
orang orang merasa aneh dengan kejadian itu begitu pula dengan ketiga pemimpin tadi, belum sempat mereka sadar gorila tadi sudah tidak ada di tempatnya, gorila itu lompat sangat tinggi dan muncul di depan semua orang, tubuhnya yang besar mengguncang tanah sampai orang orang terjatuh.
Monster itu menatap kearah para manusia yang menurutnya mangsa itu seakan akan mengejek dan mengaum 3x, jika di artikan sebagai bahasa manusia "panikgak panikgak paniklah masa engga"
seperti itu lah kira kira terjemahannya, orang orang yang di aumi, semuanya bergetar hebat dan mulai mundur ketakutan, yang tadinya sangat percaya diri dengan memiliki banyak anggota sekarang tersisa 20 orang dan malah di penuhi keputusasaan, mereka terlalu meremehkan perbedaan tingkat kultivasi, meskipun monster tersebut hanya berada di ranah kaisar tingkat 1 tapi perbedaannya berada di 2 ranah kultivasi.
karena terlalu meremehkan lawan mereka akan menjadi santapan monster, bagai manapun mereka sudah di kepung tak bisa kabur.
saat orang orang masih di kuasai oleh ketakutan tiba tiba monster gorila tersebut mengangkat kedua tangan besarnya keatas dan mulai menurunkan nya seperti ingin menepuk lalat yang selalu mengganggu, baru setengah menuju target yang ingin di bunuh monster tersebut ketiga pemimpin manusia tadi langsung mengeluarkan artefak pelindung secara bersamaan dan hasilnya.
"brakkkkkkkkkkk prankkkkkkkk"
perisai 3 lapis itu langsung pecah, tapi itu bisa menghentikan mereka dari kematian instan, ketiganya batuk sedikit darah karena tidak sanggup menahan serangan yang sangat kuat tersebut padahal itu hanya serangan biasa saja yang di keluarkan oleh monster gorila.
"sial saudara sepertinya kita akan mati di sini"
"tidak aku tidak ingin mati di sini, di rumah masih banyak wanita wanita yang belum ku nikmati tidak"
Zhao xen membantah ucapan Xian nan lagi pula dia masih ingin hidup dan menikmati kemewahan yang selalu dia nikmati di rumah, namun dia sangat terkejut saat mengetahui keluarga xia mengadakan turnamen dan hadiahnya akan menjadi menantu klan xia, tapi dia dikecewakan oleh kaburnya sang wanita tercantik yang ada di ibukota, sebenarnya gelar tercantik itu hanya pendapat orang orang saja padahal masih banyak lagi wanita cantik seperti Xia Yuxin.
__ADS_1
"haha kalian saja yang mati aku akan kabur hahaha"
Chen Cue menyerang Zhao xen dan Xian nan lalu dia menggunakan jimat pemindah / teleport jarak dekat, sebelum kabur Chen Cue mendapatkan serangan dari anggota nya sendiri yang dia pimpin.
"sialan bawahan tidak tahu diri, aku akan menghancurkan keluargamu setelah keluar dari dimensi rahasia ini"
lalu Chen Cue langsung menghilang, berbeda dengan wajah orang yang menyerang Chen Cue, kini wajahnya pucat seperti kertas karena keluarganya masih ada di kampung dekat kediamannya Chen Cue, tidak akan sulit untuk Chen Cue menemukan keluarga nya, lalu dia bergumam *ayah ibu maafkan aku yang sudah membawa kalian ke jurang kesengsaraan"
disisi lain Zhao xen dan Xian nan memegang dadanya yang sangat sakit, keduanya memuntahkan darah, lagi pula mereka berdua di serang dadakan oleh rekan kelompoknya sendiri yaitu Chen Cue, keduanya hanya bisa mengutuk tindakan Chen Cue dengan Hinaan dan cacian.
sebelum mereka ingin berdiri ternyata tangan raksasa gorila tadi sudah ada 1 meter di atas kepala semua orang, tangan itu melaju dengan kekuatan yang sangat mengerikan, semua orang yang melihat itu hanya pasrah saja dengan hidupnya termasuk Zhao xen yang tadi tidak ingin mati.
