
Lusyen sampai di desa tempat dia lahir dulu untuk memberikan penghormatan kepada orang tuanya yang ada di dunia kultivator ini bersama rica yang tertidur, setelah selesai Lusyen pun kembali melesat kedalam hutan menuju goa tempat tinggal nya dulu.
Tak butuh lama Lusyen sampai di pinggir sungai yang jernih dan di sisi tebing ada goa tersembunyi karena memakai Aray ilusi yang Lusyen taruh, ya itu adalah tempat kenangan Lusyen saat membuat kamar hotel mewah di dalam goa tersebut.
Lusyen pun membuka Aray tersebut dengan mudah dan masuk ke dalam, setelah sampai di dalam Lusyen mematung melihat ada 5 wanita yang sangat dia kenal Lusyen pun bergumam *kenapa mereka bertiga ada di sini? dan lagi sangat akrab, apa mereka berdua teman calon istri istri ku*,,,
mereka berlima tidak mengetahui kedatangan Lusyen dan malah pada fokus ke game sampai lupa keamanan sendiri, jika yang masuk bukan Lusyen tapi peria cabul maka ke 5 wanita itu akan jadi budak ****, Rica yang ada di pangkuan Lusyen bangun akibat suara berisik, Rica pun menoleh ke arah Lusyen dan berkata "Gege kenapa berisik sekali Rier sampai terbangun saat bermimpi indah bersama Gege",,,,, Lusyen geleng-geleng kepala dan berkata "lihat lah di depan ada siapa saja dan mereka tidak melakukan penjagaan sedikit pun, padahal Gege datang tapi mereka tidak tau dan terlihat tidak peduli dengan sekitar, malah asyik bermain game"
Rica pun melihat ke depan dan mengerutkan kening dan berkata "Gege turunkan Rier dulu, Rier sepertinya harus memberikan sedikit hukuman kepada murid sekaligus saudari Rier itu",,,,, Lusyen mengangguk dan melepaskan tubuh rica yang menempel layaknya sebuah lem",,,, rica pun mengendap endap, setelah dirasa cukup dia berteriak "malingggggg ada maling maling, cepat kejar",,,, Ling Xue, Mira dan Lin xia langsung mengambil pedang dari cincin penyimpanannya begitupula dengan kedua wanita kembar itu, mereka secara bersamaan berkat "mana maling nya biar kami tangkap",,,, sambil melirik ke arah Rica.
__ADS_1
Ling Xue, Mira dan Lin xia tersentak dengan kehadiran tiba tiba guru sekaligus saudari nya itu yang tiba tiba, padahal mereka nya saja yang tidak sadar karena terlalu fokus dengan kegiatannya masing-masing.
Rica pun bertanya "Ling Xue, Mira dan Lin xia apa yang kalian lakukan di hutan monster ini?, apa kalian ingin mati berada disini tanpa meninggalkan penjagaan sedikit pun?,,,,, Ling Xue berlari dan memeluk Rica "guru akhirnya kamu datang kami bertiga sangat kesepian dan kami hanya melakukan hobi baru saja dan kebetulan kita bertiga bertemu dengan calon istri Gege yang lain, itu orangnya baik seksi dan pokoknya Gege tidak akan bisa menolak",,,,,, Rica langsung melirik ke arah 2 wanita cantik dan seksi itu dan menghampirinya, rica pun mengamati keduanya dan berkata "hemm kalian masih perawan, itu tidak masalah jika kalian masih perawan tapi jika sudah tidak, aku yang akan membunuh kalian berdua dihadapan suamiku sendiri"
lan-lan dan ran-ran pun sedikit bergetar dan membatin *wahhh sialan wanita pertama Gege kita sangat ganas tanpa ampun, ini sedikit agak susah untuk membuatnya dekat dengan kami berdua*,,,,,, setelah Rica mengatai keduanya dengan pernyataan yang sangat penting dan ganas, kini dia melihat wajah Lusyen yang tampak sedikit ketakutan,
Rica pun menghampiri Lusyen dan berkata "Gege ohh gege? ternyata Gege masih menyimpan wanita lain, selain Yinsui Alicia dan Zhang Xin? sekarang 2 gadis kembar?,,,,,, Lusyen gelagapan dan mencoba untuk menjelaskan namun semua penjelasan Lusyen dibantah oleh Rica dan tidak mau mendengarkan, disisi lan-lan dan ran-ran mereka sangat senang ternyata wanita pertama calon suami nya itu secara tidak langsung mendukung mereka.
Rica kini bersama 3 murid nya dan Lusyen, akan pergi ke sekate mawar, namun Rica berpesan kepada Lusyen "Gege bolehkah Rier memberikan pedang es yang Gege berikan kepada ketua sekate? itu untuk membayar karena mereka sudah sangat baik kepada Rier dan ketiga murid Rier ini!!!!" lagipula ketua sekate memiliki elemen es yang sangat murni jadi apa Gege akan mengijinkan?,,,,,,
__ADS_1
Lusyen pun tersenyum dan berkata "iya tidak masalah karena Gege juga akan memberikan beberapa harta yang Gege dapatkan dari perjalanan gege, untuk pedang es yang Gege berikan kepada Rier itu tidak masalah lagipula Gege berencana akan memberikan Rier pedang lagi dan Gege akan mencocokan pedang dan elemen yang dimiliki wanita wanita Gege",,, Lusyen mencium dahi Rica, namun Ling xue, Mira dan Lin xia langsung nyosor ke pelukan Lusyen dan menciumi perianya yang baru pulang, padahal Lusyen akan pulang beberapa bulan lagi tapi keadaan yang mempercepat pertemuan mereka.
Lusyen Dan ke 4 wanitanya pun berangkat, 2 jam kemudian mereka pun sampai di gerbang sekate mawar, para murid yang mengetahui kabar rica di culik sangat heboh dengan kembalinya Rica dan sekaligus murid muridnya, namun mereka sangat heran siapa peria yang ada di belakang mereka, karena mereka tidak bisa merasakan kekuatan dari sosok peria itu, ya itu Lusyen dia mengenakan topeng putih dan jubah kuning dan terlihat seperti seorang raja saja.
Lusyen tetap diam dan terus mengikuti Rica dan 3 wanitanya untuk masuk ke sekate, tidak ada yang berani untuk menghadang mereka, kini Rika pun sampai di aula utama tempat tetua sekate berada.
Rica menarik nafas dalam-dalam dan memasuki ruangan tersebut, yang sudah ada para tetua yang lain, mereka sedang melakukan rapat tentang perburuan artefak dan sekaligus tentang Rica, tetua sekate sangat senang ternyata Rica tidak kenapa kenapa dan lagi murid murid Rica juga kembali bersama.
namun kehadiran Rica kali ini bukan untuk pulang melainkan berpamitan, ketua sekate terdiam dan melirik ke arah peria yang ada di belakang Rica dan berkata "apa gara gara peria yang ada di belakangmu, sehingga kau ingin mengundurkan diri?, apa sih kehebatannya Samapi kau melupakan kekasih kecilmu, yang kau rawat sedari Bai?",,,, rica tersenyum dan berkata "bukan maksud ku untuk menghianati perasaan peria kecilku, namun peria yang ada di belakangku itu adalah peria kecil yang ku cintai.
__ADS_1
#next capter