Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
029 = KELUARGA MENG


__ADS_3

Chapter 029 \= KELUARGA MENG


\=


\=


Kembali ke beberapa saat lalu, saat Baba Yaga membantai keluarga Lun.


Seseorang yang menyembunyikan dirinya sangat jauh dan sangat dalam, kini sedang memperhatikan pertempuran yang tidak seimbang itu.


Meskipun dia hanya melihat dengan samar-samar, namun dengan keahlian dia yang sebagai penguntit dan ahli dalam mencuri informasi langsung tahu bahwa pasukan keluarga Lun sedang terdesak hebat oleh lawan yang seorang dari.


"Sial, orang ini sangat mengerikan!" ucap dia dalam hati.


Dia berusaha dengan mati-matian, agar tidak mengeluarkan aura miliknya sedikitpun! Itu agar keberadaan dirinya tidak ketahuan oleh orang yang sedang membantai itu.


Dia sangat bersyukur, karena kepala keluarga selalu mengingatkan untuk selalu berhati-hati dalam hal bertindak mencari informasi.


Baaammmm...!


Degg..!


Jiwa dia langsung terguncang, itu karena akibat serangan tamparan Li Yian dari kejauhan untuk membunuh orang-orang dari keluarga Lun hingga menjadi kabut darah.


"Dia lebih berbahaya..." intuisi dia sebagai orang yang selalu hati-hati berkata demikian.


"Kita jangan sampai memprovokasi mereka berdua, jika tidak semua keluarga akan hancur!" gumam dia ketakutan.


Namun masih tetap diam di sana, sambil terus mengawasi jalannya pertarungan.


Hanya membutuhkan waktu yang cepat, semua keluarga Lun sudah di musnahkan termasuk tetua pertama dan tetua kedua.


Melihat kejadian ini dia semakin bergetar tubuhnya hingga tidak bisa di kendalikan dengan benar, hampir saja di ingin menenangkan dengan aura miliknya namun tidak jadi. Khawatir dua orang itu mengira dia salah satu bagian dari keluarga Lun.


Dia terus diam dan memperhatikan, puncak kengerian yang paling dia tidak bisa tahan adalah saat Li Yian membakar hangus pasukan keluarga Lun menjadi debu.


Dia benar-benar mematung ketakutan, di dalam benaknya dia jika melihat Li Yian maupun Baba Yaga di kemudian hari akan selalu menghindar.


Jika Baba Yaga dan Li Yian sedang lewat di jalan utama, dia akan memilih lewat di jalan lain agar dia tidak berpasangan dengan Baba Yaga maupun Li Yian saat berjalan.


Setelah cukup lama diam dan menunggu! Akhirnya Li Yian dan Baba Yaga masuk ke dalam rumah besar itu, dia seketika bernafas lega.

__ADS_1


Keringat dingin bermunculan di dahinya yang licin saking takutnya dengan kekuatan Baba Yaga dan Li Yian.


Setelah di yakini sudah aman, akhir dia berani bergerak dan pergi dari sana dengan cepat! Setelah dia cukup jauh dari tempat tadi dia bersembunyi dia seperti lolos dari lubang neraka yang menganga.


"Sial, aku harus kembali dengan cepat dan memberitahukan berita gembira ini kepada taun besar!" ucap dia kegirangan.


Suasana tadi dan sekarang langsung berbanding terbalik, menurutnya karena keluarga yang selalu di atas itu akhirnya hancur karena kekuatan utama mereka sudah di renggut oleh Baba Yaga dan Li Yian.


Akhirnya dia langsung mempercepat lajunya agar lebih cepat sampai ke kediaman yang dia tuju.


*


*


*


Di pinggiran ibukota wilayah timur.


Rumah besar berdiri di sana di bawah kali gunung, suasana di sana sangat sepi! Karena biasanya alam Tanasilam membangun kediaman di bawah gunung membentuk gua yang sangat besar.


Namun berbeda dengan itu semua keluarga ini hampir sama dengan keluarga Lun, karena mereka adalah saingan ketat keluarga itu.


Kediaman itu adalah milik keluarga Meng.


Woooss...!


Bayangan hitam berkelebat dari arah timur dengan sangat cepat, bayangan itu seperti menyatu dengan udara sekitar.


