
sedangkan si penculik yang dibicarakan para tetua sekate mawar sedang asik asiknya minum arak dan menjadi pendengar setia orang orang yang bercerita dan membeberkan informasi, lusyen sesekali bersin dan bergumam *sial siapa yang selalu mengutukku? apa ini kerjaan yiner dan Rier yang kesal kepadaku karena kabur begitu saja hehe* Lusyen pun melanjutkan pendengarannya dan menajamkan pendengarannya ke salah satu meja yang berada di ujung ruangan.
Lusyen mendengar, artefak yang akan muncul itu adalah peninggalan dari seorang petapa masa lampau tang sudah mati, dan kemungkinan artefak yang akan muncul itu tipe pertahanan,, Lusyen tidak tertarik dengan itu tapi tertarik dengan orang orang yang akan memperebutkan artefak itu sendiri yang berada di ranah kaisar sampai Nirwana,
Lusyen semangat karena dia bisa mencoba kekuatannya kepada orang orang yang berniat jahat, biasanya dalam persaingan akan selalu ada orang yang berniat buruk, maka Lusyen lah solusinya yang akan membantai mereka.
Lusyen tidak mendapatkan apa apa lagi setelah pembicaraan itu dan kebanyakan orang orang sedang bercerita tentang para wanita yang di culik berhasil selamat tanpa luka dan ritual pengorbanan pun tidak akan ada lagi di kota batu, dan orang yang menyelamatkannya yang bernama Lusyen dan masih muda.
Lusyen menghiraukan aksi heroiknya yang sedang ramai diperbincangkan, namun di suatu toko pencetakan sedang mencetak wajah Lusyen yang sedang memakai topeng hitam, dan itu sangat mirip sekali dengan ciri ciri Lusyen sekarang. dan itu akan di tempel di jalanan kota, bahkan anak tuan kota ingin dibuatkan patung air mancur yang berbentuk wajah lusyen di halaman belakangnya. tuan kota sampai geleng geleng kepala dengan tingkah putrinya itu.
hari pun menjelang malam, dan mulai banyak kultivator kultivator mulai berkumpul di gerbang kota untuk mempersiapkan keberangkatan mereka menuju gunung batu yang akan muncul artefak saat bulan purnama tiba, seperti informasi yang mereka terima.
__ADS_1
Awalnya Lusyen sangat aneh dengan informasi itu karena siapa yang menyebarkan informasi itu? jika memang benar ada artefak bukanya dia mengambilnya atau ada penjaga yang sangat kuat makanya memilih menyebarkan Rumor dan mengambil keuntungan saat orang lain melawan penjaga tersebut, tapi Lusyen tidak peduli karena dia sekarang sudah jauh sangat kuat dan setara 5 sesepuh pelindung kerajaan.
setiap kerajaan akan memilih 5 orang terkuat untuk menjadi pelindung atau pondasi dari kerajaan itu sendiri, dan setiap kekaisaran akan memilih 1000 orang yang berada di ranah saint puncak dan minimal untuk menjadi kaisar adalah ranah emperor tingkat 1, di dunia kultivator ini hanya mementingkan kekuatan dan kekuasaan jadi wajar saja, banyak wanita yang mudah sekali jatuh cinta dengan orang kuat apalagi dia sangat tampan dan kaya, para wanita tidak akan pikir panjang untuk menyerahkan semua miliknya untuk kultivator tersebut, namun tidak semua wanita seperti itu tapi hanya kebanyakan saja.
