PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
kematian Zhao Wei


__ADS_3

Zhao Wei terkejut dengan kedatangan Huo Migui, begitu pula dengan Lusyen yang terkejut karena di sebut perianya, Lusyen muncul tanda tanya di kepalanya dan bergumam *aku siapa Dimana aku, kenapa banyak wanita cantik yang selalu mengaku ngaku aku menjadi prianya, jika ini ketahuan oleh wanitaku yang lain maka bisa gawat*


"****** sialan jadi itu orang mu, apakah kau tidak takut dengan tindakan raja bila mengetahui menterinya mati oleh seorang ****** sepertimu, mungkin raja tidak akan menghukummu tapi bersiaplah untuk jadi wanita pemuas nafsu raja setiap waktu"


Zhao Wei sekarang memiliki keberanian untuk menggertak Huo Migui dengan alasan raja, padahal tadi dia sudah sangat ketakutan dengan tindakan Lusyen yang membunuh pengawal pribadinya dengan mudah.


melihat Huo Migui yang tidak merasa sedikit pun ketakutan di wajahnya, Zhao Wei mulai sedikit ragu dengan kepercayaan dirinya, dia perlahan lahan mulai sedikit takut. lagipula Huo Migui memiliki kekuatan diatasnya.


dulu dia berani menekan Huo Migui karena ada pengawal setianya yang berbeda di ranah nirwana tingkat 3 dan 5, sedangkan Huo Migui hanya berada di tingkat 1 saja, jadi dia berani menekan dan berani ingin membunuhnya setelah mengetahui mata langit yang di miliki Huo Migui.


"hey tua Bangka bau tanah, apa yang kau bilang? menjadi pemuas ranjang raja? cih raja tidak berguna seperti itu tidak pantas untuk melihatku bahkan menggangguku, lagi pula buat apa aku takut dengan kekuasaan raja? aku memiliki suami yang sangat kuat, bahkan aku rela menghangatkan tubuh suamiku setiap saat, iya kan Gege"


Huo Migui menatap Lusyen yang mematung sambil mengerutkan keningnya, Lusyen yang di mintai jawaban oleh Huo Migui hanya mengangguk saja sebagai balasan,


"hahahaha, hanya kau dan pria itu doang ingin melawan kerajaan? hey ****** sepertinya kau sudah gila, kau pasti tahu jelas bahwa raja memiliki pelindung yang berada di ranah nirwana tingkat puncak, itu ada puluhan dan masih banyak lagi ranah nirwana yang ada di sisi raja"


Huo Migui sedikit terdiam, lalu Zhao Wei menatap Lusyen yang tetap berdiri di atas mayat prajuritnya.


"dan untuk kau, apa kau tetap keras kepala untuk melindungi ****** itu, bahkan jika kau berikan untuk bercinta setiap hari pun tidak akan setimpal dengan konsekuensinya"


Lusyen yang tadinya hanya ingin diam, kini dia sedikit emosi karena merasa di remehkan dan di ancam oleh orang yang menurutnya semut tersebut.


"hey pak tua atau bisa di panggil menteri bodoh, kau salah memprovokasi orang, tadinya aku ingin diam saja namun sepertinya kau ingin menemui kematian lebih cepat"


Lusyen mengeluarkan hawa membunuh yang sangat besar untuk menekan Zhao Wei, Zhao Wei langsung terjatuh dan menempel dengan lantai, tanpa Lusyen sadari aura membunuh itu sedikit mempengaruhi Huo Migui, kini Huo Migui sedikit kesulitan akibat menahan hawa membunuh Lusyen.

__ADS_1


"suami tolong hentikan aura membunuhmu, itu menyakitiku juga"


Huo Migui berteriak sekencang mungkin kearah Lusyen, Lusyen yang menyadari itu langsung menghilangkan kembali aura membunuh nya, dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"ahhh maaf Huoer aku tidak bermaksud untuk menindasmu, mungkin aura membunuhku sedikit bocor"


Lusyen beralasan dan memalingkan wajahnya, Huo Migui hanya mendengus saja sebelum melihat keadaan Zhao Wei, lalu dia geleng geleng kepala melihat keadaannya yang penuh Dengan ketakutan, darah keluar dari hidung dan mulut.


"hey tua Bangka, bukankah tadi kau sangat sombong dan mengancamku? tapi lihatlah sekarang dirimu, bahkan menerima hawa membunuh ku saja sudah hampir sekarat"


Lalu Lusyen melihat wajah Huo Migui yang masih cemberut dan berkata.


"Huoer bukankah peria tua ini menginginkan tubuhmu? jika seperti itu ayo kita bercinta di depan matanya, supaya dia mengerti bahwa katak tidak akan pantas memakan angsa"


"ba,,, baiklah ayo kita lakukan, tapi kamu tutup mata dulu sebelum melakukannya"


Lusyen pun mengangguk dan menutup matanya tanpa mengintip sedikitpun, namun tidak lama kemudian ada suara "sringggggg, gedebuk" ternyata Huo Migui memenggal kepala Zhao Wei dengan sekali tebas. tak berselang lama Huo Migui melepaskan baju baja nya dan semua yang menempel di tubuhnya.


"Lusyen jika aku nanti hamil apakah kau akan bertanggung jawab?"


"tentu saja aku akan bertanggung jawab, meskipun nantinya kamu tidak hamil pun aku Lusyen akan tetap tanggung jawab, lagi pula tidak masalah untuk menambah istri lagi dan lagi pula kau sudah memanggilku suami hehe"


Lusyen pun membuka matanya menatap Huo Migui yang sudah siap untuk melakukan pertempuran panas, namun Lusyen di kejutkan dengan kepala Zhao Wei yang sudah terlepas dari tubuhnya, dan melihat kaki Huo Migui terkena cipratan darah.


"Huoer kamu membunuh orang tua itu?"

__ADS_1


"iya karena aku tidak ingin seorang pun yang melihat tubuhku kecuali dirimu, ohh ya tadi kau bilang tidak masalah menambah istri lagi? beberapa banyak wanita yang kau miliki? aku tidak akan melayani mu sebelum kau memberitahukan beberapa banyak wanita mu itu."


"cukup banyak sih yang pertama Rica, Ling xue, Lin xia, Mira, Yinsui, Alicia, Zhang Xin, Lan-lan, Ran-ran, Bing Rue, Anita dan anjiana. hanya 12 saja tapi tenang saja mereka sangat rukun tidak ada permusuhan"


Huo Migui terkejut karena peria yang akan di jadikan suaminya itu adalah pria tukang kawin, jika Lusyen memiliki 12 wanita maka jika dihitung dengan nya akan menjadi 13.


"se,,sebanyak itu? aku tidak akan percaya jika mereka semua sangat rukun sebelum aku melihatnya langsung"


"baiklah jika begitu setelah kita bersenang senang Gege akan membawamu menemui saudari saudari barumu, dan kini kamu tidak akan sendirian lagi"


"baiklah karena aku sudah menjawab pertanyaan mu maka"


"kyaaaaa, tolong jangan dulu masih banyak yang harus aku katakan, kyaaaaa"


di ruangan itu mulai terdengar suara rintihan kesakitan dan tak berselang lama berganti dengan irama yang saling bersahutan antara Huo Migui dan Lusyen, mereka menghentikan kegiatannya saat tengah malam, Huo Migui tertidur akibat kelelahan tanpa diberi istirahat oleh Lusyen.


"hehe aku terlalu bersemangat sampai lupa waktu, sungguh sangat nikmat untuk di lukisan"


Lusyen pun mencium kening Huo Migui sebelum dirinya menyusul untuk tidur sambil memeluk.


ditempat lain, Brian sedang heboh karena tuan sekaligus wanita pujaannya itu tidak ada di dalam kereta, padahal dia berniat untuk meracuni Huo Migui untuk dirinya nikmati, rencananya yang sudah sangat matang harus gagal karena Huo Migui sudah menghilang.


...NEXT CHAPTER...


...jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk...

__ADS_1


__ADS_2