Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
021 = MING QIONGLIN


__ADS_3

\= Chapter 021. MING QIONGLIN\=


Tuan besar keluarga Lun masih berpikir keras setelah mendengar nama Baba Yaga di sebutkan oleh pasukan khusus yang di kirim untuk menyelidiki orang yang membunuh anak dan cucu keduanya.


Saking lamanya berpikir dia seperti sedang menghayal tentang sesuatu, hingga akhirnya dia tersadar dan langsung menengok ke arah pasukan khusus yang masih setia berlutut di hadapannya itu.


"Periksa hingga tuntas, bagaimana anak dan cucu ku bisa terbunuh dan apa penyebabnya. Jika yang salah adalah anak ku yang bodoh itu maka biarkan saja ini berlalu, kita tidak bisa berurusan dengan klan Baba jika yang membunuh adalah orang-orang mereka!" ucap pemimpin keluarga Lun.


"Baik tuan...!" jawab pasukan khusus keluarga Lun itu dengan sigap.


Setelah menerima perintah, dia langsung pergi dengan tenang dan cepat tanpa mengeluarkan suara apapun seperti di sana tidak terjadi apa-apa saja.


Setelah orang yang di hadapannya pergi, kepala keluarga Lun kembali merenung! Sebenarnya dia sangat tidak rela, karena ini seperti tamparan penghinaan yang sangat dalam bagi keluarga Lun pemimpin ibu kota wilayah timur.


Jika saja di tidak menerima informasi bahwa yang membunuh anaknya, adalah orang dari klan Baba sudah di pastikan dia akan memburunya mati-matian.


Namun karena orang itu adalah salah satu klan Baba di wilayah barat, kepala keluarga Lun sedikit bergetar di hatinya. Sehingga dia ingin memastikan kebenarannya terlebih dahulu, jika berita itu bener maka dia akan membalas dengan cara lain, namun jika berikan itu tidak bener adanya maka dia akan memburunya tanpa ampun.


"Sial, kenapa harga diri keluarga Lun harus terhina seperti ini setelah ratusan tahun lamanya tidak ada orang yang berani mengusik keluarga Lun?" ucap pemimpin keluarga Lun dengan gigi menggertak kuat karena menahan amarah yang begitu kuat.


Itu di karenakan keluarga Lun sudah begitu sombong dan angkuh begitu lama sekali dia lupa bahwa masih ada yang kuat di wilayah barat alam Tanasilam, namun baru sekarang orang-orang wilayah barat berbuat sesuatu di wilayah timur.


Sebenarnya dia sudah mendengar banyak pergerakan dari keluarga kuat wilayah barat ke wilayah timur, namun kepala keluarga Lun tidak begitu memikirkan itu begitu dalam.


Sebenarnya dia sudah memberikan pengumuman kepada pihak keluarga Lun, untuk sekarang harus bersikap lebih hati-hati! Tapi karena pihak keluarga sudah sombong dari dulu sehingga tidak menghiraukan ucapan itu sedikit pun.


Mereka menganggap, siapa yang berani berbuat ulah di wilayah timur ini dengan keluarga Lun.


Dengan kesal, akhirnya kepala keluarga Lun langsung bangun dan menuju aula utama untuk menekankan perintah kepada seluruh keluarga Lun agar tidak berbuat sembarangan untuk sementara waktu di luaran.


*


*


*

__ADS_1


Di ruang makan rumah saudagar kaya yang Baba Yaga maupun Li Yian tinggali sekarang, mereka bertiga sudah selesai makan namun mereka bertiga masih duduk di sana untuk berbincang-bincang.


Ming Qionglin yang sudah selesai makan pertama dari mereka berdua terus menatap lurus ke arah Li Yian dan Baba Yaga, dia ingin mengatakan sesuatu namun sedikit ragu.


Akhirnya dengan keberanian yang sudah terkumpul, bibir kecilnya terbuka.


"Tuan Li Yian, tuan Baba Yaga! Bolehkah aku terus mengikuti kalian kemanapun perginya?" ucap dia yang langsung membuat hening ruang makan itu.


Baba Yaga yang tadi sedang berada bicara membual tentang keluarganya terhadap Li Yian langsung berhenti, keduanya langsung menengok bersamaan ke arah gadis yang di tolong itu.


"Tidak...!" jawab Li Yian langsung ke intinya.


