Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
040 = LANGSUNG PERGI


__ADS_3

Chapter 040 \= LANGSUNG PERGI.


\=


\=


Setelah Li Yian membentak Baba Yaga bodoh, dia langsung mendesak Baba Yaga untuk segera pergi sekarang.


Karena Li Yian tadi merasakan arah aura itu muncul dari arah barat! Sehingga dia langsung mendesak kepada Baba Yaga agar berangkat ke barat di percepat.


"Cepat, kita harus bisa mengejar arah datangnya aura itu!" Ucap Li Yian.


"Saudara Li Yian, aura apa yang kamu maksud? Aku tidak merasakan aura sedikitpun." Tanya Baba Yaga.


Karena kesal, Li Yian tidak berbicara lagi dia langsung menyeret Baba Yaga keluar dari kamarnya.


Baba Yaga di seret seperti bangkai tikus oleh kucing, jika saja Li Yian tidak butuh Baba Yaga dan dia bukan teman pertama yang tahu bahwa dia adalah reinkarnasi dewa dari alam langit, dia sudah meninggal Baba Yaga sejak awal.


Namun karena menganggap dia seperti saudaranya, dia langsung menyerat Baba Yaga begitu saja.


Baba Yaga ingin melawan, namun bagaimanapun caranya dia tidak bisa bergerak Baba Yaga merasa aura siluman miliknya di tekan sangat dalam sehingga dia tidak bisa mengerahkan untuk melawan Li Yian.


"Saudara Li Yian, tolong lah lepaskan aku! Apa salah ku? Aura apa yang kamu maksud?" Baba Yaga masih bertanya.


Karena tidak bisa melawan, sehingga dia hanya bisa memohon kepada Li Yian untuk di lepaskan agar harga dirinya tidak jatuh di mata orang-orang luar nantinya.


Li Yian tidak menjawab, setelah sampai di kamar Ming Qionglin, Li Yian melempar Baba Yaga seperti karung sampah.


Braakk..!


"Tunggu di sini!" Ucap Li Yian.


Lalu dia langsung masuk ke dalam kamar Ming Qionglin, setelah itu dia melihat Ming Qionglin membawa kantong besar di punggungnya.


Li Yian langsung tahu, bahwa itu adalah pakaian yang di berikan oleh keluarganya bangsawan ini.


"Kemarikan kantong itu! Kita harus pergi sekarang ada urusan mendesak." Ucap Li Yian.


Dia langsung mendekat ke arah Ming Qionglin dan memegang kantong itu lalu di masukkan ke dalam cincin penyimpanan miliknya.

__ADS_1


Melihat itu menghilang begitu saja, Ming Qionglin ingin protes namun langsung di hentikan oleh Li Yian.


"Tidak hilang, jika sudah sampai di tujuan akan aku keluarkan lagi." Ucap Li Yian.


Mendengar ini, Ming Qionglin langsung lega! Meskipun dia penasaran namun dia tidak bertanya. Ming Qionglin lahir dari keluarga kekaisaran Ming, namun dia tidak tahu apa-apa dengan cincin penyimpanan karena di alam Daulu itu sangat jarang dan di katakan sebagai artefak kuno.


Li Yian keluar dari kamar Ming Qionglin bersama Ming Qionglin, setelah itu dia langsung menuju ke ruang tengah! Baba Yaga mengikuti Li Yian dan Ming Qionglin dengan patuh.


Setelah sampai di sana, Li Yian menghampiri saudagar pemilik rumah.


"Tuan pemilik, aku dan yang lainnya akan pergi sekarang! Terimakasih atas semuanya." Ucap Li Yian.


Dia mengeluarkan batu kristal energi Qi, karena di sini batu itu sangat berharga!.


"Terima ini tuan!" Ucap Li Yian.


"Tidak, aku tidak akan menerima ini! Aku tidak berani untuk menerimanya!" Jawab pemilik rumah.


Dia tahu, bahwa itu cukup banyak untuk pembayaran mereka di jamu di rumah ini! Namun mereka adalah bagian dari klan Baba di tambah kehebatan Li Yian dan Baba Yaga membuat dia sangat kagum.


"Baiklah, jika tidak! Terima ini ini adalah manual kultivasi, jika di pelajari dengan tekun kekuatan anda akan meningkat tajam!" Li Yian akhir mengambil barang lain.


Di berikan manula kultivasi, tuan pemilik rumah langsung tertegun karena senang! Karena barang seperti itu di wilayah timur ini sangat berharga.


"Terimakasih tuan Li Yian!" Ucap tuan pemilik, dia sangat senang.


"Baiklah, aku tidak mempunyai waktu banyak! Selamat tinggal!" Ucap Li Yian, setelah manual kultivasi itu di terima oleh pemilik rumah besar itu.


Li Yian langsung menyambar Ming Qionglin, lalu menghilang dari ruang tengah itu dengan cepat.


Baba Yaga langsung mengikuti ke mana arahnya Li Yian pergi! Orang-orang yang ada di ruangan itu hanya bisa mendesah pelan karena tuan Li Yian dan Baba Yaga sangat hebat.


Kini di ruangan tengah rumah besar itu sangat sepi, meskipun ada beberapa pelayan dan penjaga yang ada di sana namun tidak ada yang bersuara.


"Aku akan mengasingkan diri, jika ada yang mencari beritahu keadaan ini kepada mereka!" ucap pemilik rumah.


Setelah itu dia menuju kamarnya, dengan menenteng manula kultivasi yang di berikan oleh Li Yian kepadanya, dia sangat yakin bahwa yang di berikan oleh orang hebat pasti tidak sederhana.


Sehingga untuk saat ini dia sangat bersemangat dengan manula di tangannya, meskipun di lihat dari sekilas itu tampak lusuh dan tidak berguna.

__ADS_1


Namun dari siapa yang memberikan akan terlihat berbeda, jika saja manual itu di jual di pasar loak jangankan oleh saudagar kaya yang meliriknya oleh pengemis jalanan saja tidak di lirik.


*


*


*


Setelah Nam Lutu meluapkan aura miliknya, dia langsung berfokus kepada jiwa kesadarannya.


"Kalian semua! Pergi ke perbatasan wilayah barat dan wilayah timur, sambut tamu yang akan datang. Jika memungkinkan bisa membunuhnya maka bunuhlah, karena jika ada yang mampu membunuhnya akan aku berikan hadiah yang besar!" Ucap Nam Lutu.


Dia berucap seperti itu karena sekarang terhubung dengan jiwa orang-orang yang sudah di kendalikan oleh dia sebelumnya.


Meskipun orang-orang itu sudah ada beberapa yang mati! Nam Lutu yakin beberapa dari mereka masih bisa menahan Li Yian.


Itu hanya pemikiran Nam Lutu, karena dia sangat meremehkan Li Yian! Di karenakan dia sudah kembali ke masa jayanya.


Untuk orang-orang yang sekarang di kendalikan, musnah oleh Li Yian pun dia tidak peduli karena menurutnya untuk mencari bidak sangatlah mudah baginya.


Kesombongan itu di dasari dari kekuatan, apa lagi dia sudah kuat seperti sebelumnya, sehingga menurut Nam Lutu sombong itu adalah hal yang mutlak harus di lakukan.


Dengan cepat dia langsung kembali ke kesadaran biasa, karena jiwa kesadaran yang meluas itu sangat melelahkan! Sehingga dia hanya perlu berhubungan dengan sepihak kepada mereka.


Nam Lutu bisa berbicara di pikiran mereka, sedangkan orang-orang yang jiwanya di kendalikan oleh Nam Lutu tidak bisa membalas itu.


*


Di wilayah timur.


Dua orang yang masih mengintai klan Lang dari kegelapan, mereka langsung menerima perintah itu! Mereka akhirnya hanya bisa pasrah dan mendesah.


Karena perbatasan antara wilayah timur dan barat dari sini sangatlah jauh! Sehingga mereka berdua hanya bisa mengeluh karena melawan bukan kesanggupan keduanya.


\=


\=


..

__ADS_1


__ADS_2