PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
Rencana aliran sesat


__ADS_3

Lusyen pun menyapa "halo bibi, apa bibi tau dimana kedai arak yang sering orang orang kunjungi?,,,,, resepsionis itu menjawab dengan senyuman "tuan muda terimakasih atas kemurahan hati tuan muda tadi pagi dan untuk kedai arak itu terletak di depan penginapan surga dunia",, Lusyen mengangguk "terimakasih bibi atas informasi nya aku pergi dulu" Lusyen pun keluar dari penginapan sederhana itu menggunakan topeng hitam seperti biasa.


lusyen terus berjalan dengan santai tanpa memperdulikan orang orang sekitar yang terus memandanginya, tak lama kemudian Lusyen pun sampai di depan kedai arak yang di maksud bibi resepsionis tadi, Lusyen melirik ke kanan dan terlihat Penginapan, ya bisa di bilang tempat untuk para lelaki kurang perhatian dari wanitanya.


Lusyen pun masuk ke dalam kedai arak tersebut tapi tidak ada kursi yang tersisa untuk Lusyen duduki, terpaksa Lusyen berdiri di samping meja bar dan memesan 1 botol arak terbaik.


"Bos apa ada kursi untuk ku duduki? saya ingin memesan 1 boto arak terbaik yang ada disini dan 1 piring camilan, peria pemilik Kedai arak yang berusia sekitar 35 itu menjawab "tuan maaf tapi tidak ada kursi yang tersisa, karena akhir akhir ini ramai akan pengunjung dari berbagai kota lain, apa tuan jadi memesan?


Lusyen hanya pasrah dan mengangguk "iya siap kan saja pesanan ku yang barusan",,, pemilik kedai itu mengangguk "baiklah tuan tunggu beberapa saat kami akan menyiapkan nya"


Lusyen mulai menajamkan pendengarannya dari orang orang sekitar yang ada di dekatnya karena membahas sesuatu tentang ritual terlarang itu, Lusyen menjadi semangat, karena ini adalah informasi yang dia butuhkan tapi secara langsung dapat mendengarnya tanpa menunggu lama sambil berdiri.


"hey apa kalian tau anak walikota batu kemarin malam sudah di culik, sepertinya itu orang orang ajaran sesat itu" ucap pemuda yang ada di bangku kiri pojok kepada teman yang sepertinya berasal dari luar kota batu, temannya itu bertanya "apakah ada petunjuk kemana di bawanya para wanita yang di culik itu?" peria muda tadi menjawab "ada petunjuk mereka di bawa ke lembah kabut yang ada di utara kota batu ini, tapi medannya sangat sulit karena selalu tertutup kabut yang tak bisa di hilangkan, penguasa kota pun dibikin tidak bisa berkutik saat berada di dalam sana, makanya sampai sekarang anaknya tidak bisa ditemukan.

__ADS_1


Lusyen yang mendengar tentang kabut yang tak bisa hilang itu jadi sangat tertarik "hehe sepertinya aku harus melihat sendiri kabut seperti apa yang tak bisa di hilangkan? apakah awan Quinton milik sun go Kong yang legendaris itu atau hanya kabut biasa saja?


Pesanan Lusyen pun datang dan kebetulan kelompok peria yang membicarakan tentang penculikan anak tuan kota tersebut akan pergi, Lusyen tersenyum "keberuntunganku sangat mantap sekali hehe, informasi sudah ada dan sekarang meja pun ada ckckck, ayo lanjutkan mendengar rumpian orang orang lagi.


Lusyen mendapatkan satu informasi lagi yang sangat rahasia, tapi berkat pendengaran Lusyen yang sudah berada di Ranah Nirwana puncak sangat sensitif, "dikatakan akan ada artefak yang akan muncul saat di malam purnama yang akan tiba, di bagian timur kota batu, berarti bertepatan dengan berlangsungnya ritual terlarang.


