
Huo Migui tersenyum manis karena merasa sedikit hebat memiliki keahlian teleport, ya meskipun masih kalah dengan kecepatan suaminya itu, Huo Migui memakluminya karena suaminya itu harus bisa melindungi wanitanya, makanya tidak heran jika suaminya itu jauh lebih kuat dan cepat.
ketika keduanya masih asyik mengobrol dan saling menggoda, nenek cu keluar dari pintu penginapan dan berkata.
"ohh nak Lusyen sudah datang, tunggu apakah wanita bercadar itu salah satu istri nak Lusyen?"
"hehe iya nek ini adalah calon istriku juga namanya Huo Migui"
nenek cu terkejut mendengar nama Huo Migui, padahal Huo Migui adalah Baron namun kekuasaan nya itu kosong, hanya gelar saja tanpa di beri wilayah ataupun kekuasaan, dan nenek cu juga mendengar desas desus bahwa raja juga tertarik dengan Huo Migui namun Huo Migui jarang sekali ada di rumahnya dia selalu melakukan tugas di perbatasan.
"hihi wanita sedingin es juga masih bisa nak Lusyen cairkan, apalagi wanita lain"
nenek cu cekikikan dengan kemampuan Lusyen, ya bisa di akui bahwa Lusyen sangat tampan dan memiliki tubuh yang sangat bagus bahkan kekuatannya sangat kuat, jadi normal normal saja jika dia gampang memiliki wanita.
keduanya pun di persilahkan masuk, nenek cu menuju ke dapur untuk memberikan minuman, kini tinggal Lusyen dan Huo Migui saja di lobi penginapan, lagipula penginapan ini sudah di kosongkan, tanpa ada tamu yang menginap.
"Gege bolehkah aku tiduran di paha Gege? aku masih lemas gara gara pertempuran tadi siang"
"baiklah Huoer tidur saja kesini, nanti Gege bangunkan jika ingin berangkat, jadi Huoer santai saja ya ohh ya jangan lupa mimpikan Gege ya hehe"
Huo Migui hanya mengangguk dan mulai merebahkan diri di paha Lusyen, Lusyen mengelus rambut Huo Migui dengan lembut supaya dia nyaman dan cepat tidur, tak berselang lama nenek cu datang membawa teko air dan beberapa gelas.
"nak Lusyen apakah nona Migui sudah tidur? sepertinya dia sangat kelelahan namun wajahnya sangat memerah apa kalian sebelum kesini bercinta dulu? hehe menjadi anak muda sangat menyenangkan, dulu nenek juga seperti itu saat bersama almarhum suami nenek, baiklah lupakan jangan di bahas"
Lusyen menunduk sedikit malau karena nenek cu menebak dengan sangat tepat, dan hanya memilih untuk mengangguk saja sebagai jawaban.
"Baiklah nak Lusyen jadi kapan kita akan berangkat? area sekitar penginapan sudah nenek kosongkan jadi kapan saja kita bisa pindah"
__ADS_1
"pantas saja aku tidak merasakan keberadaan seseorang dalam radius 200 meter, ternyata nenek sudah membereskan semua"
Nenek cu mengangguk penuh kebanggaan, padahal dirinya hanya perlu menggunakan 50 koin emas untuk melakukannya, lalu nenek cu menunggu jawaban Lusyen, karena hanya Lusyen yang bisa memindahkan penginapan miliknya itu.
"baiklah nek kita akan berangkat dalam waktu 2 jam lagi, aku ingin membiarkan wanitaku ini istirahat sebentar lagi"
nenek cu mengangguk dan melanjutkan obrolan obrolan lain dengan Lusyen, Taka terasa waktu berjalan dengan sangat cepat sudah 2 jam terlewati, Lusyen memandangi wajah cantik Huo Migui dan mengelusnya.
"Huoer ayo bangun, kita akan berangkat, hey bangun apa perlu Gege cium untuk membangunkan tuan putri ini"
Lusyen tahu bahwa Huo Migui sudah bangun saat dirinya mengelus pipinya, namun Huo Migui berpura pura tidur, karena nenek cu sedang di dapur Lusyen mencium bibi Huo Migui yang di balas dengan lembut.
