
Chapter 022 \= KELUARGA LUN BERTINDAK
\=
\=
Setelah mereka bertiga selesai makan semuanya kembali ke kamar mereka masing-masing yang sudah di sediakan, mereka di sana di layani dengan sangat baik! Karena keluarga saudagar kaya itu sangat mengenal kekuasaan dari klan Baba di wilayah barat.
Sedangkan dia sering berpergian ke wilayah barat untuk melakukan perdagangan dalam usaha milik keluarganya, di tambah sering menggunakan kekuatan milik klan Baba untuk mengamankan barang dagangan yang di bawa dan cukup banyak urusan bisnis yang lancar akibat bantuan dari klan Baba.
Sehingga ketika mendengar keluarga inti dari klan Baba, dia begitu hormat dan melayani dengan sangat baik.
Malam itu berlalu begitu saja bagi mereka bertiga.
Sedangkan untuk keluarga Lun, itu tidak sama sekali! Itu di karenakan semua orang dari keluarga besar, keluarga Lun sudah tahu kematian dari tuan muda ke dua dan anaknya.
Sehingga pagi-pagi sekali, tahun muda tertua dari keluarga Lun sudah mengumpulkan banyak kekuatan di aula utama untuk membahas balas dendam terhadap orang-orang yang mencoreng kehormatan keluarga Lun.
Sedangkan kepala keluarga Lun, tuan besar Lun masih tenang di kediaman belakang miliknya, meskipun malam ini dia tidak tidur karena ingin mendengar dengan pasti siapa musuh sesungguhnya dari keluarga Lun.
Meskipun dia sudah dengar sendiri dari pasukan elit miliknya, namun karena dia hanya mendengar orang itu menyebut klan Baba maka dia tidak percaya begitu saja.
Sehingga pada malam tadi, dia mengutus banyak orang untuk menggali kebenaran dari informasi yang di terima.
Setelah menunggu semalaman, akhirnya ada seseorang yang datang menghadap kepadanya.
"Bagaimana dengan penyelidikan menyeluruh tentang bocah itu?" ucap kepala keluarga Lun dengan nada dalam.
"Tuan besar, kami menemukan fakta bahwa orang yang bernama Baba Yaga adalah orang dari klan Baba adanya. Namun beberapa ratus tahun yang lalu dia sudah di usir oleh klan Baba dari kediaman klan Baba, sehingga dia hanyalah seorang buangan yang tidak berguna bagi klan Baba di wilayah barat." jawab orang yang sedang menghadap ke pada kepala keluarga Lun.
"Hemmm...!" kepala keluarga Lun hanya menggeram dengan dengusan kasar.
Dia sudah berpikir keras, karena baru mendengar nama Baba Yaga di klan Baba dari wilayah barat.
Meskipun kejadian waktu itu cukup besar namun berita tantang tuan muda Baba Yaga hanya di ketahui oleh orang-orang tertentu dari klan Baba, dan beberapa orang dengan kekuatan tinggi saja yang mengetahui kejadian itu.
Namun karena reputasi klan Baba yang sangat tinggi, sehingga berita itu cukup bisa di redam hanya kabar bahwa seseorang dengan nama keluarga Baba di usir dari klan karena membuat keributan besar.
"Cukup, awasi terus bocah itu! Keluarga Lun akan memberikan pelajaran yang keras agar kedepannya tidak ada orang yang berani lagi berbuat macam-macam dengan kami!" ucap kepala keluarga Lun.
__ADS_1
"Baik tuan." jawab orang itu, lalu dengan cepat berkelebat dan menghilang dengan kecepatan tinggi.
Kepala keluarga Lun langsung berdiri untuk menuju ke aula utama keluarga, karena sebenarnya dia sudah mendengar bahwa putra sulungnya mengumpulkan kekuatan keluarga.
Kini dia menuju ke sana untuk mengintruksikan kepada para tetua bahwa saatnya keluarga Lun bertindak.
*
*
*
Di aula utama keluarga Lun orang-orang sudah berkumpul semua.
Namun tidak ada yang berani membuka percakapan pertama, karena wajah dari tuan muda tertua keluarga Lun memasang wajah muram.
Selain dia di kenal dengan anak jenius, kekuatannya hampir setara dengan kepala keluarga Lun, hanya berada satu tingkat di bawahnya saja.
Sehingga dia sangat di hormati dan sangat sombong, karena dia adalah orang yang akan menjadi kepala keluarga Lun berikutnya.