"Duarrrrrrrrrrrrrrrrrrr"
disisi Chen Cue, setelah berteleport dia berlari menuju ke arah selatan, yang ada di pikirannya sekarang adalah kabur sejauh mungkin dari tempat monster tadi, dia terus berlari tanpa henti meskipun dia mengalami luka yang cukup serius yang berada di punggungnya.
"aku harus hidup, aku harus hidup jika aku mati maka siapa lagi yang akan menjadi pewaris kekayaan orang tuaku"
Chen Cue terus berlari, tapi tanpa ia sadari ternyata dia menuju ke arah monster yang sesungguhnya yang sedang istirahat karena merasa sudah cukup untuk berburu.
__ADS_1
...*****...
disisi Lusyen, dia sedang membersihkan daging rusa yang sudah ia tangkap tadi, dia ingin memasaknya dengan keahlian master memasak, lagipula sistem lagi di upgrade jadi dia tidak bisa membeli makanan dari sistem.
"senangnya dalam hati bila beristri 3, ehhh salah tapikan aku sudah punya 15 haha"
Lusyen bernyanyi dan tertawa sendiri seperti orang gila di depan air terjun, Lusyen juga sudah tau bahwa dari tadi dia sudah di awasi oleh monster yang ada di kedalaman sungai lebih tepatnya penunggu air terjun tersebut, namun Lusyen cuek saja dan memilih untuk mengambilnya besok sebelum dia melanjutkan perburuan.
setelah membersihkan daging rusa tersebut Lusyen pergi dari pinggir sungai tersebut menuju tenda yang sudah dia buat, lalu Lusyen mengeluarkan alat pemanggang daging, Lusyen tidak ingin report repot mengipas dan membumbui dengan cara manual, dia hanya berbaring di Kursi tempat santai dan memanggang daging dengan menggunakan energi sepiritual nya saja, barang barang dan bumbu melayang terlihat seperti Lusyen sedang memasak.
"huhh indahnya kehidupan keduaku ini hehe, sepertinya setelah aku menikahi semua wanitaku aku akan mengunjungi kerajaan kerajaan lain untuk mencari kebenaran Nina, aku penasaran seperti apa sekarang penampilan wanita cantik ku itu, saat masih di bumi dia adalah wanita yang sangat cantik, anggun dan seksi, entahlah setelah apa yang aku lakukan sekarang apa Mina masih mau dengan pria yang sudah menjadi badjingan seperti ku ini"
Lusyen menghela nafas panjang lalu dia memfokuskan diri pada masakannya, 30 menit kemudian semua masakan Sudah matang dan siap untuk di santap, Lusyen mengambil serbet putih.
"hehe dengan ini aku seperti para bangsawan yang sombong ckck, baiklah waktunya makan"
Baru saja akan menyuapkan makanan kedalam mulut, Lusyen merasakan ada seorang yang berniat buruk kepadanya dari balik semak semak yang cukup jauh dari Lusyen.
disisi Chen Cue, dia sudah lari selama 4 jam dengan kekuatan penuhnya dan saat dia ingin mencari tempat berlindung dia menemukan Lusyen yang berada di ranah jendral tingkat 1 saja, Chen Cue bermaksud untuk mengancam Lusyen jika perlu membunuhnya dan merampas hartanya.
__ADS_1
Namun baru saja dia ingin menyerang Lusyen tiba tiba di tenggorokannya sudah tertancap kayu bakar yang hampir membuat kepala Chen Cue putus, seketika pandangan Chen Cue memudar dan terus pudar dan akhirnya terjatuh ke dalam sungai yang langsung disambut oleh monster ikan yang tadi selalu mengawasi Lusyen.
...NEXT CHAPTER...