"akhirnya tuan putriku sudah bangun hehe, sedikit manja juga ya ternyata"
"hehe lagian aku sedikit kesal, aku bermimpi sedang bercinta dengan Gege di ayunan, disaat nikmat nikmatnya Gege malah membangunkan ku huhh"
Lusyen bergumam sendiri *ehh bercinta di ayunan? sepertinya aku harus mencobanya, baiklah setelah sampai di pagoda 7 dunia aku akan mengajak Rica bercinta di atas ayunan hehe*
"baiklah sekarang Huoer bangun, Gege akan memindahkan penginapan ini ke tempat wanita wanita Gege, ayo keluar sekalian panggil nenek cu di dapur"
Huo Migui tidak mengerti dengan maksud Lusyen, jadi dirinya hanya mengikuti perkataan suaminya saja dan memanggil nenek cu, ketiganya pun keluar dari penginapan itu.
"baiklah nek aku akan memindahkan penginapan ini ketempat yang sangat indah"
Setelah mengatakan itu Lusyen pura pura menggerakkan tangannya supaya terlihat sedang membuat segel namun nyatanya Lusyen hanya perlu berpikir dan memindahkannya ke pagoda 7 dunia, Lusyen menghentikan gerakannya dan bangunan penginapan itu sedikit bergetar, muncul lubang hitam yang mengisap bangunan tersebut.
kejadian itu sangat cepat sampai sampai Huo Migui dan nenek cu melongo dengan tatapan mata tidak percaya, keduanya mematung sebelum Lusyen berkata.
__ADS_1
"fyuhhh akhirnya selesai juga, sekarang giliran kita yang berpindah"
belum sempat keduanya mencerna apa yang terjadi tiba tiba Lusyen menarik tangan keduanya memasuki portal dan menghilang.
yang tadinya berdiri sebuah bangunan penginapan yang cukup besar kini di sana hanya ada tanah rata saja, bahkan pohon yang berdekatan dengan penginapan itu menghilang juga. kejadian itu tanpa diketahui oleh orang orang mungkin besok baru ketahuan bahwa penginapan nenek cu yang terkenal ramah menghilang dari dunia.
...******...
Lusyen, Huo Migui dan nenek cu muncul di samping penginapan yang tadinya Lusyen pindahan, namun ketiganya terkejut karena sudah di sambut oleh wanita wanita cantik bak bidadari.
"Gege"
yang berteriak adalah Ling Xue, karena dia sangat senang dengan kedatangan Lusyen, dengan begitu rencananya dengan wanita Lusyen yang lain akan segera di mulai.
Ling Xue juga tahu jika wanita cantik yang sedang memeluk tangan Lusyen sudah di bobol oleh Lusyen, makanya tekadnya untuk melakukan rencana penggempuran semakin kuat, begitupula dengan wanita Lusyen yang lain yang masih perawan.
"ohh tida Gege ada banyak sekali macan betina yang ingin bertanding dengan Gege fufufu"
Rica cekikikan menatap wajah mantan murid muridnya itu, namun tiba tiba Lusyen menjawab.
"baiklah biar Gege lawan semuanya, nanti Gege akan mengalahkannya jadi kalian jangan takut lagi oke"
Rica tersenyum kecut, namun berbeda dengan wanita wanita yang masih perawan mereka kegirangan termasuk Ling Xue. merasa rencananya untuk menggagalkan rencana telah gagal, Rica bicara.
"Gege tenang saja kita semua akan membantu Gege hehe"
Huo Migui sekarang mengerti, memang wanita wanita Lusyen sangat rukun namun Lusyen sendiri yang tidak adil, Huo Migui dapat melihat kebanyakan wanita di sini masih perawan hanya ada 4 wanita yang sudah tidak perawan, jadi sisanya menuntut ingin jatah.
__ADS_1
...NEXT CHAPTER...
...jangan lupa like jempolnya dan komen ok, sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk...