
"dikamar ini tidak ada juga, dan tidak mungkin nona Xia bersama dengan pria, dia sangat membenci peria makanya dia kabur" ucap penjaga itu dan pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab atas rusaknya pintu.
sebenarnya Xia Yuxin bukan membenci pria, tapi dia hanya akan menuruti kakak nya, jika kakak nya memilih pria maka dia yakin dengan pilihan kakak nya, jika kakak nya menikah maka dia juga akan menikahi peria yang sama dengan kakak nya.
karena selama beberapa tahun ini kakak nya tidak ada, jadi Xia Yuxin menjadi sangat dingin kepada pria dan selalu menjauhi pria, jadi orang orang menganggap putri keluar xia sangat membenci pria, bahkan ada rumor Xia Yuxin itu menyukai sesama jenis.
...----------...
pagi hari Lusyen terbangun dari tidurnya, kepala Lusyen sangat berat seperti dunia sedang berputar, bagaimanapun Lusyen mempelajari 3 jurus secara bersamaan, bahkan Lusyen pun tidak tahu ke 3 jurus itu berada di tingkatan apa saja.
"heyyy sistem kenapa kepalaku sangat berat, dan lagi kenapa saat malam aku tiba tiba tertidur, padahal aku baru bebera puluh menit baru bangun dari tidurku"
Lusyen terus memegangi kepalanya yang sangat berat dan pusing, namun tidak ada tanggapan sama sekali dari sistem, Lusyen pun sedikit berfikir meskipun kepalanya serasa ingin pecah.
"kenapa sistem tidak menjawab, apakah proses upgrade nya sudah di mulai tanpa menungguku siap? hais padahal aku ingin membeli sesuatu terlebih dahulu sebelum sistem upgrade, buka status"
[DING]
Nama : Lusyen
ras. : manusia
tubuh : 5 elements ✓
keahlian. : master memasak, alkemis, arsitek pro
kultipasi. : sains tingkat 2
jurus : Langkah kilat (tingkat surga). - tarian pedang bulan(emperor), kitab penyamaran kultipasi(surga), tehnik penggetar langit (sains), jurus kesunyian(sains), tehnik penyamaran (surga)
__ADS_1
senjat : - pedang ketenangan (bumi) - pedang Phoenix api (emperor) - pedang 5 elemen (emperor)
toko sistem
tunggangan : -----
penyimpanan :
-poin sistem 278.950.000
-poin pengalaman 644,200,000
-tombak angin (bumi)
-jurus pedang lotus
Lusyen membeku melihat poin sistemnya, yang tadinya memiliki 9 enol kini hanya 8 enol saja, namun Lusyen ingin melihat jurus yang dia beli itu dan hasilnya sangat terkejut,
"sebenarnya apa yang terjadi dengan Lu Mey ini, dia marah marah tidak jelas, dan memberikanku tehnik mahal, hais lupakan nanti kutanyakan padanya saja setelah selesai upgrade, lagi pula aku akan menanyakan maksud dari perkataannya yang mengatakan mengabulkan dan memberikan semuanya kepadaku, itu yang mengganjal pikiranku semalam"
"ckck uangku tidak habis dengan sia sia, malahan ini lebih untung bisa mendapatkan 2 tehnik tingkat sains dan 1 tingkat surga, kupikir semalam aku hanya membeli jurus tingkat langit saja haha, setelah Lu Mey selesai upgrade aku akan memberikan 1 permintaan sebagai rasa terimakasih ku"
ketika Lusyen berbicara sendiri, ternyata ada seseorang yang sedang mengamatinya dari tadi, Lusyen terus berbicara sendiri dengan keras karena senang, orang yang mengamati Lusyen dari tadi pun geleng-geleng kepala.
"ehem"
Lusyen berbalik melihat suara itu, dan ternyata yang mengamati Lusyen dari tadi itu adalah nenek cu, nenek cu melihat tingkah Lusyen sedikit aneh.
