PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM

PENDEKAR 5 ELMEN DENGAN SISTEM
ibu dan anak


__ADS_3

Anita pun yang terlanjur menangis jadi malah berbalik malu dengan kesalahpahaman, dia buru buru menyeka air matanya dan berlari ke kamar mandi untuk membasuh muka dengan air, dikamar mandi wajah Anita sangat merah karena malu.


"ahhh apa yang kulakukan, ini adalah kali pertama aku bersama laki laki di rumahku selain anaku, namun aku membuat kesalahan yang membuatku malu, rasanya aku ingin menggali tanah dan mengubur dalam-dalam" Anita terus menggerutu di kamar mandi.


sedangkan anjiana menatap wajah Lusyen dengan teliti, karena Lusyen tidak melepaskan topeng yang dia kenakan meskipun sudah berada di dalam rumah, karena penasaran anjiana pun bertanya "tuan lu kenapa tuan selalu memakai topeng dan jubah? apa tidak terganggu dengan adanya penghalang dan jubah tebal seperti itu?"


Lusyen pun kembali tersenyum dan berbalik bertanya "apakah nantinya jianer akan suka jika aku melepaskan topengku?" anjiana memalingkan wajahnya karena memerah, karena peria yang ada di depannya malah menggodanya daripada menjawab pertanyaannya.


Lusyen terkekeh dan membuka topeng nya, kebetulan saat itu Anita pun muncul melihat Lusyen yang melepaskan topeng, seketika keduanya mematung dengan ketampanan Lusyen, kulit putih seperti giok dan mata biru muda, rambut berwarna hitam yang menambah kesan elegan dan berkelas.


Lusyen pun geleng-geleng kepala, karena setiap wanita yang melihat dirinya, reaksinya tidak beda jauh dari wanita wanita Lusyen. lalu Lusyen mencoba menggoda anjiana "bagaimana apakah jianer suka? jika suka apakah jianer mau jadi istri ku? lagipula tubuh jianer sudah siap, sama seperti wanita dewasa yang hot" Lusyen sambil mengedipkan sebelah matanya


Anita tercengang dengan ungkapan Lusyen, kenapa tidak? Lusyen mengajak nikah anaknya dan melihat dari tubuh anaknya yang semok itu, Anita sedikit iri juga karena kenapa bukan dirinya saja yang di ajak nikah, karena dia sudah sedikit kesusahan mengurus 2 anak sendirian tanpa bantuan.

__ADS_1


disisi anjiana, pipinya semakin memerah seperti kepiting rebus dan memberanikan diri berkata "jika tuan Lu ingin menikah dan menikmati tubuh jianer maka tuan lu haru menikahi ibuku juga, aku tidak tega melihat ibu kesusahan dan banyak orang yang menekan ibu, jika tuan lu ingin menikahi ku dan ibuku maka tolong jaga kami dengan baik dan tolong jadikan adikku sebagai murid tuan lu"


Lusyen tercengang niatnya mengerjai malah datengin masalah baru lagi, Lusyen pun bergumam "sialan mulutku ini sangat gila, kenapa hanya dengan sedikit kata kata sudah bisa menjerat wanita keperluanku sial, sial, sial." Lusyen mengutuk dirinya sendiri.


sementara itu di sisi lain Anita mematung dengan permintaan anak angkatnya itu, anaknya itu memikirkan dirinya hingga seperti itu, anaknya membiarkan kesempatan baik dan malah meminta untuk membaginya dengan dirinya, Anita pun berjanji dalam hatinya *aku berjanji akan melayani 1 peria bersama putri angkat ku, dan mengubah statusnya menjadi saudari ku, dan aku akan melakukan segalanya untuk putra dan putriku*


Disaat Lusyen masih tercengang Anita pun menghampirinya dan berkata "itu benar jika tuan lu ingin menikahi putri ku maka nikahilah aku juga, dan kumohon angkat putraku ini sebagai murid tuan lu, aku jamin anakku dan aku sendiri masih perawan tanpa pernah di sentuh laki laki"


Lusyen pun mengerutkan keningnya dan bertanya "jika kau masih perawan jadi kedua anak mu ini?" Anita paham apa yang di maksud Lusyen, Anita dan anjiana pun membawa Lusyen ke kamar untuk bicara, supaya anzuan tidak mendengar kebenaranya.


