PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
keseharian wanita wanita Lusyen


__ADS_3

ditempat lain, Brian sedang heboh karena tuan sekaligus wanita pujaannya itu tidak ada di dalam kereta, padahal dia berniat untuk meracuni Huo Migui untuk dirinya nikmati, rencananya yang sudah sangat matang harus gagal karena Huo Migui sudah menghilang.


begitu juga di kediaman Mentri keuangan (zhao wey) mereka sangat panik karena mengetahui token kehidupan Zhao Wei sudah hancur, yang lebih aneh token itu tidak bisa memperlihatkan siap orang yang terakhir pemilik token itu lihat.


"ada apa ini, apakah token ini rusak"


"tidak mungkin rusak karena itu sudah teruji oleh banyak orang, mungkin tuan Wei sudah menyinggung seseorang yang sangat kuat sampai sampai kekuatannya bisa memblokir token kehidupan ini? hanya itu kemungkinan besar nya"


orang orang kediaman Zhao wey saling memberikan pendapat, karena itu kejadian yang sangat aneh, ini kali pertamanya mereka mengalami kejadian seperti itu.


...*****...


paginya Lusyen terbangun dari tidurnya, dia melihat Huo Migui masih tertidur dengan memeluk tangannya, Lusyen turun dari tempat tidurnya namun baru beberapa langkah Lusyen langsung naik lagi keranjang.


"sial dingin sekali ternyata ini masih sangat pagi"


Lusyen geleng-geleng kepala dengan senyuman masam, mungkin ini efek setelah bercinta, karena dari kemarin siang dia bercinta sampai malam, saat pagi hari yang seharusnya saling menghangatkan tubuh Lusyen malah turun dari kasur tanpa mengenakan baju. Lusyen ingin mencium bibir Huo Migui namun.


"Gege apa yang ingin Gege lakukan? apakah Gege belum puas dengan permainan kemarin?"


"ahhh Huoer sudah bangun? kebetulan Gege barusan ingin kecupan selamat pagi hehe"


Lusyen tertawa canggung, karena niatnya bukan hanya sekedar kecupan semata namun Lusyen menginginkan hal lebih, tapi di hadapan mata langit Huo Migui niat Lusyen ketahuan, dari nafas dan detak jantung.


"cihh Gege jangan bohong, apa Gege lupa dengan mata langit ku ini? Gege masih ingin bercinta lagi kan?"


"ahhh haha baiklah baik Gege mengaku itu benar, entah kenapa sekarang sangat dingin makanya Gege mencoba untuk menghangatkan tubuh sekalian bisa *** ***^_^"


Huo Migui geleng geleng kepala, lalu dia merentangkan tangannya untuk memeluk Lusyen, keduanya berpelukan seperti tidak ingin pernah lepas.

__ADS_1


"Gege hari ini aku tidak bisa bercinta dengan Gege, aku masih letih dan tubuhku tidak bisa bergerak terlalu banyak, masih sangat perih"


"hemm baiklah jika begitu, ayo kita tidur lagi sebelum beraktivitas, nanti siang Gege akan bawa Huoer bertemu dengan wanita wanita Gege yang lain"


Huo Migui hanya mengangguk dan mempererat pelukannya, begitupula dengan Lusyen yang kegirangan karena ada 2 buah persik yang menekan dadanya.


...******...


Di sekte mawar banyak petir yang menyambar di pelataran luar, dalam maupun inti, setiap harinya pasti akan ada 4 sampai 5 orang yang menjalani kesengsaraan petir, banyak orang orang yang keheranan khususnya kota terdekat yang melihat penomena tersebut.


di kediaman Ketua sekte, Bing Rue sedang menatap kearah sekte nya yang selalu muncul petir kesengsaraan, berkat puluhan ribu pil yang diberikan oleh Lusyen, sekte nya sedang melakukan peningkatan kekuatan secara besar-besaran.


"hemm siap lagi yang berhasil meningkatkan kultivasi nya ya, sepertinya itu dari bagaian murid inti dan murid bagian dalam, fufufufu berkat hadiah bantuan dari Lu Gege sekte ku menjadi sangat hidup dan tentunya menjadi beberapa kali lebih kuat dari sebelumnya"


"sekarang kekuatan ku sudah mencapai ranah nirwana tingkat puncak, sebentar lagi ya sebentar lagi aku akan menyerahkan posisi pemimpin sekte ke tetua pertama setelah dia menembus ranah nirwana tingkat 7 dan itu sepertinya beberapa bulan lagi sebelum pernikahanku dengan Lu Gege"


"huhh Gege bersiaplah untuk bertempur lagi dengan ku saat kita bertemu nanti hehe"


lalu Bing Rue memutuskan untuk melanjutkan kultivasi nya dan berharap dia bisa menembus ranah sains sebelum dia bertemu dengan Lusyen beberapa bulan lagi.


...*****...


di pagoda 7 dunia lantai 1 para wanita Lusyen sedang melakukan persiapan untuk makan bersama, mereka membagi bagi tugas seperti memotong daging menyuci sayuran dan buah buahan, di sana tidak kekurangan makanan karena Lusyen sudah menyetok barang untuk hidup selama 100 tahun, apalagi di setiap cincin penyimpanan para wanita Lusyen memiliki bahan dan makanan sendiri.


"saudari yin kapan Lu gege muncul, dia sudah hampir seminggu tidak pernah berkunjung ke sini, aku sangat merindukannya begitupula dengan kalian juga kan"


Rica bertanya dengan tidak semangat karena dia belum bersentuhan lagi dengan Lusyen selama hampir 1 bulan setelah kepergian dari sekte mawar.


"aku juga tidak tahu saudari, aku juga sangat merindukan Gege, dan lagi aku dengar saudari saudari yang lain yang belum bercinta dengan Gege sedang menyusun rencana, mereka setuju untuk bercinta secara bersamaan"

__ADS_1


Rica terkejut dengan omongan Yinsui karena Saudari saudari nya itu sedang melakukan rencana penggempuran secara besar-besaran, Rica tersenyum misterius dan berbisik ke arah Yinsui.


"saudari yin ayo kita gagalkan rencana sudari saudari kita yang nakal itu hihihi, jika rencana kita Gaga, kita hanya harus ikut serta dalam gempuran tersebut, sekalian aku ingin memberikan pelajaran kepada Gege, aku ingin tau apakah Gege kuat melayani kita semua hihi"


Rica menahan tawanya karena ia berencana untuk memberikan pelajaran untuk Lusyen, Yinsui hanya mengangguk dan tersenyum manis sambil membayangkan Lusyen yang di gilir belasan wanita.


"siap Saudari lagipula jika kita tidak ikutan kita akan rugi karena tidak mendapatkan jatah hehe"


keduanya itu seperti iblis yang menatap mangsanya, lalu keduanya kembali normal dan berbincang bincang dengan wanita yang lain.


...****...


disisi Lusyen dia sedang bermimpi.


"sayang, istri istriku maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi tolong kali ini maafkan aku, jangan menyiksaku ramai ramai, aku bisa mati jika seperti ini, Tidakkkkkk"


Lusyen terbangun dari tidurnya yang sangat tiba tiba sampai sampai Huo Migui juga terbangun akibat teriakan Lusyen yang sangat keras.


"Gege ada apa, kenapa dengan Gege"


Huo Migui panik dan khawatir karena Lusyen berteriak sangat kencang dan wajahnya penuh dengan keringat yang membasahi nya.


"Gege tidak apa apa hanya mengalami mimpi buruk saja hehe"


Lusyen menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu dia mengelap wajahnya memakai selimut, tak berselang lama Lusyen pun berbaring kembali begitu pula dengan Huo Migui dia memeluk Lusyen seakan takut kehilangannya.


...Next chapter...


...jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk...

__ADS_1


__ADS_2