Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
025 = HABIS TANPA SISA


__ADS_3

Chapter 025 \= HABIS TANPA SISA


\=


\=


Kata-kata yang hendak di lontarkan Baba Yaga langsung terpotong, karena Li Yian langsung berbicara setelah memukul tetua pertama keluarga Lun.


"Lihat dia tidak mati, seharusnya kamu berterimakasih bukannya marah-marah!"


Setelah mendengar ucapan Li Yian, Baba Yaga langsung melihat banyak orang yang terkapar di depannya. Memang mereka tidak ada yang mati karena serangan Li Yian berbenturan dengan energi pertahanan tetua pertama keluarga Lun.


Sehingga tetua pertama keluarga Lun yang paling parah, sampai muntah darah begitu banyak! Tetua kedua yang tidak jauh dari tetua pertama juga terkena serangan itu namun dia baik-baik saja, karena Li Yian tidak mengincar tetua kedua sehingga dia selamat.


Sedangkan pasukan yang ada di belakang tetua pertama, mereka terkapar juga karena menerima tekanan kuat dari daya dorong serangan Li Yian.


"Sial, aku sangat marah!" bentak Baba Yaga karena tidak bisa membantah ucapan Li Yian.


Boooommm...!


Aura yang sangat mendominasi langsung keluar dari tubuh Baba Yaga, setelah itu dia menghilang dari tempatnya berdiri sekarang dan muncul dengan tiba-tiba di kerumunan pasukan dari keluarga Lun.


Serangan Baba Yaga itu seperti serigala yang masuk ke kawanan domba, mayat dari pasukan keluarga Lun langsung bergeletakan tanpa bisa melawan Baba Yaga.


Baba Yaga menyerap beberapa pasukan yang kuat sedangkan yang lemah dia langsung membunuh tanpa ampun.


Li Yian melihat itu hanya diam saja, tanpa ingin membantu menyerang dia sudah kehilangan minta bertarung! Karena setiap dia menyerang Baba Yaga akan marah-marah tidak jelas.


Sedangkan Ming Qionglin hanya bisa berdiam terpaku dengan mulut terbuka lebar saking terkejutnya, dia belum pernah melihat pembantaian seperti itu.


Karena sedari kecil dia hidup di keluarga kekaisaran, sehingga hidup dengan damai dan sejahtera! Baru kali ini dia mengalami kekerasan hidup.


Meskipun belajar beladiri namun kekuatan itu hanya lebih tinggi dari prajurit biasa di kekaisaran Ming kala itu, sehingga melihat kejadian yang mengerikan di depan matanya langsung membuat jiwanya bergetar ketakutan.


"Sementara aku akan di tinggal di kediaman orang seperti itu, apa ini akan baik-baik saja?" gumam Ming Qionglin sambil menatap Baba Yaga yang sedang membantai pasukan keluarga Lun.


Dia ingat Li Yian mengatakan tidak boleh ikut dengannya dan akan di tinggal di klan Baba untuk sementara waktu selagi Li Yian mencoba cara untuk kembali ke alam Daulu.


Rada takut menyelimuti Ming Qionglin, karena dia akan tinggal di lingkungan orang-orang brutal.


Li Yian yang merasakan perubahan Ming Qionglin langsung bertanya.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa kamu terlihat begitu ketakutan?" Li Yian sambil melihat raut wajah Ming Qionglin yang sudah pucat.


"Tuan Li Yian, apa benar aku akan tinggal di kediaman tuan Baba Yaga apa semua orang di sana seseram tuan Baba Yaga?" Ming Qionglin langsung mengajukan pertanyaan untuk memastikan.


"Baba Yaga seram, aku rasa dia bukan seram tapi lebih tepatnya bodoh!" jawab Li Yian asal saja.


Hanya Li Yian yang berpikir bahwa Baba Yaga bodoh, sedangkan bagi orang-orang di alam Tanasilam mungkin Baba Yaga di sebut dengan orang kejam.


Setelah mendengar ucapan Li Yian, Ming Qionglin tidak tahu harus berkata apa! Karena Baba Yaga yang sedang membantai musuh di sebut bodoh.


"Tenang saja, meskipun aku tidak tahu klan Baba itu seperti apa. Tapi aku yakin selagi Baba Yaga berbicara pasti mereka akan menjaga mu dengan baik." Li Yian langsung menenangkan Ming Qionglin.


Akhirnya dia hanya bisa mengangguk saja, mau menolak bagaimanapun dia tidak berani sudah di tolong saja dia sudah bersyukur.


*


*


*


Sedangkan di sisi Baba Yaga suara kesakitan dan jeritan kematian terus bergema di halaman rumah besar itu, Baba Yaga membantai dengan sangat brutal.


Semua pasukan sudah di bunuh Baba Yaga, dia kini sedang mencekik leher tetua kedua dengan ringan.


"Ka ka kalau kamu bernai membunuh ku, kepala keluarga Lun tidak akan tinggal diam. Kamu akan di buru kemanapun kamu pergi!" ucap tetua pertama dengan sangat lemah.


"Sebaiknya lepaskan aku!" lanjutnya berucap.


"Keluarga Lun mana, aku tidak tahu apa itu keluarga Lun!" bentak Baba Yaga.


Dia semakin marah setelah di ancam oleh orang yang akan segera mati di tangannya, sebenarnya dia tidak langsung membunuh itu untuk mendengar kata ampun dari musuhnya agar dia meras lebih baik.


Namun yang di dapat adalah ancaman, sehingga Baba Yaga langsung menyerap kekuatan tetua kedua hingga mati.


Sedangkan tetua pertama yang sudah tidak bisa bergerak karena serangan tamparan Li Yian hanya bisa tergeletak dengan mata yang bergetar ketakutan.


Karena kekuatan dia dan tetua kedua itu hampir sama, sehingga dia sangat takut.


Ketakutan dia tidak berlangsung lama, karena setelah Baba Yaga membunuh tetua kedua dia langsung menghampiri tetua pertama dan langsung melakukan hal yang sama terhadap tetua kedua hingga mati.


Setelah dia sudah selesai membantai semua pasukan keluarga Lun hingga habis tanpa sisa, Baba Yaga menghembuskan nafas berat.

__ADS_1


Kematian seluruh pasukan maupun tetua pertama dan tetua kedua keluarga Lun yang di bunuh dan di serap kekuatannya oleh Baba Yaga tidak begitu memuaskan.


Sehingga Baba Yaga masih tetap mengeluh karena tidak ada banyak perubahan, sebelumnya dia berfikir bahwa setiap bisa menyerap banyak orang kekuatan miliknya akan melesat jauh. Namun nyatanya itu hanya harapan belaka.


"Sial, orang-orang lemah!" Baba yakin masih terus memaki.


Kekesalan Baba Yaga masih belum terselesaikan, entak apa yang dia rasakan hanya karena ucapan dan kelakuan Li Yian selalu bikin kesal.


Sebenarnya dia kesal karena selalu kalah dengan Li Yian, meskipun mereka ada di alam Tanasilam namun dia masih saja kalah. Inilah sumber utama dia selalu kesal sedangkan Li Yian menurutnya selalu pamer di depannya.


Banyak mayat bergeletakan di halaman depan rumah itu, setelah halaman hening saudagar dan pelayan rumah langsung keluar untuk melihat keadaan.


Setelah keluar mereka semua hanya bisa terdiam, karena saking terkejutnya dengan pemandangan di depannya.


Banyak mayat tergeletak di mana-mana, darah dan aura mencekam tersebar melalui udara membuat nafas tercekat. Sehingga membuat sekitar itu begitu mencekam.


*


Sedangkan di kediaman keluarga Lun, yang ada di pusat kota wilayah timur kini sangat sepi.


Karena seluruh pasukan sedang keluar untuk membuat perhitungan dengan Baba Yaga dan Li Yian, namun mereka belum mendengar kabar dari tetua pertama maupun tetua kedua.


Pemimpin keluarga Lun masih duduk di kursi utama, dia sedang menopang dagunya di sandaran kursi dengan tangannya sambil melamun.


Dia seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat, karena firasatnya merasakan fluktuasi yang tidak enak.


Braakk...!


Suara pintu di buka dengan paksa dan cepat, sehingga menimbulkan suara yang keras.


Sehingga orang-orang di sana langsung tersentak karena terkejut.


"Tuan, gawat! Batu energi kehidupan tetua pertama dan tetua kedua telah padam!" ucap seorang daei luar aula utama.


"Apa...?" semua orang yang ada di aula utama terkejut.


Mereka terkejut, karena setiap batu energi kehidupan padam berarti orang yang memiliki batu itu telah mati.


Para tetua dan tuan muda keluarga Lun memiliki batu energi kehidupan masing-masing, itu tanda setatus mereka yang sangat tinggi.


\=

__ADS_1


\=


__ADS_2