
Chapter 058. BERKAH DAN BEBAN.
\=
\=
Di alam kesadaran ilahi, milik tuan Ying Yuan Li Yian mendengarkan cerita dan sejarah terbentuknya alam Tanasilam dengan sangat khidmat.
Dia baru tahu sekarang, bahwa alam Tanasilam ini dulunya adalah alam kesadaran ilahi milik kultivator jenius di jaman kuno.
Di saat itu hanya ada alam Daulu yang benar-benar terbentuk pertama! Sedangkan alam langit adalah penyeimbang milik para dewa yang di angkat ke langit.
Sehingga di sebut alam langit! Namun mereka terus mengawasi alam Daulu alam yang sesungguhnya.
Namun karena keserakahan para kultivator, sehingga terjadilah pertumpahan darah terus menerus sehingga energi Qi menipis tajam hingga sekarang.
Sehingga orang-orang sekarang tidak mengenal energi Qi, hanya mengenal tenaga dalam! Namun sebenarnya itu adalah unsur yang sama.
Karena tenaga dalam adalah unsur energi Qi, namun terbentuknya sengat tipis.
Li Yian terus mendengarkan, sampai dia bisa menyimpulkan bahwa orang tua ini sudah hidup di alam Daulu maupun, alam langit dan alam Tanasilam sudah melebihi jutaan tahun.
Bahkan sepertinya orang tua itu juga lupa kapan hari ulang tahun dia, karena saking lamanya dia hidup! Apa lagi sekarang hanya sepenggal dari jiwa dan kesadaran ilahi miliknya yang masih ada.
Sedangkan tubuhnya sudah di cerna oleh cacing tanah! Jadi orang tua itu tidak ingin harapan untuk hidup lagi.
Mungkin dia sudah sangat capek hidup sangat lama, sehingga dia menceritakan semuanya kepada Li Yian.
"Begitulah nak cerita terbentuknya alam ini!" Ucap orang tua itu.
"Tuan Yuan! Apa yang anda inginkan sehingga memanggil aku ke alam kesadaran ilahi anda?" Tanya Li Yian.
Dia tahu, bahwa orang tua ini memanggil dirinya ke alam kesadaran ilahi miliknya bukan hanya untuk curhat belaka.
Namun ada maksud lainnya, sehingga Li Yian langsung bertanya ke intinya! Agar tidak muter-muter lagi bercerita tentang terbentuknya alam langit dan seterusnya.
Mendengar cerita panjang dan lebar itu saja Li Yian sudah sangat berat untuk mencernanya! Sehingga dia ingin langsung ke tujuan utama dia di panggil ke dalam alam kesadaran ilahi milik orang tua itu.
"Ha-ha-ha, kamu memang bocah yang sangat pengertian! Sehingga orang tua ini tidak perlu menceritakan siapa leluhur ku sebenarnya!" Ucap tuan Ying Yuan dengan terkekeh.
__ADS_1
Dia langsung senang dengan karakter Li Yian yang langsung tahu apa maksud dia memanggil ke dalam alam kesadaran ilahi miliknya.
"Katakan lah, aku sedang ada urusan mendesak!" Ucap Li Yian.
"Nak, mewujudkan keinginan ku itu membutuhkan waktu sangat lama! Jika kamu beruntung mungkin akan bisa selesai dalam waktu kurang dari satu bulan di alam Tanasilam! Namun jika kamu kurang beruntung maka kamu aka menghabiskan ratusan tahun di alam Tanasilam!" Ucap tuan Ying Yuan memperingati.
Buummm...!
Ada ledakan di otak Li Yian tanpa sadar setelah mendengar penuturan dari orang tua yang sekarang di depannya.
Bagaimana dengan satu bulan, bahkan bisa menghabiskan 100 tahun perhitungan alam Tanasilam, lalu Baba Yaga dan Ming Qionglin yang di tinggalkan akan bernasib seperti apa.
Li Yian berpikir dengan berat, apa dia tidak perlu menerima keinginan dari orang tua ini! Namun dengan dia sudah ada di sini, dia juga tidak tahu bagaimana keluar dari alam yang sangat menyejukkan hati ini.