"ahhh selamat pagi nenek cu, maaf aku tidak menyadarinya akibat terlalu senang hehe" Lusyen tertawa canggung karena sangat malu.
__ADS_1
"nak Lusyen memangnya siapa wanita yang bernama Lu Mey itu? bukankah nak Lusyen adalah calon suami dari kakak nya nak Yuxin? apakah nak Lusyen memiliki wanita lain selain nak Xia?
Lusyen mengerutkan keningnya karena nenek cu ini sepertinya sedikit salah paham kepada dirinya.
"nek Lu Mey itu bukan wanitaku namun lebih seperti adik atau semacamnya, bahkan aku belum pernah melihatnya langsung, hanya bisa mendengar suaranya saja, dan untuk aku memiliki banyak wanita ya itu benar, bukan hanya kakak nya Xia Yuxin tapi guru serta teman nya juga akan menjadi istriku nek hehe"
nenek cu geleng geleng kepala, karena selama ini dia pikir Lusyen orang yang hanya memiliki satu wanita saja, namun ini malah main embat semua, bahkan guru serta muridnya pun di embat, jangan jangan ibu dan anak pun Lusyen embat.
namun perkiraan nenek cu itu tepat sasaran, tapi nenek cu tidak tahu kebenarannya karena dia hanya sedikit menebak saja, karena Lusyen tidak menjelaskan siapa saja wanita yang akan menjadi istri istrinya itu dan hanya bilang guru dan murid saja.
"baiklah kalau begitu nenek sudah mengerti dengan rasa penasaran nenek, oh ya bagaimana semalam? nak Lusyen tidak kenapa Napa kan, dilihat dari kebanyakan pintu, sepertinya para pengawal yang memeriksa itu dengan paksa mendobrak pintu, banyak sekali pintu kamar yang rusak" nenek cu menghela napa dengan kerugian yang dia alami itu.
sebenarnya nenek cu ingin sekali berhenti bekerja namun dia hanya hidup sebatang kara saja, makanya dia membuka penginapan untuk mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
*****
"ahhh aku tidak kenapa kenapa nek, mungkin mereka menghancurkan pintu saat aku sedang tertidur pulas, lagi pula aku tiba tiba mengantuk berat saat nenek pergi"
"dan untuk pintu pintu yang rusa biar aku saja yang ganti nek, lagipula ini disebabkan oleh ku juga, nenek jangan menolak" nenek cu hanya terdiam saja dengan ucapan Lusyen tanpa membantah.
Lusyen pun mengeluarkan 1 cincin penyimpanan dan menyerahkannya kepada nenek cu, "nek ini sebagai ganti rugi semua pintu dan bayaran untuk menginap selama 10 hari"
nenek cu pun mengambil cincin itu dan memeriksa kedalam nya, setelah memeriksa cincin tersebut nenek cu mundur dan menjatuhkan cincin itu sambil bergetar.
"nak Lusyen nenek tidak berani untuk menerima pemberian nak Lusyen, jumlah itu terlalu mengerikan untuk nenek, penginapan nenek saja sebulan hanya menghasilkan 1-200 koin emas tapi nak Lusyen memberikan 5 juta koin emas" nenek cu masih bergetar saat membayangkan tumpukan koin emas yang menyerupai bukit
Lusyen geleng geleng kepala, Lusyen pun mengambil kembali cincin itu dan berkata "nek tolong terima ini sebagai rasa terimakasih ku kepada nenek karena mau menjaga adik ipar ku Xia Yuxin, lagipula uang segini hanya uang kecil terima saja nek, aku tidak ingin ada penolakan"
nenek cu menjadi serba salah karena dilema, jika menolak maka itu akan menyakiti hati Lusyen, dan jika menerima nenek cu takut diketahui oleh orang lain dan berusaha merampoknya, nenek cu terus berfikir dan akhirnya berkata "nak Lusyen bagaimana jika nenek menjadi pelayan nak Lusyen saja, itu sebagai ganti untuk uang yang nak Lusyen berikan"
__ADS_1
...NEXT CHAPTER...
...jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk...