Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
028 = ORANG NAM LUTU LAINNYA.


__ADS_3

Chapter 028 \= ORANG NAM LUTU LAINNYA.


\=


\=


Li Yian melihat ke depan, dia tersenyum mengejek karena orang itu ingin menguping pembicaraan dia dan Baba Yaga.


Setelah terkena serangan dadakan dari Li Yian, orang itu terkapar padahal dia ingin segera bangkit namun tidak mampu! Energi siluman miliknya tidak bisa di bentuk karena mengalir tidak terkendali di dalam tubuhnya, akibat reaksi dari benturan serangan yang di lakukan Li Yian.


Baru juga hendak bangkit setelah bisa merasakan kekuatan pada kaki dan tangannya, dia sudah melihat ada kaki yang berdiri di sampingnya dan langsung menekan dadanya dengan sangat kuat.


Dia langsung merasakan tekanan seperti di tindih gunung besar, hingga akhirnya tidak kuat dan langsung terbatuk kembali dan menyemburkan darah dari mulutnya.


Uhuuukk....!


"Katakan siapa kamu sebenarnya?" ucap Li Yian sambil menunduk agar wajahnya lebih dekat dengan pengintai itu.


"Aku bukan siapa-siapa, aku hanya lewat!" ucap dia dengan susah payah namun karena takut dengan Li Yian, dia berusaha berbicara sekuat tenaga.


Entah kenapa, aura membunuh dan menekan Li Yian begitu terasa dingin di tambah tekanan kuat dari kakinya langsung membuat nyali dia ciut.


"Jangan banyak alasan, katakan siapa kamu sebenarnya?" ucap kembali Li Yian.


Orang itu tidak mau menjawab, setelah Li Yian hendak membunuhnya dia langsung takut dan menyebutkan nama tersebut tuanya.


"Jangan bunuh aku, kalau kamu berani membunuh ku! Tuan Nam Lutu akan membalas dendam." ucap dia mencoba mengancam.


Boooommm..!


Li Yian seketika langsung marah setelah mendengar nama Nam Lutu, dia langsung menginjak orang itu dengan sangat kuat hingga hancur.


Baru saja Li Yian melampiaskan amarahnya dengan membunuh orang itu secara cepat, Baba Yaga dan Ming Qionglin datang menghampiri.


"Saudara Li Yian, apa yang terjadi?" ucap Baba Yaga menanyakan sebenarnya ada masalah apa.


"Dia salah satu orang Nam Lutu lainnya, komplotan dari orang-orang yang kita bunuh sebelumnya!" jawab Li Yian.


Li Yian menjawab seperti itu karena dia merasa aura siluman yang sama dari dalam tubuh orang yang di bunuh Li Yian kala itu.


Padahal yang Li Yian rasakan adalah aura milik Nam Lutu yang sengaja di tinggalkan kepada bidaknya agar dia bisa mengontrol mereka semua.


Setelah orang itu mengancam dengan nama tuannya yaitu Nam Lutu, sehingga Li Yian langsung marah besar dan dia tidak memberikan ampunan sedikitpun.


Li Yian langsung bisa menyimpulkan, bahwa setelah dia dan Baba Yaga datang ke alam Tanasilam. Nam Lutu sudah menggangunya.


"Apa yang sebelumnya adalah kaki tangan dari Nam Lutu?" tanya Baba Yaga.

__ADS_1


Dia mendengar nama Nam Lutu juga langsung marah, entah hanya Baba Yaga yang tahu rasanya seperti apa.


Sedangkan Ming Qionglin hanya mendengarkan, dia tidak tahu apa yang di bicarakan keduanya. Sedangkan untuk bertanya menurut dia tidak perlu karena itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.


"Serap ini dengan inti kristal siluman yang lainnya!" ucap Li Yian, sambil melemparkan inti kristal siluman pada Baba Yaga.


Dengan sigap Baba Yaga menangkapnya.


"Ahh, bener! Aku harus mencoba teknik baru bagaimana ini bisa terlewatkan." keluh Baba Yaga.


"Baiklah, kita kembali ke kediaman!" Li Yian langsung berjalan dengan santai setelah berucap demikian.


Baba Yaga tidak bicara lagi, dia hanya melihat ada beberapa inti kristal siluman di tangannya dengan wajah berbinar.


Dan yang di serahkan Li Yian terakhir tadi adalah inti kristal siluman yang paling besar dan paling pekat.


Tiga orang itu kembali ke kediaman besar milik saudagar yang sekarang sedang di tinggali.


*


*


*


Di dalam rumah.


