
anjiana pun mengangguk dan melepaskan diri dari Lusyen, dia mencari anzuan di dalam rumah namun tidak ada, diapun keluar rumah dan melihat anzuan sedang tertidur di bawah pohon, anjiana pun menggendong anzuan untuk masuk ke rumah dan menidurkannya di kamar anzuan, sementara itu di kamar ibunya, terdengar suara ibunya yang kembali terdengar, kali ini terdengar sangat menikmatinya bukan karena kelelahan. *sepertinya ibu sudah merasa nikmat, aku akan istirahat dulu dan bergabung lagi nanti malam*
...***...
malam hari dikediaman tuan kota mereka sedang bersiap siap untuk pergi ke Rumah Anita, anak tertua tuan kota yang bernama dang Jun sangat menyukai Anita dan ingin melamarnya,
"ayah malam ini aku harus mendapatkan ibu dan anak itu, aku benar-benar sudah tidak tahan lagi melihat tubuh mulus mereka, aku ingin menjadikan mereka berdua sebagai calon istriku, dan bocah laki lakinya akan ku jual ke pasar budak hehe"
Tuan kota yang mendengar rencana anaknya itu mengangguk setuju, karena dia juga ingin merasakan ibu dan anak itu "haha baiklah ayah juga akan ikut kau melamar wanita itu, ayah akan mengecek dulu seperti apa wanita itu, apa sleramu itu sama dengan ayah"
"haha seleraku itu sangat cantik dan seksi, ayah juga pasti akan tergiur jika melihatnya, intinya malam ini mereka mau menerima atau menolak, aku tetap akan menidurinya sampai puas haha"
keduanya pun mengangguk dan tertawa terbahak di aula tuan kota tersebut, mereka berdua sedang menunggu pelayan untuk mempersiapkan mahar, yang sebentar lagi akan selesai.
...***...
ditempat Anita, kini anjiana pun mulai bergabung lagi dengan ibunya, karena dia tidak bisa tidur teriakan manja ibunya yang selalu membangunkan nafsu di setiap teriakannya, akhirnya anjiana memutuskan untuk bergabung dan merasakan kenikmatan bersama ibunya.
dikamar anzuan, dia terbangun karena suara ibu dan kakaknya itu semakin keras, dia sangat heran kenapa ibu dan kakak nya itu belum keluar dari kamar, dan suara suara mesum itu pun belum berhenti, anzuan pun memutuskan untuk mengeceknya.
__ADS_1
"ibu ? ibu dan kakak sedang apa, di mana kakak Lu? apa kakak Lu juga ada di dalam?, ibu sangat berisik apa yang kalian lakukan di dalam kamar seharian, zuaner ingin melihat"
Anita sangat panik karena anak laki-lakinya berada di luar pintu, sedangkan dia sendiri tidak bisa berhenti bersuara, Lusyen yang mengerti kekhawatiran Anita pun dia berkata "zuaner ibu dan kaka mu sedang aku latih, mereka juga ingin bisa berkultivasi seperti zuaner, tapi cara mereka berkultivasi berbeda dengan zuaner, maka zuaner jangan mengganggu dulu ya, nanti kakak Lu akan ajarkan jurus bertarung yang hebat, sekarang zuaner pergi tidur lagi itu sebagai latihan"
Lusyen membohongi anzuan karena dia masih ingin bermain bersama Anita dan anjiana, makanya dia terpaksa berbohong.
setelah Lusyen mengucapkan itu, anzuan pun membalas "yeyyy kakak Lu harus janji ya akan mengajarkan zuaner cara bertarung dan kultivasi, hehe baiklah zuaner akan tidur lagi dan tidak akan menggangu proses latihan ibu dan kakak" diapun langsung kembali ke kamarnya dan mencoba untuk tidur kembali.
setelah tidak terdengar lagi suara anzuan, Lusyen pun melanjutkan kegiatannya dan kamar itu pun kembali bergema dengan teriakan manja ibu dan anak.
sementara itu Rombongan anak tuan kota mulai bergerak menuju ke arah rumah Anita dengan menggunakan kereta mewah yang di lapisi oleh emas, Kereta kuda itu berhasil menyita perhatian semua orang, karena jarang jarang kreta mewah milik tuan kota keluar, biasanya kereta itu hanya menjadi pajangan di depan aula tuan kota.
