
Chapter 041 \= WILAYAH PERBATASAN
\=
\=
Di daerah perbatasan wilayah barat dan timur terdapat gurun yang sangat gersang berkepanjangan, inilah kenapa Li Yian di peringatkan cukup keras oleh saudagar kaya yang rumahnya Li Yian dan Baba Yaga singgahi.
Itu karena saudagar itu khawatir dengan perbatasan wilayah barat dan timur, di bagian timur terdapat hutan lebat yang sangat rimbun! Namun di wilayah justru kebalikannya.
Di wilayah barat terdapat gurun dan pegunungan batu yang berkepanjangan membentang dari timur ke barat, sehingga jika perbekalan tidak cukup banyak orang yang akan mati kelaparan.
Bahkan banyak orang yang rela makan daging kuda tunggangannya agar bisa bertahan hidup, sehingga area ini di katakan wilayah berbahaya.
Di sinilah Nan Lutu menempatkan orang-orangnya untuk menyambut Li Yian dan Baba Yaga, karena ucapan Nam Lutu sambut orang yang akan datang.
Namun di akhiri dengan siapa yang berhasil membunuhnya akan di berikan hadiah besar.
Sedangkan orang-orang itu tidak tahu orang yang di maksud oleh Nam Lutu itu siapa, sehingga orang-orang ini berniat menghabisi siapa saja yang lewat.
Sedangkan Li Yian kini terbang dengan kecepatan tinggi sambil menenteng Ming Qionglin, namun Ming Qionglin terlihat begitu pucat meskipun dia sudah di lindungi oleh aura milik Li Yian.
Baba Yaga mengikuti di belakangnya, meskipun dia cepat namun dia sangat kesal karena masih kalah jauh dalam bergerak seperti ini di bandingkan Li Yian.
Keduanya belum memasuki hutan lebat perbatasan wilayah timur, namun Ming Qionglin sudah sangat tidak tahan.
"Tuan Li Yian tolong turunlah sebentar, aku sudah tidak tahan!" ucap Ming Qionglin dengan suara lemas.
Ming Qionglin merasakan tubuhnya seperti akan hancur karena tekanan, dia merasakan tekan seperti di serang dengan aura penekanan sehingga kepalanya menjadi pusing dan tubuhnya sedikit lemah.
Li Yian jelas merasakan ini, dia hendak tidak memperdulikan namun melihat itu sangat kasihan.
"Baiklah..!" jawab Li Yian.
Mendengar jawaban Li Ning, Ming Qionglin tersenyum cerah karena bisa beristirahat.
Akhirnya Li Yian berhenti di sebuah kota kecil, kota ini adalah kota terakhir yang ada di bagian paling barat wilayah timur.
Setelah melewati kota ini, maka akan masuk ke hutan lebat yang sangat besar! Karena jika menggunakan kereta kuda lalu mengikuti jalan setapak bisa memakan waktu 2 hari lamanya.
__ADS_1
Li Yian, Ming Qionglin dan Baba Yaga berada di kota kecil yang ramai.
Kota ini seperti transit untuk orang-orang yang akan keluar masuk wilayah timur dan barat! Sehingga persiapan mereka sangat penting.
Banyak kereta barang berlalu lalang di sini, sehingga meskipun hanya kota kecil namun banyak yang beraktivitas di sini.
"Apa kamu sudah pernah ke sini?" Ucap Li Yian kepada Baba Yaga.
"Tidak pernah..!" Jawab Baba Yaga cepat.
"Lalu di daerah mana sebenarnya kamu pernah menjelajahi alam Tanasilam?" Tanya Li Yian ingin tahu.
Li Yian penasaran, karena Baba Yaga berasa dari alam Tanasilam namun sejauh ini setelah mereka berkeliling di kota bagian wilayah timur Baba Yaga belum pernah mengunjungi semuanya.
"Di bagian wilayah barat, karena aku berasa dari sana!" Jawab Baba Yaga pasti.
"Baiklah, aku mengerti sekarang!" Li Yian tidak ingin bertanya lagi, dia yakin Baba Yaga hanya berkeliaran di pekarangan rumah sendiri saja.
Contohnya saat di alam Daulu, dia hanya diam di hutan terpencil saja dan tidak berani keluar! Sehingga dia yakin di alam Tanasilam juga paling jauh berkeliling di pekarangan rumah.
"Tuan Li Yian, bagaimana kalau kita makan!" ajak Ming Qionglin.
Karena ini pengalaman pertama kali, Ming Qionglin bergerak sangat cepat sehingga tubuhnya berguncang tidak begitu terkendali.
"Itu usul yang sangat bagus!" Jawab Baba Yaga.
Li Yian langsung geram dan menepuk jidatnya dengan pelan, dia ingin sekali segera pergi dan mengikuti arah hilangnya aura siluman milik Nam Lutu.
Namun mereka sangat menghalangi, Li Yian sedikit menyesal telah menyelamatkan Ming Qionglin dari tangan perbudakan dari keluarga Lun namun akhirnya hanya bisa membuang nafas dengan kasah.
"Haaahh....! Baiklah." Li Yian hanya bisa jawab seperti itu.
Ketiganya berjalan menuju ke tempat persinggahan, di sana banyak tempat makan yang di sediakan.
Saat Li Yian seketika merasakan sesuatu, karena di sana banyak sekali orang-orang berlalu-lalang jadi dia langsung memperhatikan banyaknya orang itu.
Di pojokan tempat orang-orang sibuk dengan kesibukan sendiri-sendiri, dua orang sedang memperhatikan Baba Yaga.
Karena dari banyaknya orang di sini, Baba Yaga yang memiliki aura sangat kuat menurut dua orang ini.
__ADS_1
"Apa kamu melihat tiga anak muda itu, salah satu dari mereka sangat kuat! Namun dua di antaranya adalah sampah!" ucap salah satu orang itu dengan suara sangat rendah.
Suara itu hanya bisa di dengar oleh dua orang itu saja, karena dia berbicara dengan menggunakan penyaluran energi.
"Ya, sepertinya tamu yang di maksud adalah mereka!" jawab teman lainnya.
Mereka berdua setelah menerima perintah untuk kembali dan menyambut tamu di perbatasan dia tidak langsung ke perbatasan namun memantau di sini.
Karena menurut mereka, orang yang akan ke perbatasan pasti melewati daerah ini! Jika tidak berarti orang itu memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
Karena bisa berpindah dimensi meskipun hanya beberapa ratus kilometer saja dalam sekali pindah.
Namun orang seperti ini pasti tidak butuh istirahat, sedangkan mereka berdua berpikir bahwa orang itu pasti tidak sehebat yang di pikirkan.
Karena keduanya saja masih perlu mempersiapkan perlengkapan untuk menyebrangi wilayah timur dan barat.
Li Yian, Baba Yaga dan Ming Qionglin belum masuk ke sebuah rumah makan, namun di sebrang sana sudah ada keributan.
"Sial, aku mendengar kabar bahwa banyak para pedagang yang sedang melintasi hutan menuju gurun di bantai oleh kekuatan misterius!" ucap seseorang dengan sangat keras kepala temannya.
"Apa yang kamu ucapkan benar? Bagiamana itu bisa terjadi?" ucap temannya yang tertarik dengan peristiwa ini.
"Ya, aku baru saja kembali dari hutan namun beberapa dari mereka kembali karena temannya semua mati terbantai.." Jawab orang itu.
Dia berbicara seperti ini, karena dia memang benar-benar telah keluar dari hutan untuk berburu hewan buas untuk di manfaatkan dagingnya dan di jual di pasar kota kecil ini.
Karena mendapatkan kabar ini, sehingga dia ingin memberikan berita ini pada temannya.
Li Yian yang menajamkan pendengarannya sedari tadi langsung tahu, sehingga dia ingin terus mendengarkan percakapan ini.
Karena Li Yian pikir aura milik Nam Lutu itu adalah sesuatu misterius yang di bicarakan oleh si pemburu itu meskipun dia tidak begitu yakin.
Akhirnya Li Yian, Baba Yaga dan Ming Qionglin masuk ke dalam rumah makan itu dan Li Yian biarkan Baba Yaga dan Ming Qionglin yang memesan makanan.
Sedangkan dirinya, masih mendengarkan percakapan mereka berdua dan sambil mencari sesuatu yang sedari tadi mengawasinya dari jauh.
\=
\=
__ADS_1
...