PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
rencana yang gagal


__ADS_3

bagi orang orang biasa dalam jangka waktu 1 bulan sudah berangkat ke ibukota kerajaan karena jaraknya yang sangat jauh, namun bagi Lusyen yang berbeda di tingkat sains dan memiliki jurus langkah kilat, maka bisa di prediksi hanya membutuhkan waktu 3 hari saja, dan itu sambil membawa Rica.


Lusyen masih bersantai santai saja dengan Rica, banyak orang orang yang memperhatikan mereka berdua yang terlalu mencolok dengan jubah putih terang, Meskipun Rica memakai penutup wajah namun kecantikannya masih saja terlihat jelas, sedangkan Lusyen memakai jubah dan topeng serba putih, keduanya terlihat seperti bangsawan elit.


Lusyen menghiraukan tatapan mereka dan tetap menemani Rica yang selalu memborong habis makanan yang menurutnya enak, tentu saja itu menggunakan uang Lusyen, meski begitu Lusyen hanya menghabiskan 5 poin sistem saja untuk di tukar menjadi 10,000 koin emas. wahh murah bangent


tidak ada yang berani mengganggu mereka berdua, karena Lusyen dan Rica sengaja memperlihatkan basis kultivasi nya, meskipun Lusyen sudah menekannya ke ranah nirwana tingkat 3 dan Rica masih tetap berada di ranah nirwana tingkat 1, karena dia belum berkultipasi lagi saat terakhir kali ia menerobos ranah nirwana.


setelah Rica puas memanjakan diri dengan makanan Lusyen pun mengajak rica untuk melanjutkan perjalanan, saat di luar kota awan biru Rica bertanya "Gege apa Gege sudah pernah melawan musuh yang berada di ranah sains juga?


Lusyen pun menoleh ke arah rica dan menjawab "Gege belum pernah, tapi yang jelas jika musuh Gege setra dengan Gege, maka cukup 1 x tebasan biasa saja Gege bisa membunuhnya!!"


Lusyen menyombongkan diri dengan bangga kepada Rica, karena memang kenyataannya begitu, namun Lusyen selalu bermain main sebelum membunuhnya, makanya setiap Lusyen bertarung akan memakan waktu sedikit lama. Rica mengangguk senang dengan adanya pria kesayangannya itu, dia bisa santai tanpa takut ada yang menggangu nya karena kecantikan dan tubuh seksi nya itu.


keduanya pun terus melakukan perjalanan, dan rica pun meminta diajarkan cara menekan tingkatan kultivasi kepada Lusyen, Lusyen pun tersenyum dan mengangguk, seperti biasa Lusyen hanya mengalirkan jurus tersebut yang di bantu oleh sistem, supaya Rica langsung bisa menguasainya.

__ADS_1


Rica terkejut dengan cara Lusyen mengajarkan tehnik penekan kultivasi tersebut hanya dengan beberapa tarikan nafas saja dan diapun langsung menguasainya, Rica pun bergumam *benar benar monster jenius, hehe pria kecilku ini sungguh hebat dalam segala bidang terutama di ranjang hehe*


Rica pun menurunkan tingkat kultivasi nya ke tingkat raja tingkat 5 , Lusyen yang melihat itu memicingkan matanya dan berkata "Rier kenapa Rier menurunkannya sangat jauh? apa Rier punya suatu rencana?


Rica mengangguk dan berkata "iya Gege Rier ingin membasmi bandit bandit yg ada di sekitar kota awan biru ini yang selalu mengganggu warga kota dan murid sekate mawar"


Lusyen pun mengangguk dan ikutan menurunkan tingkat kultivasi nya juga ke ranah prajurit tingkat 7, Lusyen pun melirik ke arah rica dan berkata "jika ingin memancing bandit kita harus menurunkan ketingkat yang paling lemah sepertinya tingkat prajurit adalah sasaran empuk, Rier juga turunkan lagi, dan samakan seperti Gege"


Rica tersenyum dan mengangguk, "Iya Gege Rier lupa jika pemimpin bandit itu hanya berada di ranah raja tingkat puncak mana mungkin dia akan mengambil resiko jika Rier menekan hingga ranah raja juga" Rica pun menurunkan kembali sampai ke ranah prajurit tingkat 4, yang akan menjadi sasaran empuk untuk para bandit.