Lusyen pun hanya terdiam dan mengutuk dirinya sendiri "sialan mereka berdua sudah pasrah kepada ku? kenapa jadi seperti ini? ahhhhh aku harus menjelaskan apa lagi jika aku menambah lagi dan lagi???????


karena Lusyen hanya diam, Anita dan anjiana pun menarik Lusyen keranjang sederhana mereka dan berkata "Gege pelan pelan jangan sampai kita mengganggu anak kita yang sedang berlatih kultivasi" Anita Anita langsung menyodorkan bibir dan memaksa Lusyen untuk beraksi.

__ADS_1


Lusyen hanya pasrah saja menerima kenikmatan yang di berikan ibu dan anak tersebut dan mulai memainkan peran yang seharusnya dia mainkan, 15 menit kemudian mulai ada jeritan kesakitan di kamar yang Lusyen gunakan yang berawal dari anjiana dan disusul oleh Anita, mereka berdua mengerang kesakitan, karena Lusyen sudah melakukan tembakan nuklir nya dan berhasil membobol gawang.


30 menit kemudian anzuan bangun setelah menyerap informasi yang begitu besar, kini dia mengerti apa itu kultivasi dan dia akan memulai berkultivasi saat bersama Lusyen nanti, namun dia keheranan kenapa ibu dan kakak nya berteriak teriak bahagia di kamar yang terkunci, anzuan ingin memeriksanya namun dia urungkan karena ternyata didalam, ibu dan kakak sedang kenikmatan, meski tidak tau apa yang mereka lakukan.


anzuan pergi keluar rumah, kebetulan rumahnya itu sedikit jauh dari pemukiman warga, jadi anzuan sedikit lebih tenang selain suara ibu dan kakak yang entah melakukan apa sampai sampai suaranya terdengar keluar rumah, anzuan memposisikan dirinya dan mulai mencoba merasakan energi spiritual di sekitarnya, tak butuh lama dia sudah merasakannya dan mulai menyerap energi sepiritual yang ada di sekitarnya,


anzuan bergumam *benar benar hebat tehnik kultivasi yang di berikan oleh kakak Lu, nanti aku akan berterimakasih dengan tulus, aku bisa menyerap dan memahami semua dengan instan, benar benar keajaiban, apakah kakak Lu adalah jelmaan dewa yang akan menolong keluarga ku!! semoga saja seperti itu*


sore hari suara Anita dan anjiana semakin kencang mereka menjerit jerit hingga beberapa saat kemudian suara mereka pun hilang tak terdengar lagi, anzuan pun sampai tertidur di luar karena terganggu oleh ibu dan kakak nya itu,


kini Anita dan anjiana sedang bersandar di dada Lusyen yang bidang, dan anjiana sedikit berbisik kepada ibunya *ibu aku sudah lelah, tidak bisa bermain lagi* Anita pun mengerti namun apalah daya dia juga tidak berani untuk bicara kepada Lusyen dan membalas *kamu tidur saja biar ibu saja yang melayani suami kita ini sampai sampai suami puas, tapi kamu keluar dan jaga Anzuan, ibu takut kenapa Napa dengan adik mu*


anjiana pun mengangguk dan melepaskan diri dari Lusyen, dia mencari anzuan di dalam rumah namun tidak ada, diapun keluar rumah dan melihat anzuan sedang tertidur di bawah pohon, anjiana pun menggendong anzuan untuk masuk ke rumah dan menidurkannya di kamar anzuan, sementara itu di kamar ibunya, terdengar suara ibunya yang kembali terdengar, kali ini terdengar sangat menikmatinya bukan karena kelelahan. *sepertinya ibu sudah merasa nikmat, aku akan istirahat dulu dan bergabung lagi nanti malam*

__ADS_1


NEXT CHAPTER


jangan lupa like dan komen nya ya sekalian kalo ada yang punya vote kirim aja ke author babang Verde wkwk


__ADS_2