PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
Rencana pengaduan


__ADS_3

di dunia lantai 1 terjadi kehebohan karena tiba tiba muncul portal berwarna biru, rica, Yinsui, Alicia dan wanita Lusyen lainnya sangat hati-hati dengan kemunculan portal yang tiba tiba itu, dan mereka berharap Lusyen muncul untuk menjelaskan kejadian aneh itu namun Lusyen tak kunjung datang.


"saudari Rica portal apa itu, kenapa tiba-tiba muncul, namun tidak ada sesuatu yang keluar dari dalam" Yinsui bertanya kepada Rica dengan keheranan.


"aku juga tidak tahu, mungkin itu di lakukan oleh Lu Gege?"


mereka semua akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan apa apa dan menunggu Lusyen, karena biasanya hanya Lusyen lah yang bisa membuka portal di pagoda 7 dunia miliknya itu.


...*****...


disisi Lusyen kini Anita dan anjiana sedikit ragu untuk memasuki portal tersebut, karena mereka tidak tau harus bicara apa dengan wanita wanita Lusyen yang lain.


Lusyen yang melihat keduanya ragu ragu pun mengusulkan "sebaiknya aner bawa saja juaner, jadi nanti di sana supaya tidak terlalu canggung dengan adanya juaner yang lucu menggemaskan itu"


Anita pun mengangguk"baiklah Gege, sekalian aner juga ingin memperkenalkan ibu ibu baru kepada zuaner, pasti dia akan senang memiliki banyak ibu"


Lusyen tersenyum dan bergumam *bukankah aku akan menjadi ayah? saat aku nanti menikahi mereka, aku akan langsung menjadi ayah*


"baiklah itu lebih bagus, apa jadinya ya jika zuaner mengetahui bahwa sekarang aku sekarang sudah menjadi ayahnya hehe" Anita cekikikan dan menatap anjiana.

__ADS_1


"jianer lihatlah lelaki tampan yang ada di depan kita ini adalah ayahmu, namun kamu malah tidur dengan ayahmu hehe" Anita cekikikan melihat wajah anjiana, dia sengaja ingin melihat reaksi anaknya itu, dan hasilnya Anita cekikikan.


"ibu jangan menyindir jianer terus, bukankah itu keinginan ibu juga" wajah anjiana sangat merah antara malu dan bercampur kesal.


"ayolah anak ibu tercinta, jangan ngambek begitu, nanti ibu bilang ke gege biar kita bermain di balkon kamar apa mau?"


Lusyen yang di bawa bawa namanya hanya diam melihat candaan yang di lakukan kedua wanita cantik itu, dan memutuskan untuk membangunkan anzuan daripada menunggu 2 wanita yang sedang membahas 18+ tersebut.


Lusyen pun membuka kamar anzuan, Lusyen tersenyum karena anzuan ternyata sudah bangun dan sedang mencoba menyerap aura speritual di kasur nya "juaner ayo ikut kakak keluar, ibumu ingin mengajak zuaner ke suatu tempat"


anzuan pun membuka matanya dan langsung berdiri "kakak Lu kapan Kaka bisa mengajarkan tehnik yang kakak janjikan, sekarang sudah terang namun kenapa disini zuaner tidak bisa menyerap energi spiritual? bahkan tidak merasakannya"


Lusyen mengangguk dan berkata "itu karena di dunia kedua ini, sengaja KK tidak memberikan energi sepiritual, karena tadinya tempat ini di khususkan untuk bulan madu saja hehe" Lusyen tertawa canggung, dia malah mengotori kepolosan calon anaknya itu, namun untungnya anzuan tidak faham maksud dari Lusyen


pertama Yinsui sekarang sudah berada di ranah penempaan tubuh tahap Tian tingkat 5, karena Yinsui mendapatkan elemen cahaya milik Lusyen setelah menidurinya dan sekarang calon anaknya, padahal Lusyen hanya memberikan pemahaman saja namun sekarang calon anaknya itu sudah 3 x mengalami terobosan padahal baru beberapa jam.