Rica yang melihat itu terkejut karena Lusyen mengeluarkan kereta kuda mewah dan beberapa karung koin emas, Rica bertanya tanya dalam hatinya *seberapa banyak jumlah kekayaan suamiku ini, ini sudah tidak masuk akal lagi, karena dia memiliki banyak artefak super langka dan puluhan ribu pil langka* namun Rica tidak mempermasalahkan hal itu dan memilih untuk diam saja dan menikmati kemewahan yang Lusyen berikan.


Rica pun naik ke gerbong kereta kuda mewah itu dengan perasaan takjub karena didalam lebih mewah daripada tampilan luarnya, Lusyen yang akan menjadi kusir, Rica pun berkata "Gege mohon bantuannya ya hehe Rier ingin tidur sebentar jika bandit nya datang Gege saja yang urus ya hehe"


Lusyen geleng-geleng kepala dan menjawab "Bukannya ini kemauan Rier untuk membasmi bandit? tapi kenapa malah jadi Gege yang harus melenyapkan bandit itu?" Lusyen sebenarnya cukup malas juga karena seharian dia hanya menjadi pembawa barang saat di kota awan biru

__ADS_1


Rica pun membuka tirai yang menutup tempat kusir dan berkata "apa Gege mau Rier manjakan dulu dalam kereta supaya Gege bersemangat? lagi pula ini juga buat calon istri Gege juga saudari Bing Rue"


Lusyen pun menoleh ke belakang dan mengangguk "baik lah Gege ingin Rier beberapa ronde sebelum perjalanan hehe tapi kita akan mencari tempat aman dulu" Lusyen seperti serigala buas yang ingin memangsa buruannya


Rica hanya terkekeh geli melihat kelakuan Lusyen dan berkata "hehe santai saja gege, Rier tidak akan kemana mana dan sekalian juga sebagai hadiah karena sudah menemani Rier berbelanja tadi" Rica tau Lusyen tadi mod nya sangat jelek karena di paksa memakai pakaian wanita dan menyuruh Lusyen membawa barang bawaan tanpa menyuruh memasukkan kedalam cincin dimensi.


Lusyen pun mulai melajukan kereta kuda mewah nya menuju kedalaman hutan 15 menit kemudian dirasa sudah aman Lusyen langsung membuka tirai kereta dan Langsung melucuti pakaiannya, kereta mewah itu bergoyang goyang dengan keras seakan seperti bisa runtuh kapan saja dan diiringi teriakan manja Rica.


3 jam kemudian akhirnya kereta kuda itu berhenti bergoyang dan hari pun mulai gelap, yang tadinya mau menjebak bandit malah jadi pertempuran panas yang di lakukan Lusyen dan Rica.


Kereta kuda yang di terangi oleh cahaya senter hp yg di keluarkan oleh Lusyen, Rica dan Lusyen kini sedang berpelukan sehabis melakukan pertempuran panas mereka, Rica pun berkata "Gege kata Gege hanya 2 ronde saja tapi sekarang kita malah bermalam di sisni, yang tadinya mau menjebak bandit malah jadi seperti ini"


Lusyen terkekeh melihat tingkah Rica yang pura pura marah namun tubuhnya berkata lain, Lusyen pun membuka suara "hehe maaf tadi Gege terlalu bersemangat sampai lupa waktu, besok kita harus membasmi mereka tapi untuk malam ini Rier harus bertempur lagi dengan Gege hehe" Lusyen pun menerjang Rica lagi.


NEXT CHAPTER

__ADS_1


jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk


__ADS_2