"wah beruntung sekali ya janda anak dua yang ada di pinggir kota, tuan muda dang Jun ingin melamarnya menjadi istri" orang orang suruhan dang Jun mengompori para penduduk kota , karena janda muda cantik itu sudah sangat terkenal dengan kecantikannya.
...***...
sebelum terjadinya ledakan, Lusyen sedang bermain dengan intens dengan kedua wanita barunya itu, namun Lusyen merasakan ada sekelompok orang yang akan datang, Lusyen pun memasang aray pertahanan untuk kamar nya dan kamar calon anak nya juga (anzuan)
Lusyen pikir mereka hanya ingin lewat saja namu mereka berhenti di depan pintu rumah dan menurunkan barang bawaan, Lusyen pun tidak memperdulikan itu dan terus melanjutkan kegiatannya bersama ibu dan anak.
__ADS_1
tuan kota dan anaknya mendengar suara jeritan manja di dalam rumah tersebut dan ada suara lelaki juga, keduanya langsung naik pitam dan melakukan serangan untuk menghancurkan rumah tersebut *Bommmmm*
Rumah sederhana Anita langsung hancur dan menyisakan 2 perisai transparan saja, Anita dan anjiana sangat terkejut karena tiba-tiba rumahnya malah meledak, yang ada di benaknya hanya ada 1 yaitu anzuan.
"tidak zuaner, Gege tolong selamatkan zuaner tolong" Lusyen yang lagi enak enak langsung menatap tajam ke rombongan tuan kota yang ada di balik kabut debu dan berkata "tenang saja zuaner baik baik saja Gege juga memasang pelindung di kamar zuaner"
Anita langsung lega saat mendengar nya, Lusyen pun menyuruh keduanya untuk berpakaian "baiklah kalian berdua kenakan jubah ini untuk menghangatkan tubuh kalian, biar Gege urus orang orang brengsek itu"
Anjiana pun memberi pesan "Gege hati hati sepertinya mereka anak tuan kota yang ingin menikahi ibu, namun ibu selalu menolak, buktinya Gege yang mengambil kesucian ibuku"
Lusyen sedikit canggung, karena itu memang benar tapi Lusyen memilih untuk membasmi orang orang yang menginginkan wanitanya, apalagi mengganggunya sangat bersenang senang, siap siap saja menjadi uang saku Lusyen.
Lusyen pun melepaskan tekanan penuh dan memperlihatkan basis kultivasi aslinya yang berbeda di ranah sains tingkat 2 dan berkata "kalian semua akan mati karena sudah mengganggu kesenangan ku dan kedua wanitaku"
Tuan kota yang merasakan tekanan dashyat yang menekannya itu sedikit bergetar, padahal dirinya sudah berada di ranah kaisar tingkat 8 namun dia tidak bisa sedikitpun menggerakkan tubuhnya,
"tuan maafkan semut yang lemah ini, semut ini tidak tau betapa tingginya langit, tolong ampuni nyawa yang lemah ini" tuan kota memohon ampun sedangkan anaknya sudah terbaring di tanah tanpa bisa melakukan apa apa, bahkan bicara pun tidak bisa.
Lusyen pun muncul di depan tuan kota dan berkata "karena kalian sudah mengganggu ku maka bayarannya, hanyalah kematian tidak ada nego nego" Lusyen pun langsung menebas semua orang yang hadir di depan rumah anita, di setiap tebasan kepala Lusyen berdering nyaring suara sistem,
__ADS_1
NEXT CHAPTER
jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada yang punya vote kirim aja ke author babang Verde wkwk