*apakah semua orang yang ada di sekitarku adalah orang orang jenius? jika seperti itu, itu sangat bagus ckck* Lusyen membatin tanpa memperdulikan anzuan yang sudah berada di depannya.


"kakak Lu bukanya tadi ibu menyuruhku bertemu dengan nya, tapi dimana ibuku sekarang, dan juga dimana tempat ini, kenapa sangat asing?" anzuan membanjiri Lusyen dengan pertanyaan.

__ADS_1


karena Lusyen ingin buru buru kabur sebelum terlambat, dia memutuskan untuk menarik tangan anzuan dan membawanya kepada Anita dan anjiana, namun dari jauh Lusyen sudah mendengar rencan kedua wanita cantik itu sedang merencanakan akan mengadukan Lusyen kepada wanita wanitanya yang lain, karena sudah meniduri ibu dan anak tanpa memberikan istirahat, Lusyen melihat keduanya cekikikan sambil menatap Lusyen.


Lusyen pun hanya tersenyum tidak berdaya, pasti setelah nati dia kembali, bakalan di cecer oleh Rica dan yang lainnya, karena ibu dan anak yang akan menjadi istrinya itu akan mengadukan Lusyen, maka Lusyen "Zuaner kamu kembali dulu ke kamar dan bersihkan badanmu dan pakailah baju ini" Lusyen memberikan baju yang sangat cantik dan keren yang tentunya sangat mewah kepada anzuan.


anzuan sangat kegirangan karena mendapat baju yang sangat bagus dan berkata "kakak Lu terimakasih dan di mana kamar mandi nya" Lusyen pun menjawab dengan cepat "dikamar tidur zuaner tadi ada kamar mandi loh"


tanpa menjawab, anzuan langsung berlari tanpa menyapa ibunya, kini tinggal ada Lusyen dan kedua wanitanya itu "hoho apa aner dan jianer akan mengadukan Gege kepada saudari kalian? kalo begitu Gege akan memberikan hadiah kecil"


Lusyen pun langsung membawa ibu dan anak itu ke balkon kamar yang di sukai anjiana, ibu dan anak itu sangat kaget karena tiba tiba muncul di balkon kamar dengan Lusyen, tak berselang lama terdengar suara teriakan manja dari keduanya.


30 menit kemudian Lusyen menghentikan aksinya, terlihat Anita dan anjiana sangat kelelahan dan Anita pun berbicara "teganya Gege memperkosa ibu dan anak, sepertinya Gege harus benar benar di adukan kepada wanita wanita Gege yang lain" meskipun Anita berkata demikian namun itu sambil menarik Lusyen supaya meneruskan aksinya.


Lusyen yang tau bahwa Anita dan anjiana ingin nambah, diapun menjawab "cukup sampai disini saja karena calon anaku pasti sudah menunggu kalian berdua, jika di teruskan Gege takut kita akan menodai kepolosan zuaner"


Anita paham dengan maksud Lusyen, jadi dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tapi berbeda dengan anjiana dia tampak kecewa dan melirik ke arah pintu kamar mandi, Lusyen yang melihat tingkah anjiana pun mengerutkan keningnya sebelum Lusyen akan bicara namun didahului oleh anjiana "Gege selagi ibu masih membersihkan diri, jianer ingin melakukannya lagi"


Lusyen pun tanpa menjawab langsung menyikat anjiana "baiklah tapi jangan bersuara oke, lagi pula Gege sudah berada di puncak" anjiana mengangguk kegirangan dan mereka pun bersatu kembali.


15 menit kemudian Anita keluar dari kamar mandi dia merasa heran kenapa anaknya anjiana malah berbaring di ranjang dan nampak sangat kelelahan dengan nafas memburu, Anita mencari Lusyen ke sekeliling kamar namun Lusyen sudah tidak ada, ya Lusyen buru buru kabur ke lantai 1 untuk mandi di sana.

__ADS_1


NEXT CHAPTER


jangan lupa untuk selalu like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk


__ADS_2