
bagaimana tidak panik orang yang akan menjadi lawannya adalah ranah Nirwan asli dan tidak tau tingkat berapa sedangkan dia sendiri hanya ranah kaisar tingkat 7 dan jika menggunakan kartu andalannya hanya bisa meningkatkan kesehatan keranah Nirwana tingkat 1 dan itupun nirwana palsu, kakek tua yang bernama duzhong yan itu sedang berfikir keras bagaimana cara kabur dari pemuda yang sedang mengamuk itu, dia melihat bawahnya satu persatu mati dengan mudah oleh Lusyen.
di kepala Lusyen berdering beberapa kali karena berhasil membunuh 4 orang ranah kaisar
[DING] membunuh 1 ranah kaisar,mendapatkan 50,000 poin sistem dan 25 poin pengalaman.
DING] membunuh 1 ranah kaisar,mendapatkan 50,000 poin sistem dan 25 poin pengalaman.
DING] membunuh 1 ranah kaisar,mendapatkan 50,000 poin sistem dan 25 poin pengalaman.
DING] membunuh 1 ranah kaisar,mendapatkan 50,000 poin sistem dan 25 poin pengalaman.
Lusyen mengangguk puas dengan pendapatnya, sudah beberapa hari tidak ada pemasukan sekarang bisa sedikit mengganti poin yang lusyen gunakan untuk membeli rumah di pagoda 7 dunia.
sepuluh orang yang menangkap Lusyen tadi hanya tersisa 6 orang lagi dan 4 orang sudah mati oleh Lusyen, mereka hanya bisa mengutuk pemuda mengerikan yang menipunya yang berpura pura seperti domba gemuk ehh ternyata malah serigala berbulu domba.
kabur tak bisa melawan akan berakhir kematian dan menyerah pun akan berakhir bahkan lebih parah dari kematian,,, dujhongyan langsung memerintahkan ke 6 nya utuk melakukan transformasi iblis, dan diapun mau tak mau harus ikut serta dalam melawan pemuda yang ada di hadapannya,
7 orang yang tersisa termasuk duzhong melakukan gerakan gerakan aneh dan rumit, tapi Lusyen tau apa yang sedang mereka lakukan, Lusyen menunggu mereka membangkitkan mode iblis nya, supaya sedikit ada perlawanan karena Lusyen merasa hambar melawan semut yang tak berkutik.
karena proses nya cukup memakan waktu Lusyen masih sempat sempatnya membuka status karena sudah lama tidak mengecek nya dan melihat penyimpanan, "sistem buka status"
[DING]
Nama : Lusyen
ras. : manusia
__ADS_1
tubuh : 5 elements ✓
keahlian. : master memasak, alkemis
kultipasi. : Nirwana 9
jurus : Langkah kilat (tingkat surga). - tarian pedang bulan(emperor), kitab penyamaran kultipasi(surga)
senjat : - pedang ketenangan (bumi) - pedang Phoenix api (emperor)
toko sistem
tunggangan : -----
penyimpanan :
-poin pengalaman 544,200,000
-pedang 5 elements (emperor)
-tombak angin (bumi)
-artefak gelang giok (tingkat surga)
lusyen mengangguk penyimpanan nya tidak ada yang berubah karena beberapa minggu lalu dia hanya asik bermanja-manja dengan yinsui, dan sekarang kesempatan Lusyen untuk menembus ranah sains karena firasatnya merasakan hanya membunuh 5-6 ranah kaisar dapat mengisi kekurangan untuk menembus ranah sains.
2 menit pun berlalu dan sekarang tampilan ke 7 orang itu sangat mengerikan dan bukan lagi manusia, memiliki mata merah, tanduk yang runcing di kepala dan cakar yang sangat tajam, Kultipasi mereka meroket dari sampai ke ranah kaisar puncak dan pemimpinya duzhong sampai ranah Nirwana tingkat satu, dengan kabut hitam pekat yang mengelilingi tubuhnya.
__ADS_1
Lusyen bergidik ngeri den mual melihat tampilan baru mereka, "cihhh hanya demi kekuatan kalian sampai berani mengubah tubuh kalian seperti kotoran ?" Lusyen pun berdiri dari duduknya dan mengeluarkan pedang kesayangannya yang di berikan oleh Rica namun tidak jadi karena Lusyen tidak ingin mengotorinya dengan darah mahluk menjijikan yang ada di depannya, Lusyen memilih membeli senjata tingkat bumi di toko sistem yang bernama pedang roh bulan.
kenapa Lusyen malah membeli pedang itu? ya kerena Lusyen suka dengan namanya dan tidak peduli dengan efek apa saja yang di miliki pedang tersebut.
Lusyen pun bicara "jangan bilang aku membuli kalian, barusan aku sudah membiarkan kalian bertransformasi dan sekarang waktunya pembantaian, jadilah uang tip untuk dompetku"
setelah mengatakan itu, bukanya lusyen yang menyerang tapi malah di serang secara bersamaan oleh manusia yang sudah menjadi iblis itu, Lusyen dengan sigap menggunakan "jurus tarian pedang bulan, gerakan ke empat, menari dengan bulan
Lusyen terus menari nari dengan indah setiap langkah dan gerakan, akan mengeluarkan suara dentingan pedang dan kulit yang terpotong, tapi para iblis itu sangat ganas meskipun mereka terluka, itu akan langsung sembuh meskipun tangan atau kaki yang terpotong itu akan tumbuh lagi dengan cepat.
duzhong yang tadinya ketakutan sekarang tertawa menggelegar dengan ganas, pikirannya sudah berubah menjadi iblis, dan anak muda yang melawannya tidak bisa membunuh nya dan anak buahnya.
"haha bagaimana anak muda apa sekarang kau menyesal karena sudah mengusik tempatku? tunduklah dan kami tidak akan membunuhmu asalkan kau mau jadi budak ku hahaha"
dujhong tertawa dengan keras, dan lusyen hanya geleng geleng kepala, lusyen pun menjawab "hais dasar bodoh, apa kau tidak sadar jika babang tampans ini sedang bermain main? jika hanya untuk membunuh kalian tidak perlu menggunakan element cahaya, aku hanya perlu menggunakan element kegelapan yang ratusan kali lebih kuat dari energi gelap yang ada di tubuh kalian.
Dujhong seketika membisu, tapi dia berpikir lagi, *mungkin bocah yang ada di hadapannya sedang membual, supaya moral kita semua menurun* laku duhjong tersenyum mengerikan dan berkata "haha kau sangat pintar ingin mengelabuhi kami dengan omong kosong? tidak semudah itu dasar bocah bau.
Lusyen geleng geleng kepala "baiklah terserah kau saja" Lusyen masa bodo saja dengan jawaban iblis bodoh di depannya itu, dan mengaliri pedangnya dengan elemen kegelapan miliknya, pedang yang tadinya berwarna biru kini berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aura menindas untuk ke 7 manusia iblis itu.
bukanya takut 7 orang itu malah menerjang lusyen tanpa pikir panjang, Lusyen pun dengan senang hati membantai mereka dengan gerakan ke empat tarian bulan, kini tarian Lusyen bukan indah lagi tapi sangat menyeramkan karena mengeluarkan aura yang sangat mencekam dan menyesakan.
Lusyen terus memotong motong daging musuhnya tanpa berkedip, mereka tidak lagi seperti sebelumnya yang selalu beregenerasi sekarang tubuh yang terpotong tidak muncul lagi kulit yang menganga tida merapat lagi, malahan bis di bilang Luka mereka semakin parah karena di grogoti energi hitam.
duzhong mati sangat mengenaskan saat Lusyen menebas semua anggota tubuhnya kedua tangan kedua kaki yang terakhir kepalanya yang menggelinding, mereka semua mati tanpa perlawanan yang berarti, sudah kalah tingkat kultipasi dan ditekan pula dengan aura pedang lusyen yang mengandung element kegelapan nya yang sangat kuat, setelah selesai membersihkan diri Lusyen pun langsung bergegas ke tempat para wanita di altar pengorbanan yang ada di ruangan terbesar, dia juga tidak lupa memberikan baju kepada wanita yang akan di perkosa tadi yang sekarang sudah pingsan akibat tekanan aura pertarungan Lusyen.
#next capter
__ADS_1
Like dan komen nya selalu buat author semangat dan kalo ada vote nganggur silahkan kirim saja author siap menampung wkwk