Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
050 = PANEN BESAR


__ADS_3

Chapter 050. PANEN BESAR.


\=


\=


Melihat salah satu dari mereka terkapar, tiga yang lainnya tidak menolongnya mereka hanya menjauh dari Baba Yaga saat ini. Karena menurut mereka Baba Yaga adalah petarung yang berbahaya.


Sedangkan Li Yian tampak kesal, karena menurut dia percuma saja mengingatkan Baba Yaga barusan jika hasilnya tetap seperti ini.


Lebih baik dia menghemat pembicaraan dengan Baba Yaga jika ujung-ujungnya tidak di dengar sama sekali olehnya.


"Hadeh, dia masih saja sama seperti biasanya! Tidak sabaran dan selalu bertindak dengan emosinya." Keluh Li Yian.


Namun karena sudah seperti itu, dia hanya bisa mengikuti Baba Yaga menyerang mereka semua agar lebih cepat membereskan masalah ini.


Karena dia ingin segera sampai ke kediaman klan Baba agar bisa menitipkan Ming Qionglin! Karena untuk melindungi Ming Qionglin seperti sekarang, membutuhkan energi Qi cukup banyak.


Meskipun itu tidak masalah, namun menurut Li Yian pergerakan dia kurang leluasa harus selalu melindungi orang lain.


Itu di timbulkan karena dia sudah sering bergaul dengan Baba Yaga yang selalu Li Yian abaikan karena dia tidak takut ada yang bisa mencelakai dia.


Meskipun di tegur Li Yian seperti itu Baba Yaga tidak mendengarkan sama sekali, setelah dia menghajar orang yang wajahnya terlihat paling muda hingga dia terpental jauh namun dia masih belum puas.


Akhirnya Baba Yaga kejar lagi orang itu ke mana dia terpental barusan.


Woooss..!


Boooommm..!


Saat orang itu batuk-batuk dan memegangi dadanya yang sakit, dia masih bisa merasakan aura Baba Yaga yang mendekat.


Sehingga dia langsung mengangkat tangannya untuk memblokir serangan Baba Yaga, dua serangan saling beradu.


Ledakan besar terjadi karena dua energi berbenturan saling mendorong! Meskipun serangan Baba Yaga sekarang sangat besar namun lawannya bukan orang lemah.


Dia sudah hidup hampir 100 ribu tahun di alam Tanasilam ini, sehingga kultivasinya sudah sangat tinggi! Jika saja orang seperti Nam Lutu tidak ada maka keempat orang itu adalah puncak dari susunan kekuatan di alam Tanasilam ini.


Li Yian melihat ini sangat menarik, karena kekuatan besar saling berbenturan terus menerus! Sehingga kawah besar terlihat di puncak bukit yang tinggi itu.


Dia belum bergerak, karena ketiga lainnya juga tidak bergerak untuk membantu rekanya yang sedang bertarung dengan Baba Yaga mati-matian.


Karena dia sudah terluka, sehingga Baba Yaga terus menekannya hingga luka dalam yang di deritanya semakin parah.


"Apakah kalian bertiga akan diam saja, melihat aku akan di bunuh?" Ucap dia yang sekarang sedang bertarung dengan Baba Yaga.


Sebenarnya dia sangat malu jika harus meminta bantuan seperti ini, namun karena kekuatan Baba Yaga yang sangat mengerikan sehingga dia hanya bisa menahan malu itu.

__ADS_1


Sehingga dia langsung berteriak dan meminta bantuan.


Salah satu dari mereka langsung bergerak menuju Baba Yaga.


Woooss...!


Boooommm..!


Dia langsung terpental, karena di hantam kekuatan lain yang tiba-tiba datang dari arah depan.


Itu adalah serangan Li Yian tangan satunya sambil melindungi Ming Qionglin!.


Orang itu terpental jauh ke belakang, hingga berjungkir balik dan menabrak tebing yang menjulang tinggi di belakangnya.


"Jangan ganggu dia bertarung...!" Ucap Li Yian sambil menggoyangkan jari telunjuk tangan kanannya, tanda bahwa orang itu jangan menggangu Baba Yaga dan lawannya.


Sehingga Li Yian memotong serangan orang itu.


Sisa dua lainnya langsung terkejut, terutama orang yang wajahnya paling tua, dia terkejut karena tidak merasakan pergerakan Li Yian tadi.


Sehingga seolah-olah Li Yian berpindah dari tempat semula ke tempat sekarang dia berdiri di udara kosong.


Orang yang berwajah tua, biasanya paling ahli dalam mendeteksi aura dari kejauhan meskipun aura itu milik dewa dari alam langit.


Namun sekarang di depan matanya, dia tidak bisa merasakan aura itu! Sehingga Li Yian seperti berpindah tempat, bahkan lebih berbahaya lagi Li Yian menembus dimensi lain dan pundak ke titik awal lalu muncul ke titik sekarang.


Bagiamana tidak linglung, dua orang yang di hajar dengan mudah kekuatannya tidak jauh berbeda dengan dirinya saat ini.


Sehingga dia juga pasti tidak akan mampu untuk melawan salah satu dari keduanya! Timbullah kengerian di benaknya.


Sedangkan satunya lagi yang sedari tadi diam masih mengawasi pergerakan Baba Yaga maupun Li Yian.


Dia teringat, bahwa gerakan Baba Yaga tidak asing baginya! Namun dia sedikit lupa di mana dia melihat gerakan yang di gunakan Baba Yaga saat ini.


*


*


*


Baba Yaga mundur beberapa langkah dari lawannya, meskipun lawannya kini tambah lemah namun setelah mengeluarkan senjata tombak dia menjadi lebih kuat hampir 3 kali lipat kekuatan di awal.


"Sial jika seperti ini terus, maka akan memakan waktu lama!" Keluh Baba Yaga.


Dia langsung mengambil senjata tongkat di ujungnya berbentuk garukan.


Woooss..!

__ADS_1


Setelah senjata itu keluar, aura samar penindasan langsung di rasakan lawan Baba Yaga.


Baba Yaga bergerak dengan kecepatan tinggi, dia mengayunkan senjatanya dengan energi siluman yang sangat tinggi.


Triinnng..!


Boooommm...!


Tombak panjang dengan tongkat garukan Baba Yaga berbenturan dan meletus sangat besar, Hingga gelombang energi siluman menyebar luas ke segala arah.


Baamm...Baamm..Baamm...!


Lawan Baba Yaga terpental sangat jauh bahkan memantul hingga tiga kali ke deretan bukit di sana, hingga batu berterbangan saking kerasnya benturan itu.


Sedangkan Baba Yaga hanya mundur lima langkah saja, setelah tumbuh stabil kembali Baba Yaga mengejar lawannya yang terpental mundur sangat jauh.


Gerakan Baba Yaga sangat cepat, hampir menyamai gerakan terpental orang itu.


"Buuuffff...!" Lawan Baba Yaga menyemburkan darah segar sangat banyak.


Jlaapp..


Namun belum juga tersadar dari itu semua serangan barusan dan rasa sakitnya, Baba Yaga datang dengan tiba-tiba dan menusuk dada orang itu dengan garukan senjatanya.


"Kamu...?" Ucap orang itu dengan tidak percaya.


Hingga akhirnya dia langsung mati setelah tertusuk senjata Baba Yaga yang perkasa itu.


Baba Yaga dengan cepat menjebol perut orang itu dan mengambil inti kristal siluman orang itu.


Setelah mendapatkannya, Baba Yaga langsung memeriksa dimensi penyimpanan milik orang itu.


Dengan senyum puas, dia langsung bergumam. "Panen besar!"


Baba Yaga dengan cepat memindahkan harta penyimpanan orang itu ke dalam penyimpanan miliknya, begitu juga dengan inti kristal siluman yang Baba Yaga ambil.


Wajah orang itu seperti tidak rela.


Sedangkan orang yang dari tadi diam saja karena sedang mengawasi, lalu seperti mengingat siap Baba Yaga sebenarnya kini dia langsung terkejut setelah melihat Baba Yaga seperti sekarang! Apa lagi dengan senjata di tangan Baba Yaga itu.


"Tuan muda klan Baba...!" Ucap dia dengan raut wajah tidak percaya.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2