Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
044 = TIDAK MAU KALAH


__ADS_3

Chapter 044 \= TIDAK MAU KALAH.


\=


\=


Baba Yaga yang tadinya ingin meremehkan lawan hanya dengan menggunakan sedikit kekuatan untuk menyerang musuh langsung tertegun.


Dia terdiam sesaat karena melihat Li Yian membunuh orang yang mencoba menghindar dari serangan yang dia lancarkan hanya dengan satu pukulan.


Hingga orang itu tewas dengan tubuh hancur menjadi kabut darah di hadapannya, setelah tersadar Baba Yaga seperti menghilang dari sana dan muncul kembali dekat orang yang tadi di serang hingga terpental jauh ke belakang.


Woooss...!


Baaammmm...!


Baba Yaga tanpa basa-basi lagi langsung menghantam orang itu hingga hancur berkeping dan debu yang mengepul akibat tanah di hadapan Baba Yaga menjadi kawah besar.


Baba Yaga tidak mau kalah dengan Li Yian, dia melihat Li Yian membunuh satu serangan jadi dia juga mengikuti apa yang Li Yian lakukan.


'Sial aku juga bisa, jangan sok pamer lagi di depan ku!' keluh Baba Yaga di benaknya.


Setelah mengambil inti kristal siluman musuhnya, Baba Yaga kembali lagi ke samping Li Yian yang sedang melihat ke arahnya.


"Lihat aku membunuhnya seperti itu agar inti kristal siluman ini tidak hancur!" ucap Baba Yaga sambil menunjukkan inti kristal siluman yang berwarna hitam kemerahan.


"Kamu benar, aku menamparnya agar bisa mengambil inti kristal siluman ini tanpa jatuh ke tanah!" Jawab Li Yian sambil membuka tangannya.


Di dalam telapak tangan Li Yian kini muncul inti kristal siluman yang mirip dengan inti kristal siluman yang di pegang Baba Yaga saat ini.


Baba Yaga terdiam, dia ingin menanggapi namun dia bingung untuk menanggapi ucapan Li Yian dengan apa? Sehingga dia hanya bisa membuka dan menutup mulutnya namun tidak ada suara yang keluar.


"Sudah tidak perlu marah, ini inti kristal siluman untuk mu! Jadilah lebih kuat, pasti bisa melakukan apa yang tadi aku lakukan!" Li Yian langsung membuat Baba Yaga tambah tidak bisa lagi berbicara.


Namun inti kristal siluman pemberian Li Yian tetap dia terima dan di simpan dengan cepat, Li Yian langsung pergi kembali ke rumah makan yang tadi di tinggalkan tanpa mengatakan apa-apa lagi terhadap Baba Yaga.


Boooommm...!

__ADS_1


"Sial, bagaimana saudara Li Yian masih terlalu kuat?" Ucap Baba Yaga setelah menghantam tanah dengan kakinya.


Di sana langsung terbentuk kawah kedua hampir mirip seperti kawah pertama yang di buat oleh Baba Yaga saat menyerang musuh.


Dia masih tidak terima dengan keunggulan Li Yian kali ini, Baba Yaga pikir karena dia sudah bertambah kuat dan berada di alam Tanasilam, dia setidaknya susah setara dengan Li Yian.


Namun nyatanya masih tertinggal jauh, inilah yang membuatnya sangat marah saat ini.


Namun dia tetap mengikuti ke mana awah Li Yian tadi pergi, setelah Baba Yaga pergi di sana langsung di kerumuni oleh orang-orang di kota kecil itu.


Mereka penasaran, karena ada kabar bahwa ada penyerangan misterius! Sedangkan serangan barusan juga sangat misterius.


Setelah itu berita penyerangan misterius lebih gencar lagi, bahkan orang-orang langsung menyebarkan bahwa serangan misterius bukan hanya di padang gersang namun di hutan dan sekarang sudah sampai di kota ini.


Berita itu segera menyebar dengan cepat, orang-orang yang tadinya hanya menunda perjalanan kini sudah benar-benar membatalkan perjalanan masing-masing.


Karena keadaan semakin berbahaya, sehingga lebih baik tidak memiliki penghasilan dan merugi dari pada kehilangan nyawa sendiri.


*


*


*


Di sini sudah sepi, orang-orang yang tadinya ramai sudah mencari perlindungan masing-masing! Apa lagi setelah berita penyerangan misterius di kota ini tersebar, kini rumah makan itu semakin sepi.


Li Yian baru saja sampai karena dia masih mengawasi keadaan di luar setelahnya dia masuk dengan perlahan ke dalam warung makan, di sana hanya ada Ming Qionglin yang sedang menunggu Li Yian.


Dia menunggu di sini dengan tenang karena sebelum Li Yian pergi dia berpesan untuk menunggu, sehingga Ming Qionglin tetap menunggu.


Setelahnya Baba Yaga masuk dengan tampang yang suram dan terlihat begitu lesu tanpa gairah.


"Ayuk, kita lanjutkan perjalanan! Sepertinya istirahat di sini sudah cukup!" Ucap Li Yian.


"Baiklah tuan, aku mengikuti apa yang anda katakan!" Jawab Ming Qionglin.


Dia hanya bisa patuh, karena menurutnya Li Yian adalah penyelamat dan tempat ini sangat asing baginya hanya Li Yian yang seperti memiliki aura yang sama sepertinya sehingga dia merasa aman jika dengan Li Yian.

__ADS_1


"Teman ada apa dengan mu, sepertinya kurang bahagia? Apa karena hanya mendapatkan dua inti kristal siluman?" Tanya Li Yian tidak mengerti.


Baba Yaga yang mendengar pertanyaan ini ingin sekali muntah darah, namun dia akhirnya bisa menahan diri.


"Tidak aku cukup senang meskipun hanya dua inti kristal siluman ini yang di dapat!" Jawab Baba Yaga.


"Bagus lah, tapi kenapa masih terlihat seperti seorang tertekan? Biasanya jika senang hidung mu yang mengambang?" Li Yian masih terus bertanya.


Mendengar perkataan Li Yian yang semakin keterlaluan, wajah Baba Yaga semakin merah dan hampir murka karena marah namun dia menahan itu karena Baba Yaga menganggap Li Yian adalah sahabat satu-satunya.


"Baiklah, cepat kita pergi aku tidak sabar sampai ke wilayah barat! Agar dapat lebih banyak mengumpulkan inti kristal siluman." Ucap Baba Yaga.


Woooss...!


Baba Yaga kali ini langsung bergerak di depan, dia tidak sabar akan membantai orang-orang yang menghalangi jalan mereka.


Li Yian tersenyum, dia langsung membawa Ming Qionglin dan segera pergi ke arah barat.


Sebelah barat kota kecil itu adalah hutan lebat, tempat yang cocok untuk binatang buas namun yang di butuhkan Baba Yaga adalah inti kristal siluman yang sudah memadat, namun milik binatang buas belum memadat sehingga aura inti siluman itu belum terbentuk.


Setelah Baba Yaga mendapatkan pencerahan dari Li Yian, dia sekarang semakin ahli dalam menggunakan metode penyerapan energi siluman.


Sehingga sangat semangat menuju ke wilayah barat, karena wilayah barat adalah tempat di mana para siluman hebat dan sombong.


Yang paling buat Baba Yaga semangat adalah untuk melampaui kekuatan Li Yian, agar dia tidak tertinggal terlalu jauh kedepannya! Bahkan target Baba Yaga bisa melampaui kekuatan Li Yian.


Keduanya bergerak dengan cepat memasuki hutan yang sangat lebat, melihat hutan yang rimbun dan sinar tidak tembus hingga ke hutan Li Yian langsung teringat saat dia pertama kali sampai di alam Tanasilam ini.


Dia dan Baba Yaga mendarat di hutan lebat dan terpencil, hingga cahaya tidak tembus karena saking rimbunnya pepohonan di dalam hutan.


\=


\=


Maaf jika alurnya lambat 🙏.


...

__ADS_1


__ADS_2