PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
zirah baja Huo Migui


__ADS_3

Lusyen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu dia mengelap wajahnya memakai selimut, tak berselang lama Lusyen pun berbaring kembali begitu pula dengan Huo Migui dia memeluk Lusyen seakan takut kehilangannya.


"sudah ayo kita mandi bersama? nanti Gege bantu bersihkan punggung Huoer"


"huhh bilang saja Gege ingin mencari cari kesempatan, tapi kebetulan kamar mandi di sini cukup besar untuk kita gunakan, aku akan memberikan 1 ronde saja jangan minta lebih"


Lusyen tersenyum manis karena dia di beri kesempatan untuk bercinta lagi bersama Huo Migui, Lusyen tanpa basa basi langsung mengecup bibir Huo Migui dan turun dari kasurnya, Lusyen berniat pergi ke kamar mandi namun.


"Gege apakah Gege melupakan ku? aku tidak bisa berjalan jadi gendong aku dasar peria tidak peka, taunya hanya menikmati tubuhku saja"


"ahh maafkan aku, Gege barusan sedikit terlalu bersemangat hingga lupa istriku sedang kesakitan hehehe"


Lusyen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, padahal kepala keduanya sedang berdiri tegak menatap Huo Migui seakan akan ingin menjelajahi goa yang penuh harta karun, Lusyen menghampiri Huo Migui dan menggendong ala ala pengantin baru.


"Gege ingat hanya satu ronde saja, kita harus pergi mengunjungi saudari baruku, aku masih tidak percaya kalau wanita Gege semuanya saling melengkapi"


"iya iya lagi pula Gege harus ke penginapan nenek cu untuk menjemputnya, dia sudah di anggap sebagai nenek sendiri oleh adik iparku, begitupula sebaliknya nenek cu sudah menganggap adik iparku itu sebagai cucunya"


"huh adik ipar apanya, palingan nanti Gege mau tiduri, ayo kita bertaruh jika nanti benar Gege menidurinya maka Gege harus mengabulkan 1 permintaan ku apapun itu dan jika nanti aku kalah aku akan siap kapanpun di atas ranjang untuk Gege memuaskan nafsunya selama 1 bulan, gimana berani bertaruh?"


"baiklah ayo kita bertaruh, ohh ya karena kita sudah membicarakan yang lainnya, kita sekarang mulai hehe"


"brak"


Lusyen menutup pintu kamar mandi dengan keras, tak berselang lama terdengar suara air yang jatuh dan beberapa menit kemudian mulai terdengar suara Huo Migui meskipun pelan namun lama kelamaan semakin kencang.

__ADS_1


5 jam kemudian Lusyen dan Huo Migui sudah memakai pakaian dengan rapih, baju yang dikenakan Huo Migui adalah baju pemberian dari Lusyen, karena Lusyen menyimpan banyak sekali baju untuk wanita wanitanya.


"hemm Gege bohong, katanya hanya satu ronde ehhh malah beberapa ronde sampai 5 jam, sekarang sudah mulai gelap jadi bagaimana kita akan pergi jika keadaannya gelap"


"ahhh maaf tadi Gege terlalu nikmat sampai GK mau lepas, untungnya kamu tadi berontak kalo tidak ya Gege mungkin tidak akan ingat hehe"


Huo Migui hanya mendengus saja dan pergi dikamar, Huo Migui duduk di meja Rias, meja rias itu jarang dia gunakan karena dulu ia tidak perlu berdandan, tapi sekarang berbeda sekarang dia sudah memiliki suami ya meskipun masih belum sah menurut pemerintahan.


Huo Migui tersadar ternyata dia memiliki wajah yang sangat cantik dan tubuh seksi, dulu dia tidak terlalu memperhatikan kondisi tubuhnya, yang ada hanya berlatih berlatih dan melakukan tugas.