"Kenapa tidak?" ucap Baba Yaga tanpa berpikir.


"Apa kamu bodoh, kita ke alam Tanasilam ini bukan untuk bertamasya tapi sedang mengejar seseorang, kalau ada dia kita bertahan beban!" jawab Li Yian menghardik Baba Yaga.


"Ah, kamu benar saudara Li Yian!" jawab Baba Yaga setelah beberapa berpikir ulang.


Mendengar jawaban Li Yian, dan di setujui oleh Baba Yaga! Hati Ming Qionglin langsung berdetak kencang.


"Tuan ku mohon, aku ikut kalian sampai aku menemukan jalan kembali ke alam Daulu!" Ming Qionglin langsung berlutut di hadapan Li Yian.


Dengan mata berkaca-kaca dan sudah hampir menangis dia terus menatap Li Yian, agar dia mengijinkan ikut sampai menemukan jalan kembali.


Li Yian tidak tergerak hatinya, namun melihat dia sudah ikut campur di awal akhirnya dia menghela nafas berat.


Li Yian menengok ke arah Baba Yaga, lalu langsung berkata " Kita harus ke klan Baba dulu, setelah itu kamu bujuk agar mereka mau menjaga dia di sana untuk sementara!" dia berucap sambil menunjuk Baba Yaga, menunjukkan bahwa dia tidak ingin Baba Yaga menolaknya.


Mendengar itu Baba Yaga yang terkejut.


"Saudara Li Yian, aku sudah keluar dari klan Baba begitu lama, apa mereka akan mendengarkan aku?" ucap Baba Yaga tanpa daya.


"Lalu apa yang kaku ucapkan tadi bahwa kamu begitu di hormati di klan Baba?" tanya Li Yian sambil tersenyum mengejek.


Sebenarnya Baba Yaga berbicara tidak berbohong, namun dia senang membual di hadapan Li Yian sehingga banyak di tambahkan ucapan yang menunjukkan bahwa identitas dirinya sangatlah penting.

__ADS_1


Baba Yaga tidak menyangka bahwa bulan dirinya setelah makan itu akan menjadi bumerang baginya hanya dalam kurun waktu tidak lebih dari beberapa tarikan nafas saja.


'Sial...!' keluh Baba Yaga di hatinya.


"Saudara Li Yian, baiklah aku ikuti saran mu!" jawab Baba Yaga akhirnya menyerah.


"Bagus." ucap Li Yian.


Dia lalu langsung menengok ke arah Ming Qionglin yang masih berlutut.


"Bangun, kamu tidak ikut dengan kita! Tapi akan kami tinggal di klan Baba untuk sementara waktu." ucap Li Yian kepada Ming Qionglin.


"Apa di sana cukup aman?" ucap Ming Qionglin yang masih ragu.


Sebenarnya dia tidak masalah tinggal di mana asalkan aman dan bisa kembali ke alam Daulu.


"Aman tanyakan saja pada dia!" ucap Li Yian sambil pergi dari tempat makan dan menuju ke kamarnya kembali.


Ming Qionglin langsung menengok ke arah Baba Yaga, ingin memastikan pertanyaan dia barusan bisa di jawab dengan memuaskan.


"Paling banyak orang jelek saja di sana, kalau masalah baik aku yakin jika tuan muda Baba Yaga berbicara pasti di layani dengan baik!" ucap Li Yian sebelum keluar dari ruang makan itu.


Baba Yaga lagi-lagi kembali tertegun, dia tadi menyombongkan ke pada Li Yian bahwa setiap tuan muda Baba Yaga berbicara orang-orang di alam Tanasilam akan berbuat baik terhadap orang yang mengikutinya.


Namun dia tidak menyangka Li Yian akan berucap seperti itu hanya untuk menyindir dirinya.


\=


\=


Maaf semua pembaca, author mengabaikan novel ini begitu lama! Karena banyak kendala di kehidupan nyata 😁.


Sampai banyak yang lupa dengan jalur cerita novel ini yang sesungguhnya! Maaf jika nanti kelanjutannya tidak memuaskan pembaca.


Yang masih ingat tingkatan kekuatan dari Li Yian dan Baba Yaga komen di kolom komentar yah. Terimakasih atas dukungan kalian 🙏.

__ADS_1


__ADS_2