Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
038 = TAMPARAN MAUT


__ADS_3

Chapter 038 \= TAMPARAN MAUT.


\=


\=


Sebenarnya tetua ke empat keluarga Meng ingin berteriak, dia ingin membunuh si idiot itu dengan tangannya sendiri! Dia sangat takut jika Li Yian marah semua keluarga Meng akan di tampar dengan tamparan maut milik Li Yian.


Dia masih teringat dengan jelas, seberapa hebat tamparan jarak jauh Li Yian yang bisa merobohkan bangunan maupun permukaan gunung bahkan bisa bongkah jika Li Yian menampar dengan kemarahan.


Namun dia tidak berani untuk menegur orang itu, jika dia selamat maka itu keberuntungan dia! Namun jika dia menyeret masalah ini hingga kehancuran keluarga Meng maka dia akan menjadi orang yang berdosa untuk keluarga.


Tetua ke empat takut, karena dia tahu hanya karena kebodohan tuan muda ke dua dari keluarga Lun! Sampai mengakibatkan kehancuran keluarga Lun itu sendiri.


Dia tidak ingin hal yang sama akan terjadi kepada keluarga Meng.


"Baiklah, aku izinkan kamu menyerang terlebih dahulu!" ucap orang dari keluarga cabang, keluarga Meng.


"Apa kamu bercanda? Jika aku menyerang terlebih dahulu dan aku tidak bisa mengontrol kekuatan ku, maka tidak ada kesempatan untuk kamu membalasnya?" tanya Li Yian ingin tertawa.


Bahak dia dulunya salah satu dewa di alam langit, setelah pindah kehidupan di tubuh ini dia bahkan lebih kuat lagi dari kehidupan sebelumnya.


Dia meremehkan Li Yian karena dia yakin Li Yian tidak memiliki energi di tubuhnya, sehingga dia sangat merendahkan Li Yian.


Bahkan dia tidak percaya omong kosong yang di ucapkan tetua ke empat maupun kepala keluarga Meng, hingga mereka begitu menyanjung orang cacat seperti Li Yian.


"Baiklah, persiapan dirimu!" ucap Li Yian.


Woooss..!


Li Yian bergerak, dia seperti menghilang begitu saja tanpa di rasakan aura di sekitar.


Taaap..!


Boooommm...!


Ledakan keras langsung mengguncang kaki gunung di mana kediaman keluarga Meng di bangun.


Setelah Li Yian bergerak sangat cepat dia langsung maju dan setelah jarak 10 meter lagi dari lawannya Li Yian berhenti dan menampar dengan sangat keras.


Hingga terjadilah serangan dahsyat, Li Yian menyerang ke arah samping kediaman keluarga Meng! Di sana terdapat tebing tinggi hingga tebing itu runtuh karena bagian bawah tebing hancur terkena dorongan dari kekuatan tamparan Li Yian.


Semua orang hanya bisa melongo, sedangkan dua orang lainnya sudah seperti orang ketakutan akan kematian.

__ADS_1


Mereka adalah kepala keluarga Meng dan tetua ke empat keluarga Meng, karena ini melebihi apa yang di ceritakan oleh tetua ke empat sehingga kepala keluarga sangat takut.


Sedangkan wajah dari tetua ke empat seputih kapas, dia lebih terpukul lagi! Karena serangan ini hampir 10 kali lipat dari serangan yang di tunjukkan Li Yian saat menyerang keluarga Lun.


Jangan di tanyakan lagi tubuh orang yang menantang Li Yian, sudah hancur lebur di terpa serangan Li Yian dan berhembus bercampur dengan udara di sekitar.


Aura menekan di sana masih sangat besar, bahkan menimbulkan ruak besar di udara wilayah timur yang terus menyebar.


"Ha-ha-ha, saudara Li Yian kaku kurang hebat dalam mengontrol kekuatan sendiri!" ucap Baba Yaga.


Padahal dia sedang becanda untuk meyakinkan tipuan Li Yian pada keluarga Meng ini.


"Ini, ini, ini bencana!" ucap tetua ke tiga dari keluarga Meng.