Lusyen pun ikut berkumpul di gerbang kota, dan beberapa pemuda dan wanita menghampiri Lusyen dan bertanya "hey adik junior apakah kau sudah memiliki kelompok ? jika tida ayo bergabung bersama kami, semakin banyak orang semakin aman pula keselamatan kita",,,,,, Lusyen menolak ajakan mereka dengan alasan sudah memiliki kelompok "maaf para senior tapi aku sudah memiliki kelompok, dan kelompokku sedang dalam perjalanan, mereka baru selesai makan malam di restoran.
kelompok yang menawari Lusyen untuk bergabung itu mengangguk dan mengerti "ahh sayang sekali jika adik junior sudah memiliki kelompok, baiklah jika begitu semoga beruntung",,,,, Lusyen hanya mengangguk ringan dan mulai menyingkir dari kerumunan dan bersandar di tembok kota, menunggu semua kultivator itu bergerak
hanya membutuhkan 30 menit saja untuk mereka semua sampai di gunung batu tersebut, Lusyen mengamati sekitarnya tapi tidak menemukan hal menarik atau aneh, itu seperti gunung batu biasa dan tidak ada keunikan sama sekali, Lusyen bergumam *cihhh tempat yang sangat buruk, di sekelilingku hanya ada batu batu saja tidak ada pemandangan indah gitu untuk mencuci mata, wanita pun tidak masalah asal secantik wanita wanitaku hehe*
Lusyen pun sedikit menjauh dari kumpulan kultivator tersebut dan memilih untuk menyalakan api unggun dengan element apinya untuk menghangatkan tubuh dan memanggang beberapa daging untuk mengisi perutnya. dan mengundang penglihatan semua orang tertuju kepada Lusyen, Lusyen yang merasa dirinya ditatap oleh orang orang memilih mengabaikannya saja.
__ADS_1
beberapa remaja menghampiri Lusyen dan memperkenalkan diri, "salam senior apa kami boleh bergabung dengan senior? perkenalkan namaku alicia dan ini teman temanku murid dari akademi kerajaan",,,,, kelompok mereka terdiri dari 4 wanita dan 3 peria, mereka memanggil senior karena menyangka Lusyen lebih tua dari mereka, namun Lusyen hanya mengangguk saja tanda untuk mengizinkan mereka bergabung ditempatnya,,,,
Lalu lusyen berbicara "hebat juga akademi kerajaan malah mengirim murid yang berada di ranah prajurit dan jendral? kemana para pembimbing kalian pergi, apa mereka menyuruh kalian untuk mati,",,,, Lusyen malah menyindir mereka, namun mereka malah tersenyum dan faham dengan maksud yang dikatakan lusyen tersebut.
karena mereka tau peria yang ada didepannya itu adalah pahlawan kota batu, makanya mereka tidak marah maupun protes, malahan mereka menjelaskan bagaimana mereka ada disini "senior kami disini tidaka akan ikut dalam perebutan pusaka itu, kami hanya menonton guru guru kami saja dan menambah wawasan untuk lebih maju dalam kultivasi.
Barulah Lusyen disitu mengerti garis besarnya "ohhh seperti itu, baguslah jika begitu, akan disayangkan jika wanita seperti nona akan mati muda bila mengikuti perebutan artefak yang tidak jelas itu",,,,, Lalu lusyen menawarkan daging panggang yang dia bakar kepada semuanya, lalu alicia bertanya "senior apa senior akan mengikuti perebutan artefak itu?",,,,,,, Lusyen menggelengkan kepala dan menjawab "aku hanya akan menjadi pengawas saja, aku tak butuh artefak murahan seperti itu"
alicia dan yang lainya sangat terkejut dengan ucapan lusyen, karena artefak tingkat langit sangat sangat berharga dan sangat langka tapi dimatanya hanya barang murahan?,,,, alicia pun memuji Lusyen "memang pantas menjadi penyandang gelar pahlawan kota batu",,,,,,, lusyen keanehan dalam mendengarkan ucapan wanita yang ada didepannya itu, lusyen pun menjawab "memangnya siapa yang menjadi pahlawan kota batu? sejak kapan kota batu memiliki pahlawan yang digemari gadis cantik dan baik seperti nona? aku jadi sangat iri oleh pahlawan itu"
#next chapter
__ADS_1
sebagai dukungan dan semangat jangan lupa Like dan komen nya ok,,,,