyum dan berkata "selamat datang di rumah kita" anjiana pun berlari lari seperti anak kecil "Gege kenapa Gege tidak membawa kita kesini lebih awal, bukannya disini lebih bebas saat kita melakukan kuda kudaan"
Lusyen geleng-geleng kepala, karena ulahnya wanita polos malah jadi wanita barbar, Anita yang melihat wajah Lusyen pun cekikikan dan berkata "Gege jangan menyalakan diri sendiri, lagipula itu keinginan nya, jadi Gege harus bertanggung jawab untuk melakukan keinginan ibu dan anak ini hehe" Anita sambil memanyunkan bibirnya dan berharap Lusyen menciumnya.
"bukankah tadi aner sudah lelah ? kenapa sekarang malah menggoda Gege lagi?" Anita tersenyum malu-malu dan berkata "karena Gege sudah memberikan tempat tinggal, aku dan anakku masih bisa melakukan beberapa ronde lagi" anjiana yang mendengar percakapan ibu nya itu geleng-geleng kepala, padahal dirinya ingin langsung istirahat, ehhh malah dibawa bawa.
__ADS_1
NEXT CHAPTER
jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada yang punya vote kirim aja ke author babang Verde wkwk