Saudagar kaya itu masih menenangkan pikiran.


Sehingga dia masih terguncang berat dalam pikirannya saat itu, hingga sekarang dia masih sulit untuk bernafas dan menenangkan diri.


Dia duduk di kursi panjang dan empuk, sambil di temani oleh pelayan rumah yang kondisinya tidak jauh berbeda dengan saudagar itu.


Dia hanya sendiri sejak dulu, tidak menikah dan tidak memiliki keturunan! Namun sangat segan dengan klan Baba.


Bisnis dalam perdagangan juga sukses di karenakan oleh klan Baba, sehingga setelah Baba Yaga menyebut namanya dia langsung begitu hormat dan menyanjung hingga mereka di jadikan tamu di rumahnya.


Namun kejadian ini sangat mengejutkan, dia tahu klan Baba hebat namun dia tidak habis pikir jika sehebat itu.


Setelah melihat Li Yian dan Baba Yaga masuk ke rumah utama, saudagar kaya itu yang sedang merenung dan menenangkan pikirannya! Badan dia langsung tegak.


"Tuan, anda sudah kembali dari halaman belakang!" ucap pemilik rumah itu.


"Ahh, iya kami hanya ingin bersantai di halaman belakang terlalu banyak angin." jawab Li Yian.


Padahal dia sudah tidak ingin berada di sana karena suasana hatinya sedang tidak enak di sebabkan oleh kedatangan orang Nam Lutu.


Sedangkan Baba Yaga tidak berbicara apapun, dia langsung menuju ke kamar untuk mencoba teknik penyerapan baru yang di ajarkan oleh Li Yian tadi.

__ADS_1


Sebelum Li Yian juga masuk ke dalam kamarnya, dia menengok ke arah saudagar kaya itu lalu kembali berucap.


"Beritahu aku jika ada lagi pihak keluarga Lun yang bergerak dan ingin membalas dendam pada kita!"


"Baik tuan, akan saya sampaikan jika mereka datang!" jawabannya dengan cepat.


Baba Yaga dan Li Yian susah tidak ada di sana, lalu Ming Qionglin masuk dari halaman belakang dia tertinggal karena kalah cepat oleh mereka berdua, karena kejadian Li Yian membunuh kaki tangan Nam Lutu cukup jauh sehingga di dalam rumah ini tidak terdengar apapun.


Sehingga pemilik rumah dan pelayan tidak tahu apa yang terjadi di halaman belakang.


Namun Ming Qionglin malah duduk di kursi yang kosong di ruangan tengah itu.


"Paman apakah paman tau siapa mereka berdua?" ucap Ming Qionglin pada saudagar kaya itu.


Degg...!


Dia kembali terkejut, dia pikir Ming Qionglin adalah salah satu dari mereka karena Ming Qionglin selalu bersama mereka dan mengekor kemana Li Yian dan Baba Yaga pergi.


"Nona, apa anda bukan bagian dari mereka?" tanya pemilik rumah dengan nada penasaran.


"Bukan, aku hanya orang yang di tolong oleh mereka beberapa hari lalu! Makanya aku tanya kepada paman karena paman terlihat begitu hormat pada mereka!" ucap Ming Qionglin setelahnya.


Pemilik rumah dan pelayan seketika bingung, ternyata selama ini mereka dan Ming Qionglin berpikir bahwa salah satu dari mereka adalah orang yang mengenal Li Yian dan Baba Yaga.


"Kami hanya mengenal klan Baba di wilayah barat yang sangat berkuasa dan kuat, aku pikir karena salah satu dari mereka bermarga Baba sehingga mereka kalian bagian dari klan Baba itu!" jawab pemilik rumah.


"Bisa jadi paman, soalnya aku mendengar bahwa mereka mau menuju klan Baba itu."


Setelah Ming Qionglin berucap demikian, saudagar kaya itu langsung bisa menyimpulkan siapa mereka berdua.


Sehingga rasa kagum dan hormat dia langsung melambung lebih tinggi, setelah memastikan identitas Baba Yaga dan Li Yian.


Keduanya lanjut terus berbincang bagaimana klan Baba itu, ini di karenakan Ming Qionglin terus bertanya tentang klan Baba.


\=


\=


Bantu like dan komentar untuk novel ini semuanya.


Semoga kalian yang membaca novel ini terhibur.


Barangkali para pembaca ingin membaca novel silat versi moderen bisa baca karya ku yang baru rilis 2 chapter.


Bisa lihat di profil ku.


Jangan lupa bantu dukung juga yah, semoga kalian suka.

__ADS_1


Terimakasih🙏


.


__ADS_2