Huo Migui tersenyum manis dan bergumam *apakah ini rasanya saat menjadi wanita yang sebenarnya, meskipun aku hanya beberapa hari saja dengan lu Gege namun kebahagiaan nya melebihi kemenangan saat berhasil melaksanakan tugas berat, Lu Gege terimakasih sudah hadir dalam kehidupanku yang suram ini*


Huo Migui menangis karena bahagia sambil menatap dirinya sendiri dari cermin, selama ini dia selalu sendiri dan selalu berusaha keras untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia namun sekeras apapun dia masih tidak menemukan kebahagiaan dan sekarang setelah bertemu dengan Lusyen dia bisa merasakan hal itu.


Huo Migui mengambil baju bajanya yang di simpan di lemari, ia membawanya ke ruang tamu dan menggantung di didinding ruangan.


"seperti ini, aku akan meninggalkan mu dan rumah ini, aku akan mengikuti kemanapun suamiku pergi terimakasih sudah menemaniku di setiap Medan hidup dan mati"


setelah selesai mengatakan itu, Lusyen datang menghampiri Huo Migui, Lusyen menepuk pundak nya.


"Huoer ayo kita makan, Gege sudah selesai masak, setelah makan kita berangkat ke penginapan nenek cu"


Huo Migui hanya mengangguk dan memeluk tangan Lusyen, keduanya pun mulai menyantap makanan, dari kemarin siang keduanya sama sekali belum makan apa apa, hanya Huo Migui saja yang kemasukan jus melon Lusyen di setiap jam nya, 30 menit kemudian makan di atas meja sudah habis, keduanya pun pergi meninggalkan rumah itu.


"Huoer apa Huoer yakin tidak ingin membawa apa apa selain meja rias dan baju saja?"

__ADS_1


"iya Gege tidak masalah, lagi pula itu barang barang tidak berguna yang hanya mengingatkanku pada kepahitan hidup saja"


Lusyen yang mendengar itu hanya diam saja tidak ingin melanjutkan pembicaraannya itu, menurut Lusyen itu adalah masa lalu kelam saja jadi tidak perlu di ingat lagi, Lusyen lebih memilih mengalihkan perhatian.


"Huoer apakah Huoer menyukai baju yang di berikan oleh Gege"


"iya aku sangat menyukainya, setelah kita bercinta dada dan pinggulku sedikit membesar namun bisa tertutupi oleh pakaian ini, bahannya sangat lembut dan sejuk"


"baguslah jika Huoer menyukainya, Huoer pegang yang Gege ayo kita berangkat"


Huo Migui langsung memeluk tangan Lusyen tanpa menjawab ucapan nya. lalu keduanya pun menghilang dari rumah tersebut, setelah kepergian Lusyen dan Huo Migui, rumah tersebut mulai dikelilingi oleh Aray pelindung yang sangat kuat, Lusyen memasang nya bersamaan dia pergi, kekuatan Aray itu sang kuat bahkan ranah sains tingkat 9 pun tidak akan bisa membobolnya kecuali ranah emperor.


hanya butuh waktu 3 detik untuk Lusyen dan Huo Migui sampai di penginapan nenek cu, ia menggunakan jurus langkah kilat dengan setengah kecepatan, padahal jaraknya sekitar 20-24 Km dan itu cuma butuh waktu 3 detik.


Huo Migui sangat terkejut dengan kecepatan yang dimiliki oleh suaminya itu, dan memilih untuk bertanya.


"Gege apa Gege barusan menggunakan teleport? tapi kenapa aku tidak merasakan Gege menggunakan energi spiritual?"


"tidak, Gege tidak melakukan teleport, itu hanya jurus yang Gege kuasai, namanya jurus langkah kilat, tidak seperti wanitaku ini yang memiliki jurus teleport hehe"


Huo Migui tersenyum manis karena merasa sedikit hebat memiliki keahlian teleport, ya meskipun masih kalah dengan kecepatan suaminya itu, Huo Migui memakluminya karena suaminya itu harus bisa melindungi wanitanya, makanya tidak heran jika suaminya itu jauh lebih kuat dan cepat.


...NEXT CHAPTER...


...jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk...

__ADS_1


__ADS_2