
Lusyen pun membeli kemampuan arsitek, supaya dia bisa leluasa membangun sesuka hati dan tentunya sangat bagus dan modis, Lusyen langsung menciptakan planet seperti bumi dan mulai menciptakan bangun bangunan yang ada di kota emas murni.
Lusyen terus menerus memutar otaknya untuk membuat bangunan, dia berencana akan membuat kota besar yang akan di huni oleh istri istri nya nanti, Lusyen sengaja membuat kota di dunia lantai 7 karena di sana tempat tinggal utama Lusyen, Lusyen membuat bangunan bangunan mewah dan mendekorasinya dengan sangat lihai.
tak terasa waktu di dunia pagoda lantai 7 sudah 1 Minggu terlewati dengan cepat, kini di sana sudah berdiri kota yang sangat megah, Lusyen membangunnya di dekat pantai, jadi menambah kesan sangat mewah dan berkelas.
kini Lusyen memandangi kota buatannya sendiri dan mengangguk puas, karena kerja kerasnya selama seminggu ini sudah membuahkan hasil yang sangat memuaskan, Lusyen pun kembali ke dunia luar dan muncul kembali di kamar penginapan yang Lusyen sewa.
di dunia luar hanya menghabiskan waktu selama 1 jam saja, sedangkan di pagoda 7 dunia lantai 7 sudah 1 Minggu berlalu, lantai 1 dan dunia luar Lusyen samakan waktunya, karena Lusyen merasa itu di butuhkan, bisa berabe nanti kalo Lusyen pulang ke rumah jika waktu nya di bedakan.
karena masih malam Lusyen pun memilih untuk tidur karena kelelahan, ya lelah otak yang terus menerus digunakan saat membangun sebuah kota sendirian dalam waktu 1 Minggu.
keesokan harinya Lusyen pun bangun dari tidurnya, dia merasa sangat bertenaga, lalu Lusyen pun keluar dari penginapan tersebut sekaligus memberikan kunci kamar kepada resepsionis penginapan, Lusyen ingin mencari informasi tentang apa saja yang menarik di kedai arak.
tak butuh waktu lama Lusyen menemukan 1 kedai arak yang cukup besar dan ramai, Lusyen pun dengan santai memasuki kedai tersebut dan memesan beberapa botol arak, Lusyen memilih untuk duduk di tempat yang cukup ramai supaya dia dengan gampang mendapatkan informasi.
beberapa jam kemudian raut wajah Lusyen sangat kusut, dari tadi dia hanya mendapatkan informasi tentang janda cantik beranak 2 yang ingin mencari suami, Lusyen menggelengkan kepalanya, sia sia saja dia datang ke sini.
__ADS_1
Karena tidak ada lagi keperluan, Lusyen memilih untuk melanjutkan perjalanan, namun saat melewati alun alun kota, Lusyen tertabrak gadis cantik yang sedang berlari lari kecil, gadis itu ditemani oleh seorang pria remaja dan 1 wanita yang sangat cantik.
Lusyen menyimpulkan bahwa itu adalah wanita janda beranak dua yang tadi Lusyen dengar dari orang yang meminum arak. lalu Lusyen membantu gadis cantik itu berdiri dan berkata "nona apa nona tida apa apa?"
"maafkan aku tuan, aku tidak apa apa, terimakasih sudah membantuku" gadis itu malu malu menjawab perkataan Lusyen, karena tangannya masih dipegang oleh Lusyen, tangan Lusyen sangat lembut.
adik laki laki gadis itu melihat tangan kakaknya itu masih dipegang oleh peria yang ada di depannya itu dan berkata "tuan apa tangan kakakku itu sangat nyaman tuan pegang?"
Lusyen pun melirik ke arah tangannya yang masih memegang erat tangan wanita cantik itu dan buru buru melepaskannya "ahhh maaf maaf aku tidak bermaksud apa apa hanya sedikit hilap" Lusyen sangat malu, tapi untung saja dia memaki topeng setengah wajah yang hanya memperlihatkan bibir nya saja.
ibu dari dua anak itu terkekeh geli dan berkata "hehehe anak muda memang beda, baiklah sebagai permintaan maaf aku akan menteraktir tuan sebagai permintaan maaf putriku ini"
mereka pun mengajak masuk Lusyen, dan berkata "ahhh maafkan ketidak sopannan ku yang lupa memperkenalkan diri, namaku Anita (23), putri ku bernama anjiana (17) dan putra ku bernama Anzuan (7), jadi jika boleh tau siapa nama tuan muda?" anjiana dan anzuan sebenarnya bukan anak Anita, dia mengadopsi mereka berdua.
saat umur Anita 16 tahun dia mengadopsi anjiana saat berumur 10 tahun tadinya akan dijadikan adik namun saat bersama Anita, anjiana tidak memiliki nama dan memanggilnya ibu, makanya dia menganggap bahwa dia anaknya saja, meskipun dia tidak pernah sekalipun di sentuh oleh peria, selang beberapa bulan Anita menemukan Bai dan diapun mengadopsi nya juga dan alhasil menjadi anzuan.
Lusyen tersenyum manis dan berkata "namaku Lusyen, kebetulan aku akan menuju ke ibukota besok pagi" Lusyen berbohong padahal dirinya akan pergi hari ini namun malah di tunda, demi janda anak dua?.
__ADS_1
Anita pun mengangguk dan berkata "baiklah tuan Lu aku akan menyiapkan makanan dulu di dapur, jika tuan Lu bosan ajak bicara saja anzuan, sepertinya anakku sangat tertarik dengan berkultivasi" Anita pun mengajak putri nya ke dapur untuk menyiapkan makanan.
Anita hanya ingin mewujudkan impian anak laki laki nya itu supaya bisa berkultivasi, dia mengajak Lusyen kerumahnya hanya untuk untuk membahagiakan anaknya, bahkan dia sudah siap menanggung resiko, jika nanti dirinya diperkosa oleh Lusyen karena tau tujuannya.
tanpa Lusyen sadari Anzuan sudah ada di sisinya dan berkata "tuan apakah tuan bisa mengajarkanku cara berkultivasi? ibu bilang tuan sangat kuat dan ahli dalam kultivasi"
Lusyen menoleh kepada anak kecil tampan berumur 7 tahun lalu Lusyen tersenyum dan menjawab "sebelum aku menjawab pertanyaan mu, sekarang panggil saja aku kakak lu saja karena sebenarnya umurku baru 17 hehe" anzuan hanya mengangguk saja tanda mengerti.
"Kak Lu jadi bagaimana cara berkultivasi?" anzuan sangat bersemangat sekali Dengan keingintahuannya, Lusyen pun geleng-geleng kepala dan menyentuh dahi anzuan.
seketika anzuan berteriak kesakitan, karena menerima informasi secara tiba tiba, teriakan itu mengundang perhatian Anita dan anjiana, mereka berdua berlari menghampiri anzuan dan berkata "tuan ampuni anakku yang nakal ini, tolong gantikan saja denganku, tuan bebas melakukan apa saja kepadaku tapi jangan sakiti anak-anakku"
Lusyen pun melepaskan tangannya dari dahi anzuan dan melirik ke ibu dan anak itu "hais siapa juga yang menyiksa anak mu, aku hanya memberikan informasi tentang kultivasi saja, karena memang prosesnya sedikit menyakitkan"
Anita pun yang terlanjur menangis jadi malah berbalik malu dengan kesalahpahaman, dia buru buru menyeka air matanya dan berlari ke kamar mandi untuk membasuh muka dengan air, dikamar mandi wajah Anita sangat merah karena malu.
NEXT CHAPTER
__ADS_1
jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk