
Chapter 035 \= JAMUAN BESAR.
\=
\=
Tidak butuh waktu lama, ketiganya sudah sampai ke kediaman keluarga Meng! Sebagai master yang kekuatannya sangat tinggi seperti Li Yian dan Baba Yaga dengan hanya di uji secara diam-diam oleh tertua ke empat keluarga Meng.
Dengan dia berlari sangat cepat, itu bukan apa-apa bagi Li Yian maupun Baba Yaga! Baba Yaga saja yang di juluki pelari tercepat di klan Baba kalah oleh gerakan Li Yian, apa lagi hanya petarung biasa seperti tetua ke empat keluarga Meng.
Melihat ini, tetua ke empat keluarga Meng hanya bisa tertegun dan tersenyum canggung! Karena dia sudah mengeluarkan semua kemapuan yang dia miliki sebagai ahli dalam pelarian.
Dia sebagai penguntit handal dan pengorek informasi, bukan hanya pendengar dan penglihatan yang dia tingkatkan! Namun juga larinya, dia belajar ini agar setiap kali saat dia sedang ketahuan dia bisa lolos dengan mudah.
Namun setelah keahlian larinya di tampilkan, kedua masih tidak menunjukkan jarak yang tertinggal keduanya masih tetap di belakang tetua ke empat hingga mereka semua sampai tujuan.
"Tuan Li Yian, tuan Baba Yaga selamat datang di kediaman keluarga Meng!" ucap tetua ke empat keluarga Meng.
"Tempat yang cukup bagus! Sebenarnya keluarga kuat di kota ini keluarga Meng cukup jeli dalam memilih kediaman!" ucap Li Yian.
Dia memandang ke depan, di depannya ada gunung yang cukup tinggi! Di sini jika orang dengan persepsi lemah tidak akan tahu bahwa di bawah gunung ini ada kediaman besar.
"Menurut aku biasa saja! Kediaman keluarga ku lebih baik." jawab Baba Yaga setelah tahu kediaman keluarga Meng.
"Aku semakin penasaran!" jawab Li Yian.
"Kamu akan segera melihatnya, setelah kita sampai di sana." Baba sama berucap demikian ke arah Li Yian, lalu langsung beralih ke tetua ke empat keluarga Meng.
"Tetua kapan kita akan masuk, apa hanya berdiam diri di sini?" tanya Baba Yaga.
"Ah, benar silahkan masuk tuan!" jawab tetua ke empat keluarga Meng setelah sedikit tersentak.
Dia langsung membawa masuk, setelah berjalan ke dalam hutan kecil beberapa langkah, ketiganya langsung merasakan seperti ada labirin yang terbuka.
"Inilah sebenarnya kediaman keluarga Meng!" ucap tetua ke empat keluarga Meng.
Di sana memang ada gunung seperti saat di luar, namun ada bangunan seperti paviliun di setiap sisi jalan menuju lereng gunung.
__ADS_1
Sebenarnya paviliun itu di gunakan untuk menyambut tamu sebelum di bawa ke kediaman utama keluarga Meng.
"Tuan-tuan, tunggu di sini terlebih dahulu! Kami akan memanggil kepala keluarga Meng." ucap tetua ke empat keluarga Meng dengan sedikit membungkuk.
"Ya baiklah..!" jawab Li Yian.
Lalu dia langsung duduk dan memejamkan matanya! Sebenarnya dia sedang memeriksa keadaan sekitar, apakah di sini di persiapkan jebakan atau tidak.
Sedangkan Baba Yaga dia juga langsung duduk, namun tidak seperti Li Yian yang tenang dia langsung mengambil beberapa buah-buahan seger yang di sediakan lalu memakannya dengan lahap.
"Haaahhh...Segarnya buah ini! Aku sampai teringat kembali masa kecil ku." ucap Baba Yaga.
"Berarti setelah makan buah itu, kamu langsung teringat siksaan yang sangat berat itu ?" tanya Li Yian.
Dia sudah selesai memeriksa seluruh teman kediaman keluarga Meng, Li Yian yakin ini aman namun yang dia bingung kenapa mereka di panggil ke sini seperti ini.
"Sial, bukan itu yang aku maksud saudara Li Yian!" ucap Baba Yaga langsung membentak.
Memang Baba Yaga pernah menceritakan bahwa masak kecilnya itu seperti siksaan berat, sehingga Li Yian langsung bertanya seperti itu.
"Lalu apa?" tanya Li Yian.
"Hanya itu, bukanya yang kamu ingat harusnya rasa sakit saat kecil agar bertekad lebih kuat lagi?"
Li Yian trus bertanya, sehingga akhirnya mereka terus mengobrol di paviliun yang ada lereng gunung.
*
*
*
Sedangkan di sisi terdalam gunung di kediaman keluarga Meng, tetua ke empat sampai di aula utama.
Di sana banyak kekuatan utama keluarga Meng, sedangkan yang kekuatannya lainnya mereka tempatkan di kediaman keluarga Lun yang sudah di rebut beberapa waktu lalu.
"Tuan besar Meng! Aku sudah menjemput tuan Li Yian dan tuan Baba Yaga!" ucap tetua ke empat kepala kepala keluarga Meng.
__ADS_1
"Bagus tetua ke empat! Sebaiknya kita semua keluar untuk menyambut mereka dan siapapun jamuan besar!" ucap kepala keluarga Meng.
Orang-orang yang tidak tahu Li Yian dan Baba Yaga hanya bisa terkejut, siapa mereka yang bisa menerima kehormatan seperti ini dari keluarga Meng.
Pasalnya keluarga memang tidak akan pernah menyambut orang dengan semeriah ini, bahkan keluarga yang sama tuanya dengan keluarga Meng yaitu keluarga Lun bisa mereka musnahkan.
Seharusnya setatus keluar Meng naik tinggi! Namun mereka malah menyambut orang hingga keluar kediaman.
Apakah mereka pantas, banyak orang yang berpikir demikian, namun sebelum mereka semua protea kepada kepala keluarga.
Kepala keluarga Meng langsung berucap!.
"Jangan ada yang berbicara macam-macam di hadapan orang-orang ini! Meskipun nantinya ucapan orang ini menyinggung kalian, kalian cukup terima dan pasrah! Jika ada yang melanggar, akan di hukum dengan hukuman keluarga yang paling berat!"
Suara itu seperti tusukan dan pukulan di jantung orang-orang keluarga Meng, ini seperti peringatan mati jika mereka berani menyinggung dan berbicara macam-macam dengan orang yang akan mereka temui.
Mereka diam karena terkejut, tidak percaya dan sangat terpukul karena akan merasakan penghinaan yang nantinya tidak bisa mereka balas dan harus menelan kepahitan ini.
Mereka sudah hampir sama dengan keluarga Lun, sudah terbiasa sombong namun belum keterlaluan karena di tekan oleh keluarga Lun dan kepala keluarga Meng sendiri.
Sehingga kesombongan mereka masih dalam takaran wajar! Kepala keluarga Meng tahu akan itu sehingga dia langsung memberikan peringatan dini.
Kepala keluarga Meng takut, hanya karena omongan mereka yang menyinggung maka Keluarga Meng hancur seperti keluarga Lun.
"Baik kepala keluarga! Kami akan tetap diam dan menghormati mereka, apapun yang terjadi!" jawab mereka hampir serempak.
"Baik, ini untuk kebaikan keluarga Meng!" jawab kepala keluarga.
Tetua ke empat hanya tersenyum, dia sangat mendukung gagasan kepala keluarga.
Kepala keluarga berbicara seperti itu sebenarnya dia juga untuk mengingat dirinya sendiri, karena adegan berdarah yang di ceritakan oleh tetua ke empat langsung terbayang di benaknya.
Akhirnya mereka semua keluar setelah sepakat seperti itu.
\=
\=
__ADS_1
...