"Tuan Yuan, apa tidak bisa di peringkat seperti satu hari perhitungan alam Tanasilam?" Ucap Li Yian ingin memastikan.
"Ha-ha-ha, kamu menarik! Leluhur ku saja yang sangat hebat mungkin tidak berani berbicara bahwa keinginan ku yang akan aku titipkan akan selesai dengan satu hari! Tapi kamu berani, benar-benar sangat bersemangat." Ucap Tuan Ying Yuan itu sambil tertawa terbahak-bahak.
Air mata langsung menggenang di sudut matanya! Karena keinginan dia juga asalnya berasa dari warisan leluhur dia sebelum akhirnya leluhur itu mencapai batasnya.
Dia saja yang menerima dekrit perintah dari leluhurnya saat menerima keinginan itu perlu menghabiskan hampir 30 tahun, Li Yian ingin satu hari benar-benar sangat berani.
Sebenarnya jika Li Yian menerima ini bisa masuk ke ranah di atas ranah kaisar dewa, maka ini bisa di bilang berkah! Namun jika perlu melakukan ini sampai 10 sampai 100 tahun itu adalah beban.
Berkah dan beban ini saling berkaitan, sehingga membuat Li Yian dilema sesaat.
*
*
*
Di alam Tanasilam.
Tepatnya di puncak bukit tinggi yang memanjang di perbatasan wilayah barat dan wilayah timur.
Baba Yaga dan Ming Qionglin masih memandangi gua misterius yang kini sudah amblas ke dasar tanah.
Ming Qionglin sangat terkejut, dia kira Li Yian mati karena tertimpa reruntuhan gua misterius. Namun bodohnya dia tidak merasa bahwa perlindungan tubuh milik Li Yian masih berfungsi terhadap dirinya.
__ADS_1
Jika saja dia bersikap tenang dan jernih! Pasti akan berpikir bahwa Li Yian masih hidup dan bisa di selamatkan.
Namun karena dia panik, karena hanya Li Yian lah harapan bahwa dia akan kembali ke alam Daulu nantinya kini telah mati.
Sehingga wajahnya kini seputih salju karena saking tidak percaya apa hang dia lihat.
Sedangkan Baba Yaga tidak bedah jauh, dia masih mengangkat batu reruntuhan satu persatu agar bisa menyelamatkan Li Yian.
"Saudara Li Yian, kamu tidak boleh mati! Aku belum mengalahkan kamu sekalipun, bagaimana kamu bisa mati?" Pikiran Baba Yaga juga sama bodohnya.
Dia tidak merasakan aura Li Yian, untuk memastikan Li Yian masih hidup apa sudah mati! Dia pikir masih terkurung di dalam gua misterius yang tidak dapat merasakan aura seseorang sama sekali.
Jika Baba Yaga langsung merasakan aura Li Yian, maka dia bisa merasakan bahwa perlindungan milik Li Yian di tubuh Ming Qionglin masih berfungsi.
Itu bisa menandakan bahwa Li Yian masih hidup, meskipun tubuhnya terkubur di bawah gua misterius.
"Saudara Li Yian, jangan mati dulu! Aku ingin mengalahkan kamu sekali saja, setelah itu kamu boleh lanjut mati!" Keluh Baba Yaga.
Baamm....!
Baaammmm..!
Baba Yaga terus memukul batu-batu hitam yang sangat keras itu, debu berterbangan ke mana-mana! Bahkan puncak bukit itu bergetar hebat karena serangan Baba Yaga itu.
Buummm..!
Tebing yang tinggi, yang tidak jauh dari gua itu langsung ambruk.
Ming Qionglin terus memperhatikan tingkah laku bodoh Baba Yaga.
Semua binatang kecil maupun besar, bahkan yang buas sekalipun berlarian karena serangan Baba Yaga.
Namun Baba Yang tidak menyadari itu, dia terus menggali bekas gua misterius yang runtut.
"Huufff...!" Nafas Baba Yaga tersengal-sengal.
\=
\=
__ADS_1
...