
Lusyen pun berdehem dan berkata "ehemm apa kalian berdua sedang sibuk? jika masih sibuk Gege akan menunggu",,,, Rica dan Bing Rue menoleh ke arah Lusyen, lalu rica angkat bicara "Gege kenapa diam di sana, kenapa tidak kesini dan menilai buah persik siapa yang besar dan lembut, milik Rier atau saudari Ruer!!! ,,,,,,, Lusyen tersenyum dan berkata "maaf Gege tidak bisa nanti Gege kebablasan",,,,,,,
Lusyen tak habis pikir dengan kelakuan 2 wanita cantik itu, kenapa harus membanding bandingkan di di luar, kenapa tidak di dalam rumah saja, tapi untungnya kediaman Bing Rue dikelilingi oleh pohon dan beberapa Aray pelindung, sehingga akan aman. Lusyen juga keheranan karena sikap rica sudah berubah 380° yang tadinya sangat dingin tak banyak bicara kini malah seperti burung beo saja, dan sepertinya Bing Rue juga tertular dari rica, padahal mereka berdua baru bersama selama 2 Minggu aja namun sikap Bing Rue sudah sangat barbar seperti Rica, padahal Bing Rue dia memiliki sikap yang tenang, rendah hati dan lembut namun kini???
karena rica mendengar Lusyen menolak tawarannya diapun mengangguk dan meneruskan kegiatannya bersama Bing Rue, 10 menit kemudian mereka berdua selesai dan memakai baju kembali, setelah itu mereka menghampiri Lusyen yang sedang menyeduh teh hijau di meja tempat biasa Bing Rue menatap langit, Lusyen dihampiri oleh Rica dan Bing Rue, mereka berdua langsung memeluk Lusyen dari depan dan belakang, lalu Bing Rue bicara "Gege apakah Gege akan pergi sekarang? jika iya bisakah Ruer minta berciuman dengan Gege?"
Lusyen pun mengangguk dan melaksanakan permintaan Bing Rue sekalian Rika juga menginginkannya, 30 menit kemudian mereka sudah cukup puas untuk mengurangi sedikit nafsu mereka dan Lusyen pun mengeluarkan 2 cincin dimensi, 1 cincin yang sangat mewah berpola kupu-kupu dan sangat cantik cocok untuk di pakai oleh wanita manapun, di dalamnya ada 500 pil kultivasi tingkat langit, pedang es tingkat surga, baju mewah dan 5000 pil pengumpul Qi tingkat bumi,,,,, cincin ke 2 cincin berpola bintang berisi 10.000 pil kultivasi tingkat bumi, 10 pedang sepiritual tingkat langit dan 15.000 pil pengumpul Qi tingkat bumi.
Lusyen pun tersenyum dan memegang tangan Bing Rue "Ruer ini terimalah pemberian dari Gege, anggap saja ini sebagai mahar untuk pernikahan kita nanti" Lusyen pun memberikan cincin berpola kupu-kupu tadi dan Lusyen pun melanjutkan pembicaraannya "dan ini cincin kedua untuk memenuhi permintaan Ruer untuk membantu sekate mawar supaya cepat menuju puncak, setelah sekate sudah naik kepuncak Gege akan menunggu Ruer untuk pulang ke rumah kita, jika Ruer ingin pulang, tinggal hubungi Gege saja lewat alat komunikasi dan Gege akan langsung menjemput Ruer"
__ADS_1
Bing Rue tersenyum dan mengangguk, mereka saling berpelukan dan Lusyen pun berangkat dari kediaman Bing Rue bersama Rica, Bing Rue tidak bisa mengantarkan Lusyen dan Rica keluar, karena hubungan Lusyen dan dirinya masih di rahasiakan dari para tetua dan murid murid sekate.
Lusyen keluar menggunakan jurus langkah kilat dan muncul di luar gerbang bersama Rica, seperti biasa Rica akan bermanja-manja memeluk tangan Lusyen, entah kenapa saat rica sudah tidak perawan lagi dia jarang sekali berkultivasi, padahal dirinya sudah berada di tahap nirwana tingkat 1 namun dirinya lebih memilih berleha leha di sisi Lusyen, seperti kucing minta makan.
saat di luar gerbang sekate, Rica pun bertanya "Gege sekarang kita akan kemana? apakah kita akan kehutan monster lagi? apa kita akan jalan jalan ketempat yang indah?",,,,,, Lusyen tersenyum dan menjawab "kita akan mengumpulkan uang hehe, ayo kita ke ibukota kerajaan hehe ayo kita berdua mengikuti turnamen yang digelar oleh keluarga xia untuk masuk ke dalam dimensi rahasia mereka, di sana pasti banyak monster kuat kuat",,,,,,, Rica mencengkram erat tangan Lusyen dan berkata "monster nya yang kuat kuat apa Gege hanya ingin wanita cantik saja?? bukankah jika berhasil melewati semua tantangan akan menjadi menantu klan xia? Gege pasti tertarik kan dengan wanita tercantik di ibukota kerajaan itu?"
Lusyen berkeringat dingin, karena Rica semakin galak saja padahal niat Lusyen hanya memanen poin sistem, namun di salah sangka kan oleh Rica, tidak mungkin juga Lusyen mengucapkan niat yang sebenarnya untuk berburu poin Kepada Rica, bisa bisa makin dibuat pusing untuk menjelaskannya.
Rica pun mengendurkan lagi cengkraman tangan Lusyen, dan dan memeluk dengan manja lagi namun tiba tiba Rica teringat "Gege Rier baru ingat wanita yang akan di jadikan hadiah dari klan xia itu adalah Kaka nya Lin xia loh, dan sepertinya sudari Lin xia tidak mengetahuinya. dan mungkin dia dijadikan hadiah atas usulan ibu tirinya yang terkenal sangat kejam, bahkan saat Lin xia ku angkat sebagai murid dia sedang di buru oleh pembunuh suruhan ibu tirinya itu"
__ADS_1
Lusyen kaget ternyata salah satu wanitanya itu ada yang bernasib buruk, dan kini kakak nya yang akan di jadikan hadiah sebagai pemenang turnamen, Lusyen langsung tergerak ingin menolong kakak dari Lin xia calon istri nya itu, supaya bebas dan hidup dengan pilihan diri sendiri tanpa menjadi alat orang lain.
Rica yang melihat wajah Lusyen yang penuh tekad itu iya hanya menghela nafas dan bergumam *haisss nambah saudari lagi, kapan Gege ku ini berhenti menambah wanita, aku akan memberikan batas sampai 15 wanita jika Gege masih ingin menambah lagi mending aku potong saja benda besar milik Gege itu supaya kapok* ,,,,,,, Sambil menatap kebawah menatap sarang naga jumbo Lusyen yang tertutup beberapa lapis kain.
lalu Lusyen pun membawa Rica ke kota awan biru untuk jalan jalan sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke ibukota kerajaan, Lusyen sengaja tidak terlalu buru buru karena dia masih memiliki waktu selama 2 Minggu lagi hingga acara itu di mulai.
bagi orang orang biasa dalam jangka waktu 1 bulan sudah berangkat ke ibukota kerajaan karena jaraknya yang sangat jauh, namun bagi Lusyen yang berbeda di tingkat sains dan memiliki jurus langkah kilat, maka bisa di prediksi hanya membutuhkan waktu 3 hari saja, dan itu sambil membawa Rica.
NEXT CHAPTER
__ADS_1
jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk