
Huo Migui sekarang mengerti, memang wanita wanita Lusyen sangat rukun namun Lusyen sendiri yang tidak adil, Huo Migui dapat melihat kebanyakan wanita di sini masih perawan hanya ada 4 wanita yang sudah tidak perawan, jadi sisanya menuntut ingin jatah.
"Gege memang benar bahwa wanita wanita Gege sangat baik dan saling menyayangi namun masalahnya ada di Gege"
Huo Migui berbisik ke telinga Lusyen, lagipula tidak mungkin dia untuk berbicara dengan keras nanti bisa bisa dia menjadi pusat perhatian, Lusyen yang mendengar perkataan Huo Migui menjawab.
"masalahnya ada di Gege? maksud Huoer masalah apa?"
"cihh dasar tidak peka, lihat saja kebanyakan wanita Gege masih perawan sedangkan untuk keempat wanita itu sudah Gege coba, jadi yang masih perawan meminta keadilan kepada Gege, mereka ingin bercinta dengan Gege tapi mereka tidak berani mengungkapkannya secara langsung"
"ehhh, jadi maksud Huoer mereka sedang mempermasalahkan tentang jatah? Hem kebetulan Gege masih banyak sisa tenaga setelah membuat puas Huoer hehe"
wajah Huo Migui langsung memerah akibat malau, dia selalu kalah telak di setiap pertempuran, Huo Migui mencubit pinggang Lusyen dengan keras dan berkata.
"cihhh dasar cabul, padahal tadi sudah bercinta denganku sekarang masih mau lagi? apa Gege yakin bisa memuaskan mereka semua? mungkin itu akan memakan waktu berhari-hari loh, meskipun sekarang aku masih lelah namun hari 2 atau hari ke 3 aku juga akan bertempur lagi dengan Gege hehe"
Lusyen malah tersenyum nakal dan menepuk pinggul Huo Migui dengan lembut, Huo Migui yang di perlukan seperti itu hanya diam saja, wajahnya semakin memerah, lagipula Lusyen sudah sering melakukan itu kepadanya dan membiarkan tangan Lusyen bermain sepuasnya.
disaat semua orang sedang pokus dengan urusannya masing-masing, Xia Yuxin berlari menuju nenek cu dan memeluknya.
"nenek kenapa bisa penginapan nenek berada di sini apa ini upah pria bodoh itu"
xia Yuxin menunjuk kearah Lusyen dengan kesal, dia masih mengingat di saat saat Lusyen memeluknya dan langsung melemparkan tubuhnya kedalam portal yang di buat Lusyen sampai sampai tersungkur ke tanah.
__ADS_1
"hehe iya nak Lusyen membantu nenek untuk tinggal di sini, nak Lusyen butuh seseorang yang melawat nak Yuxin jika kakamu di pinjam hehe"
nenek cu tersenyum kearah Lusyen, namun Lusyen sedang asik dengan kejahilan tangannya. xia Yuxin menatap Lusyen yang sedang melakukan tindakan cabul.
"hehhh pria cabul bodoh lepaskan wanita cantik itu, Kaka kesini disana tidak aman"
xia Yuxin menghampiri Huo Migui dan menarik tangannya untuk menjauh dari Lusyen. dia menatap tajam wajah Lusyen, Lusyen yang di tatap tajam seperti itu hanya tersenyum canggung dan melepaskan topeng dan jubahnya.
"heyy pria bodoh kau selalu meniduri wanita baru, sedangkan wanita yang lebih dulu bersamamu malah kau abaikan, mana keadilan yang kau berikan hahh"
"ehhh???? bukannya mereka menunggu waktu pernikahan?"
"cih dasar tidak peka, mulai sekarang jika kau ingin bercinta, bercintalah dengan wanita mu yang sudah ada jangan mencari yang baru lagi"
semua orang yang ada di sana mengalihkan pandangan ke arah Lusyen, mereka pun mengangguk membenarkan perkataan Xia Yuxin, xia Yuxin sangat kesal dengan tampang bodoh Lusyen makanya dia mengeluarkan unek uneknya.
"cihh sudah kubilang aku bukan adik iparmu"
"heyy bukankah kakak mu akan jadi istriku kenapa kau masih menyangkal"
"aku tidak menyangkal bahwa kau akan menikah dengan kakakku tapi aku bukan adik iparmu namun calon istrimu juga seperti kakaku"
wajah Xia Yuxin sangat merah akibat malau, itu sama saja dia memaksa Lusyen untuk menjadi suaminya, demi memenuhi sumpahnya dengan kakaknya, meskipun tadi terlihat marah dan membenci Lusyen namun hatinya sudah terpampang nama Lusyen, lagipula itu pria pilihan kakanya makanya dia percaya bahwa pilihan kakaknya itu yang terbaik dari yang baik.
__ADS_1
lagipula Xia Yuxin juga sudah setuju dengan rencana kakaknya untuk menggempur Lusyen saat datang kemari, dan dia juga menginginkan benda yang bernama hp android dan berfoto bersama Lusyen seperti milik kakaknya dan wanita Lusyen yang lain.
tujuh tahun lalu Xia Yuxin selalu menyendiri setelah ditinggal pergi oleh kakaknya Lin xia, dia selalu menangis dan penuh dengan tekanan dari keluarganya, tapi sekarang setelah bertemu dengan Lusyen dia bisa bertemu dengan kakaknya bahkan bisa bergaul dengan wanita wanita Lusyen yang menganggapnya sebagai saudari sendiri.
xia Yuxin menyadari inilah yang dia butuhkan selama ini, ya kebahagiaan dan sosok yang bisa melindunginya dan kakaknya, meskipun sikap Lusyen sedikit mengesalkan untuknya.
,,,,,,,,, melihat tampang Lusyen yang sangat kebingungan dengan pernyataan Xia Yuxin, Lin xia pun maju menghampiri Lusyen dan memeluknya.
"Gege maaf jika aku belum membicarakannya kepada Gege, dulu aku dan adikku sudah melakukan sumpah bahwa siapapun yang mendapatkan salah satu hati dari kita berdua maka pria itu akan mendapatkan kita berdua, hatiku dan hati adikku sudah menyatu jadi jika aku mencintai Gege maka adiku juga sama tapi tenang saja adikku juga bakalan mencintai Gege tanpa paksaan, jadi tolong jaga adikku juga ya gege"
"hemm jadi ada kejadian seperti itu ya, tapi tenang saja Gege akan bersumpah menjaga kalian semua dan selalu mencintai semuanya, baiklah akan ada yang Gege sampai kepada semua istriku jadi ayo kita masuk ke rumah dulu, dan untuk Yuer temani nenek cu ya, nanti kakak ipa,, ehh maksudku Gege akan menyuruh Liner untuk menyampaikannya kepada yuer"
"baik ge,,,gege"
xia Yuxin sangat malu karena ini kali pertamanya memanggil Lusyen dengan panggilan Gege, padahal tadi dia masih memanggil Lusyen dengan sebutan pria bodoh, pria cabul.
"saudari yu tenang saja jatahmu tetap aman kok"
teriak Rica sebelum menarik tangan Lusyen dan diikuti semua wanita wanita Lusyen, kini diluar hanya menyisakan nenek cu dan Xia Yuxin saja, Huo Migui juga ikut setelah di ajak bicara oleh Yinsui.
"nak Yuxin ayo kita masuk ke penginapan nenek, ehhh maksudnya rumah nenek hehe, karena sekarang tidak akan ada Tamun penginapan lagi"
"hehe iya nek lagipula disini hanya wanita wanita Lugege saja"
__ADS_1
"hemm nak Yuxin yakin ingin menikah dengan nak Lusyen? apa ini gara gara sumpah nak Yuxin dengan nak Lin xia?"
"tidak nek ini murni perasaan Yuer, sebelumnya memang Yuer menolak tapi semenjak bergaul dengan wanita wanita yang ada di sini Yuer sadar bahwa Lu Gege tidak seperti yang ada di pikiran Yuer, lalu Yuer melihat foto wajah asli lu Gege dengan kakak yang sangat bahagia, rasanya seperti Yuer yang ada di foto itu. disaat situlah Yuer jatuh cinta kepada lugege"