Wajahnya masih terlihat seperti seorang yang berusia 40 tahun sedangkan adiknya malah terlihat sudah paruh baya, itu adalah keahlian dari dirinya yang sangat bagus untuk merubah bentuk menjadi manusia.
"Apakah semua orang keluarga Lun sudah berkumpul semuanya?" ucap tuan muda itu dengan tegas.
"Sudah tuan muda!" jawab tetua pertama yang duduk paling dekat dengan dia.
Sebenarnya dia tahu bahwa orang-orang sudah berkumpul semua hanya dengan menyebarkan persepsi miliknya di ruangan itu saja, dia berucap seperti itu hanya untuk membuka percakapan agar suasana tidak begitu mencekam lagi.
Namun tetap saja dengan aura menekan dari tuan muda tertua itu, suasana di sana tidak membaik malahan makin menjadi lebih mencekam.
"Bagus..!" jawabannya acuh tak acuh.
"Hanya tuan besar yang belum keluar tuan muda!" potong tetua kedua padanya.
"Biarkan saja biarkan ayah beristirahat, urusan kecil seperti ini cukup aku yang urus!" jawab tuan muda tertua itu.
Akhirnya mereka tidak menjawab lagi.
"Tetua pertama, tetua ke dua apa bocah itu masih di ibu kota wilayah timur ini?" ucap tuan muda tertua kepada keduanya.
__ADS_1
Sebab dia mendengar berita ini dari keduanya semalam, setelah mendengar berita itu taun muda tertua keluarga Lun langsung memberikan peringatan untuk mengawasi keberadaan Li Yian dan Baba Yaga agar jangan sampai keluar dari wilayah timur.
"Masih tuan muda, mereka menginap di rumah saudagar kaya dengan menjual nama klan Baba!" jawab tetua pertama.
"Dasar sampah, hanya bisa menjual nama! Aku tidak percaya bahwa mereka dari klan Baba, pasti keduanya hanya gelandangan yang mencari makan dengan menggunakan klan Baba!" ucap tuan muda tertua dengan seringai kejam.
Dia sudah membayangkan bagaimana hancurnya orang yang berani membunuh adik yang paling lemah di keluarga Lun.
"Tapi tuan muda, aku sarankan lebih baik jangan gegabah! Karena kita belum memastikan kebenaran dari semuanya." tetua kedua langsung mengingatkan.
Dia adalah tetua yang paling hati-hati di dalam keluarga Lun, karenanya dia tidak bertindak sebelum mengetahui musuhnya dengan pasti.
Meskipun yang mati tuan muda kedua dan beberapa penjaga elit milik keluarga Lun, namum bertindak hati-hati adalah gayanya sehingga dia masih menasehati tuan muda tertua.
"Tetua kedua, apa keluarga Lun selemah itu? Aku tidak peduli jika dia dari klan Baba sekalipun, karena dia sudah berni membunuh orang dari keluarga Lun. Maka mereka harus merasakan kemarahan dari kami!" jawab tuan muda tertua.
Dia tidak peduli dengan reputasi dari orang-orang, maupun keluarga dan klan dari wilayah barat yang di kenal kuat! Yang pasti keluarga Lun adalah penguasa wilayah timur.
Hanya dengan fakta itu, sehingga tuan muda tertua yang merasa hebat dan selalu sombong dia tidak terima kehormatan keluarga Lun di coreng hanya oleh gelandangan belaka.
Karena di betak seperti itu oleh tuan muda tertua, tetua kedua hanya bisa diam dan patuh.
"Apa perintah anda tuan muda?" ucap tetua pertama yang tidak ingin melihat kekacauan lebih lanjut.
"Suruh para petarung inti keluarga Lun berkumpul, kita akan berangkat sekarang untuk membunuh bocah itu!" jawab tuan muda tertua dengan tegas.
"Baik..!" keduanya langsung mengiyakan.
Setelah itu tetua pertama dan kedua langsung memberikan perintah pada pasukan inti yang di pimpin masing-masing mereka.
Karena tetua pertama dan kedua yang memegang kekuatan tempur, sedangkan tetua ketiga dan keempat memegang finansial dan urusan keluarga Lun lainya.
Sehingga mereka berdua tidak begitu di perhitungkan dalam hal penyerangan, namun jika dalam hal berpolitik mereka yang akan maju di garda depan.
\=
\=
Terimakasih karena terus menunggu novel ini🙏.
__ADS_1