Lusyen curiga jika yang menyebarkan Rumor itu adalah anggota aliran sesat tersebut untuk pengalihan, supaya tidak banyak orang yang mengganggu ritual peningkatan kekuatan mereka. tapi itu belum tentu benar, itu hanya sepintas dugaan Lusyen saja.


Lisyen berdiam diri di kedai arak samapi pagi dan tidak mendapatkan informasi yang menarik lagi baginya, "hais sia sia saja aku berdiam diri disini sampai pagi, tak ada satupun informasi yang menarik lagi seperti 2 informasi utama,


Disisi lain di lembah kabut sekelompok orang yang berjumlah 12 orang ranah kaisar tingkat 5-8 sedang berkumpul dan menghitung wanita hasil dari menculik mereka, mereka membuka jalan kepada peria tua yang sepertinya adalah pemimpin/dalang dari semua kejadian di kota kota yang menjadi korban kelompok aliran sesat ini.


seorang bawahan melaporkan hasil penculikan wanita muda "pemimpin kita hanya membutuhkan 2 wanita muda lagi untuk menyelesaikan persiapan kita, jadi apa malam ini kita akan beraksi lagi?,,,, pemimpin aliran sesat itu tertawa terbahak bahak, dan berkata "haha ayo kita culik beberapa wanita muda untuk kita nikmati, setelah itu kita kembalikan saja wanita yang sudah kita perkosa itu ckckck, tapi kita akan melakukanya besok siang, bayangkan saja kita bisa memanjakan tubuh kita dan malamnya meningkatkan kekuatan dengan instan?

__ADS_1


anak buah peria tua itu semuanya tertawa terbahak bahak di lembah kabut itu, "tapi pemimpin di bagian timur kota ada desas desus akan muncul artefak tingkat langit, jadi apa yang akan kita lakukan? pasti di sana banyak master ranah Nirwana yang memburu artefak itu.''


Tenang saja mereka tidak akan mengusik kita saat ada artefak itu keluar, dan malah membuat kita lebih aman karena banyak orang yang memburu artefak, sedangkan kita bisa dilupakan hahaha.


hari pun mulai siang dan berganti sore dan menjelang malam, Lusyen bangun saat sudah malam, sambil menoleh kiri kanan "hemmm? perasaan aku sudah tidur sangat lama tapi kenapa langit masih gelap?" Lusyen tidak sadar dirinya sudah tidur seharian, Lusyen pun keluar kamar dan menuju ke lobi penginapan dan menyapa bibi resepsionis "selamat pagi bibi, kenapa bibi pagi pagi seperti ini sudah berjaga di kasir?


bibi Resepsionis itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal "tuan muda kenapa pagi? bukanya ini baru saja malam?,,,, Lusyen tertegun "ehh malam? apa aku tertidur seharian setelah pulang dari kedai arak itu?,, Lusyen malah bertanya, bibi itu hanya menggelengkan kepala "tuan muda tadi pagi pagi datang dengan sempoyongan dan masuk ke kamar dan tertidur dengan pulas, makanya tuan muda tidak sadar, sedikit saran tuan muda harus mengurangi meminum arak, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi hihihi"


Lusyen garuk-garuk kepala yang tidak gatal karena bingung dan malu juga "sepertinya benar perkataan bibi, aku harus mengurangi minum arak, itu membuat pikiranku sangat kacau.


Lusyen pun kembali ke kamar dan membersihkan diri karena bajunya masih bau alkohol yang sangat menyengat, Setelah selesai Lusyen duduk di atas kasur sederhana penginapan, dan bergumam *hemm waktu ritual itu akan terjadi besok malam jadi besok pagi pagi aku akan pergi ke lembah kabut, Lusyen tidak kembali ke pagoda dunia karena terlalu mager.


#NEXT CAPTER

__ADS_1


jejak nya kaka biar author semangat mengeluarkan ide ide terbaiknya. Like dan komen nya ok vote juga boleh kok


__ADS_2