
Lusyen terkekeh melihat tingkah Rica yang pura pura marah namun tubuhnya berkata lain, Lusyen pun membuka suara "hehe maaf tadi Gege terlalu bersemangat sampai lupa waktu, besok kita harus membasmi mereka tapi untuk malam ini Rier harus bertempur lagi dengan Gege hehe" Lusyen pun menerjang Rica lagi.
Rica pun menjerit "Tidakkkkkkkkkkkk" kereta kuda kembali bergoyang goyang dengan keras,,,, hingga pagi pun datang, Lusyen keluar dari kereta dan bergumam *huahhh malam tadi sangat menyenangkan hehe, sekarang Rier sudah tidur lebih baik aku kirim saja ke pagoda 7 dunia*
Lusyen pun memasukkan Rica beserta kereta kuda tersebut kedalam pagoda 7 dunia dan meletakan nya didepan rumah Lusyen yang sudah ada Yinsui, Ling Xue, Mira dan Alicia dan sisanya sedang berlatih kecuali putri Zhang Xin yang berada di dapur sedang memasak karena dia belum berkultivasi.
Mereka berempat dikagetkan dengan datangnya kereta kuda mewah dan Lusyen pun ada di sebelahnya, Lusyen yang melihat wanita wanita Nya berada di depan rumah hanya menyapa dan langsung kabur pergi ke dunia luar, karena Lusyen takut dibanjiri pertanyaan oleh wanita wanitanya itu.
mereka berempat pun mengecek kedalam kereta tersebut dan menemukan Rica tanpa sehelai benangpun yang di penuhi oleh cairan putih di seluruh tubuhnya, keempatnya geleng-geleng kepala dan berkata "dasar Gege membuat saudari Rica sampai segitunya, tapi sepertinya saudari Rica sangat puas!!
Lusyen pun menggaruk hidupnya yang gatal "huhhh pasti para wanitaku itu sedang membicarakan tentang keburukan ku yang sudah membuat saudarinya puas hehe"
Lusyen pun melanjutkan perjalanan sambil mencari bandit yg di katakan oleh Rica, 3 jam kemudian Lusyen masih tidak menemukan bandit tersebut diapun memilih untuk mempercepat laju perjalanannya namun baru saja Lusyen mempercepat ehhh malah di hadang oleh bandit yg dia cari.
Lusyen pun tersenyum lebar dan berkata "apakah kalian bandit yg terkenal akhir akhir ini yang selalu mengganggu warga kota dan murid sekate mawar?" Lusyen bertanya dengan tenang kepada pemimpin bandit tersebut yang ternyata sudah mencapai ranah kaisar tingkat 1
Pemimpin bandit itu tersenyum mengerikan menatap Lusyen, karena di pinggang kiri Lusyen ada 4 kantong yang di penuhi oleh emas serta cincin dimensi yang dikenakan Lusyen ada 3, pemimpin bandit itu tertawa dan berkata "hahaha hari ini menemukan domba gemuk haha, malam ini aku akan meneraktir kalian semua di rumah bordil"
__ADS_1
anak buah bandit itu tertawa dan bersorak "hidup kapten, hidup kapten, ayo kita goyangkan rumah bordil" mereka terus menerus berteriak seperti itu dan Lusyen ingin tertawa namun ditahan.
Lalu Lusyen pun bertanya "heyy kenapa kalian sangat senang saat kematian kalian sudah dekat? apa kalian memang sudah gila? " Lusyen mencibir mereka dan langsung menghilang menggunakan tehnik langkah kilat dan menebas satu persatu dengan mudah dan kembali lagi ketempat semula.
"huh kalian terlalu lemah untuk ku ajak main main" Lusyen pun pergi dengan santai, namun bandit itu heran kenapa Lusyen sangat santai padahal tingkat kultivasi nya sangat rendah menurut mereka.
saat pemimpin bandit dan bawahannya itu akan mengejar Lusyen tiba tiba pandang semua bandit berputar dan jatuh, mereka melihat tubuh mereka masih berdiri, akhirnya mereka pun mati tanpa mengetahui apa penyebabnya.
sementara itu di kepala Lusyen berdering pemberitahuan sistem.
[DING] membunuh 4 ranah raja, mendapatkan 100.000 poin sistem dan 50.000 poin pengalaman.
[DING] membunuh 18 ranah jendral, mendapatkan 360.000 poin sistem dan 180.000 poin pengalaman.
Lusyen pun tersenyum dan bergumam *ckck uang yang dihabiskan kemarin kini sudah tergantikan berkali kali lipat dari hasil membunuh para semut tadi ckck* Lusyen yang dalam keadaan senang tersebut menari nari memperaktikan jurus tarian pedang bulan sehingga banyak pohon yang tumbang.
Lusyen tidak memperdulikan sekitarnya sampai dia merasa cukup kelelahan dan melihat kebelakang, dia tercengang hutan sepanjang 1 mil telah habis terpotong olehnya, Lusyen geleng geleng kepala dan berkata "hais aku lupa, tadi aku menari dengan gerakan ke 4 tarian pedang bulan haiss, lebih baik aku kabur sebelum ada orang yang melihatku" Lusyen pun menghilang menggunakan tehnik langkah kilat
__ADS_1
kini Lusyen terus berlari dan terbang menuju ibukota kerajaan, tidak seperti sebelum sebelumnya Lusyen langsung melewati kota kota yang dia lewati. hingga sudah terlewat beberapa kota Lusyen akhirnya singgah di kota emas murni, karena kota itu penghasil emas terbesar dan warga sangat sejahtera, sangat indah bahkan dinding kota pun berwarna emas yang melambangkan bahwa kota tersebut adalah kota penghasil emas terbesar.
Hari sudah malam dan Lusyen pun masuk dengan mudah setelah membayar 2 keping emas, Lusyen mencari tempat penginapan yang menurutnya enak dan sedikit tenang, karena kebanyakan penginapan penginapan sudah penuh oleh orang orang yang bertujuan sama dengan Lusyen, yaitu mengikuti kompetisi yang di adakan keluar xia.
dari kota emas murni menuju ibukota hanya tinggal melewati 1 kota lagi yang bernama kota dias dan itu akan sampai ke ibukota, Lusyen bisa saja langsung ke kota dias namun Lusyen memilih kota emas murni karena keindahannya saja, dan berniat mengajak semua wanitanya keluar jika kondisinya memungkinkan.
Lusyen pun memeriksa kota tersebut dan geleng geleng kepala, kebanyakan orang orang di sini adalah tuan muda arogan yang mengandalkan reputasi keluarga dan Lusyen sangat benci itu, jadi jika Lusyen mengeluarkan wanita wanitanya itu akan menarik masalah saja, Lusyen pun bergumam *lebih baik aku membuat tempat seperti ini saja di dunia lantai 7 ku hehe setiap tempat bagus akan ku copy dan ku buat di pagoda 7 dunia ku hehe*
Lusyen pun mengamati bangunan bangunan dan tata letaknya supaya tidak ada sedikitpun kesalahan, Lusyen juga sedikit merevisi bagian bagian yang menurutnya tidak enak di pandang seperti rumah bordil.
setelah cukup mengerti, Lusyen pun kembali mencari penginapan dan menemukan penginapan yang tidak terlalu ramai, Lusyen pun memesan 1 kamar, tanpa lama-lama Lusyen pun menuju ke kamar dan menguncinya. Lusyen pun masuk ke pagoda 7 dunia lantai 7 untuk membuat dunianya sekaligus akan di jadikan dunia utama untuk dirinya dan istri istrinya nanti.
Lusyen pun membeli kemampuan arsitek, supaya dia bisa leluasa membangun sesuka hati dan tentunya sangat bagus dan modis, Lusyen langsung menciptakan planet seperti bumi dan mulai menciptakan bangun bangunan yang ada di kota emas murni.
NEXT CHAPTER
jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada vote kirim aja ke author babang Verde wkwk
__ADS_1