Dia sangat terkejut, karena ini pertama kalinya dia melihat serangan yang bisa mengguncang area sekitar, hingga merobohkan tebing di belakangnya yang terkena serangan susulan.


Semua anggota inti keluarga Meng yang tadinya meremehkan Li Yian dan Baba Yaga langsung takut, kini mereka percaya dengan ucapan kepala keluarga Meng dan tetua ke empat keluarga Meng.


*


*


*


Duukk..


Tetap ke empat langsung berlari ke arah Li Yian dan berlutut lalu seketika bersujud, hingga membenturkan kepalanya ke lantai batu yang ada di sana hingga batu itu pecah.


"Tuan Li Yian, tolong ampuni keluarga Meng! Idiot tadi yang menantang tuan tidak tahu apa-apa, dia hanya orang tidak berguna!" ucap, tetua ke empat seperti ingin menangis.


Li Yian hanya tersenyum kecil, namun bagi orang-orang itu seperti senyum kematian.


"Tidak masalah, aku tidak menyalakan tetua ke empat! Tadi itu hanya kontrol kekuatan ku saja yang buruk." jawab Li Yian.


Mendengar ini, seperti pengampunan tiada tara dari Li Yian.


Setelah itu dia kembali bersujud beberapa kali, hingga kepala keluarga Meng ikut berlutut dan bersujud setelah dia sadar dari keterkejutan barusan.


Setelah itu semua anggota inti keluarga Meng bersujud di tempat mereka berdiri.


"Baiklah, keluarga Meng kami pamit dulu! Masih ada urusan." ucap Li Yian.


"Teman kita pulang..!" ucap Li Yian langsung menghilang dari hadapan mereka semua.

__ADS_1


Woooss...!


"Sial aku di tinggal..!" keluh Baba Yaga.


Woooss..!


Baba Yaga langsung menggunakan energi siluman dengan sangat besar lalu dia juga seperti terbang entah kemana, saking cepatnya dia bergerak.


Setelah itu aura siluman milik Baba Yaga dapat di rasakan oleh orang-orang keluarga Meng.


"Sial, dia sangat kuat! Bahkan energi siluman miliknya begitu tebal dan menekan." ucap salah satu keluarga Meng yang sudah mendongak setelah sujud beberapa kali.


Baaammmm...!


"Bodoh kalian semua, bodoh!" bentak kepala keluarga Meng.


"Padahal aku sudah mengingatkan bahwa tuan Li Yian sangat kuat! Jangankan keluarga Meng, bahkan aku yakin istana Nam Lutu bisa di runtuhkan oleh mereka berdua!" kepala keluarga Meng marah-marah.


Sedangkan tetua ke empat, hanya duduk lemas di atas batu lantai yang ada di sana sedangkan kening dia sudah sedikit beredar itu tandanya dia membenturkan kening kepalanya tanpa di lindungi aura pelindung.


Dia seperti orang yang sudah pasrah akan sesuatu, padahal di keluarga Meng hanya tetua ke empat yang di kenal paling bijak dan paling jago dalam memikirkan strategi.


Namum kali ini seperti tidak semangat, melihat ini beberapa orang bertanya dengan prihatin.


"Tetua ke empat ada apa dengan mu?" ucap salah satu dari mereka.


"Aku sebelumnya berpikir, bahwa keluarga Meng bisa bangkit di wilayah timur ini! Bahkan di alam Tanasilam berkat bantuan keduanya, namun itu semua runtuh gara-gara satu idiot dari keluarga Meng kita!" ucap tetua ke empat dengan pasrah.


Setelah mendengar ini, semuanya langsung berpikir sepertinya ucapan tetua ke empat benar! Namun tadi mereka semua sangat meremehkan Li Yian dan membangkang idiot di keluarganya.


Alhasil, suasana menjadi suram seperti suasana hati tetua ke empat dan kepala keluarga Meng.


*


Hanya butuh waktu sebentar.


Li Yian sampai di rumah saudagar kaya yang sebelumnya dia tinggali, setelah itu dia melihat ke belakang.


"Bagiamana dia masih begitu lambat?" gumam Li Yian untuk Baba Yaga.


\=


\=

__ADS_1


Bantu like novel ini semuanya, terimakasih 🙏


..


__ADS_2