Bayangan itu menuju ke kediaman besar dengan cepat, orang yang bergerak itu seperti sangat mengenal daerah sekitar.


Tap..


Bayangan itu menginjakan kedua kalinya di atap bangunan dengan sangat mulus dan tanpa menimbulkan suara.


Lalu dengan cepat masuk ke dalam bangun lewat jalur sampai.


Di dalam kediaman keluarga Meng, kepala keluarga Meng sedang membaca sesuatu dari hadapannya.


Baru saja dia ingin membalik halaman berikutnya, dia merasakan ada orang yang datang menemuinya.


"Kepala keluarga, aku telah kembali!" ucap orang itu.

__ADS_1


Dia adalah orang yang tadi menyaksikan pertarungan Baba Yaga dan Li Yian melawan keluarga Lun.


Nafas dia terlihat masih memburu dan terlihat sangat kacau, sehingga membuat kepala keluarga Meng langsung mengerenyitkan alisnya dengan heran.


Pasalnya, tetua ke empat keluarga Meng ini sangat tenang di setiap situasi! Dia baru pertama melihat tetua ke empat ini begitu kacau dalam mengatur emosinya.


"Katakan, ada apa sebenarnya?" ucap kepala keluarga Meng.


"Kepala keluarga, berita menggembirakan telah datang ini adalah keberuntungan keluarga kita!" ucap tetua ke empat dengan wajah berseri.


Degg...!


Mendengar bahwa tetua ke empat membawa kabar gembira, kepala keluarga Meng sangat terkejut! Hingga dia mematung sejenak.


"Ada apa sebenarnya, ucapkan dengan jelas berita menggembirakan apa?" tanya kepala keluarga Meng kembali.


"Pasukan utama keluarga Lun telah musnah seluruhnya, jika kita hanya membawa seperempat pasukan milik keluarga Meng! Aku yakin dengan pasti kita bisa meratakan keluarga Lun dengan mudah." jawab tetua ke empat dengan lantang.


"Apa kamu bilang?" kepala keluarga Meng langsung terkejut sehingga dia sangat penasaran dengan kebenaran ucapan tetua ke empat itu.


Akhirnya dengan cepat tetua keempat menjelaskan pertarungan Baba Yaga dan Li Yian melawan pasukan keluarga Lun dengan sangat detail.


Bahkan dia seperti menambahkan bumbu yang pedas bahwa Li Yian sangat mengerikan, jika dewa turun ke alam Tanasilam saja tidak akan bisa mengalahkan Li Yian.


Sebenarnya perkataan tetua ke empat, adalah faktanya jika saja para kultivator yang ada di alam langit masuk ke dalam alam Tanasilam dan mereka menghadapi Li Yian, mereka semua akan kalah telak.


Namun perkataan tetua ke empat seperti dongeng sebelum tidur, sehingga kepala keluarga Meng tidak begitu percaya.


Namun tetua ke empat adalah infoman yang sangat di percaya di keluarga Meng, karena dia adalah mata-mata yang sangat ahli dan begitu hati-hati, sehingga meskipun kepala keluarga berat dia juga akhirnya percaya saja.


"Baiklah, sebaiknya apa yang harus kita lakukan setelah ini?" ucap kepala keluarga Meng.


Dia cukup bingung dengan informasi yang di dapat dari tetua ke empat keluarganya, dia cukup takut bahwa berita itu hanya di sebar oleh keluarga Lun untuk memancing keluar Meng menyerang dengan gegabah.


"Kepala keluarga, tenang saja! Serahkan semua ini kepada ku." jawab tetua ke empat dengan senyum lebar.


Dia sudah bisa membayangkan bagaimana hasil kedepannya, dia begitu yakin karena dia melihat pertarungan itu di depan mata kepalanya sendiri.


Bahkan dia cukup yakin bahwa keluarga Lun akan segera menutupi kebenaran ini, namun bagaimana itu bisa luput dari keluarga Meng? Sedangkan mereka membawa pasukan yang sangat besar di wilayah timur untuk menyerang seseorang.


Setelah tetua ke empat di berikan kuasa penuh atas penaklukan keluarga Lun oleh kepala keluarga Meng, dia akhirnya langsung pergi untuk bersiap-siap.

__ADS_1


\=


\=


__ADS_2