Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
031 = KELUARGA LUN HANCUR


__ADS_3

Chapter 03 \= KELUARGA LUN HANCUR.


\=


\=


Di dalam ruang kerjanya kepala keluarga Lun masih mondar-mandir panik, dia sangat marah kenapa di saat seperti ini keluarga Meng malah menyerang.


Kepala keamanan keluarga Lun masih berdiri dengan bodoh dia menunggu instruksi dari kepala keluarga Lun.


"Apa si tua Meng yang memimpin penyerangan?" ucap kepala keluarga Lun ingin segera tahu.


"Tidak tuan, berita yang di dapat hanya beberapa tetua dari keluarga Meng saja yang menyerang! Mereka juga hanya ada beberapa ratus orang." jawab kepala keamanan keluarga Lun menjelaskan yang dia tahu dari anak buahnya.


Degg...!


Kepala keluarga Lun tercengang, dia pikir penyerangan keluarga Meng ini adalah sebuah kebetulan.


Namun setelah mendengar ucapan dari kepala keamanan di kediamannya, dia langsung terkejut dan menyadari seketika.


"Sial, apa mereka tahu bahwa pasukan kita sedang tidak bersiaga di kediaman ini?" ucap kepala keluarga Lun dengan marah.


"Cepat kita keluar, kita hadapi mereka. Tidak ada si tua Meng! Aku yakin mereka akan ketakutan setelah melihat aku keluar." ucap kepala keluarga Lun dengan sombongnya.


Dia berpikir sempit, karena sudah terbiasa sombong sehingga selalu merendahkan orang yang di bawahnya.


Apabila kepala keluarga Meng datang secara langsung, dia juga akan menghina karena posisi keluarga mereka sangat jauh! Keluarga Meng tidak pernah mengungguli keluarga Lun.


*


Sedangkan di luar, tepatnya di halaman depan tiga tetua sedangkan berdiri dengan tegak sisanya penjaga kediaman keluarga Lun sudah tergeletak tidak bernyawa.


Bagi mereka penjaga seperti itu hanya semut sehingga tidak menyulitkan mereka semua, dalam satu kali gebrakan saja semua penjaga kediaman keluarga Lun sudah terkapar tidak begitu bernyawa.


Sedangkan di ambang pintu besar kediaman keluarga Lun, tuan muda tertua keluarga Lun melihat ini semua dengan getir.


Dia sangat bingung, apa yang salah dengan keluarga Lun! Bagaimana dengan kejadian seperti ini bisa terjadi.


Tuan muda tertua lari keluar dari kamarnya setelah mendengar keributan itu semua, namun kecepatan dia berlari kalah cepat dengan para tetua membunuh para penjaga kediaman.

__ADS_1


"Kalian para tetua keluarga Meng tidak bermoral, hanya berani melawan orang-orang lemah seperti mereka!" ucap tuan muda tertua keluarga Lun dengan getir.


"Ya, kenapa baru sekarang kalian orang-orang para keluarga Lun berbicara tentang moral? Lalu jika keluarga Lun yang menindas orang lemah kalian berbicara itu wajar, logika macam apa ini?" ucap tetua ke empat keluarga Meng dengan senyum menghina.


Ucapan tetua ke empat keluarga Meng memang bener, jika keluarga Lun yang menindas mereka selalu menutup mata! Mereka bilang itu wajar karena keluarga Lun yang berkuasa salah mereka orang lemah berani membuat keluarga Lun tidak senang.


Sedangkan sekarang, keluarga Lun berbicara moral! Sehingga ini membuat ucapan mereka seperti sebuah lelucon besar di era ini.


Saat tetua ke empat keluar Meng ingin mengucapkan cemoohan kembali, dari dalam ada ledakkan tawa yang menggelegar.


"Ha-ha-ha-ha-ha... Ha-ha-ha...!"


Suara tertawa yang sangat kuat, sudah jelas orang yang tertawa memilih energi siluman yang sangat besar.


"Berani sekali, para tetua keluarga Meng menerobos kediaman keluarga Lun dan membunuh orang-orang keluarga Lun! Kalian tidak akan kami maafkan." ucap kepala keluarga Lun dengan sombongnya.


Dia yakin, bahwa masih bisa mengalahkan tiga tetua keluarga Meng yang datang saat ini.


Apa lagi di tambah anaknya yang tertua, pasti bisa melawan mereka semua, terhadap orang kuat jumlah bukanlah masalah.


Tetua ke empat keluarga Meng langsung menyipitkan matanya, dia yakin di dalam hatinya bahwa kepala keluarga Meng sedang kacau karena masalah pasukan utama mereka yang belum ada kabarnya.


Hanya dia yang sedikit lebih dekat, itu juga dengan menyembunyikan diri dengan sekuat tenaga.


"Ha-ha-ha...!" tetua ke empat keluarga Meng ikut tertawa terbahak-bahak.


Dia tertawa terbahak-bahak sama kencangnya, setelah itu dia tersenyum miring.


"Aku cukup kagum setelah keluar ini hanya cangkang kosong namun berani berbicara besar!" ucap tetua ke empat keluarga Meng.


Degg...!


Mendengar ini, kepala keluarga Lun langsung tertegun.


Lalu tawa yang panjang dan senyum merendahkan yang tadi di tampilkan langsung menghilang, setelah itu ratu wajah kepala keluarga Lun langsung cemberut.


Dia tidak habis pikir, bagaimana tetua keluarga Meng berbicara seperti itu.


"Apa yang kamu katakan, aku tidak tahu! Intinya karena kalian sudah datang kemari maka jalan kembali kalian semua hanya mati!" bentak kepala keluarga Lun.

__ADS_1


"Banyak bicara! Tetua pertama, tetua kedua mari kita serang dia bersama-sama!" ucap tetua keempat.


Setelah itu dia langsung mengeluarkan pedang panjang berwarna keemasan, langsung berkiblat ke arah depan.


Woooss...!


Di serang secara tiba-tiba, tidak membuat kepala keluarga Lun cemas! Dia sudah memikirkan ini, sehingga setelah itu dia langsung menghindari.


Dia dapat menghindari dengan mulus, namun tidak dengan kepala keamanan keluarga Lun dia yang ada di belakang kepala keluarga Lun langsung tertebas dan mati seketika.


"Serang...!" pasukan dari keluarga Meng langsung membentak kencang.


Yang awalnya tuan muda tertua ingin membantu ayahnya, kini di tahan oleh puluhan orang banyaknya sehingga membuat dia langsung terdesak.


Sedangkan sisa dari pasukan keluarga Meng, membantai orang yang masih hidup dari pasukan keamanan keluarga Lun.


Pertempuran berkecamuk, sudah di pastikan keluar Lun hancur.


Dengan kekuatan dan kecepatan dari tetua ke empat keluarga Meng, kepala keluarga Lun langsung terdesak. Apa lagi dari samping maupun belakang dia sergap oleh dua tetua lainnya yang tidak kalah hebat dengan tetua ke empat.


"Sial, apa keluarga Lun akan hancur di era ku?" ucap kepala keluarga Lun dalam benaknya.


Dia tidak rela, karena dari keluarga kecil hingga menjadi kekuatan nomer satu di wilayah timur, namun dengan kesalahan sedikit ini semua runtuh begitu saja.


"Ayah tolong...!" ucap tuan muda tertua.


Dia kini semakin banyak yang mengepungnya, meskipun dia sudah melukai banyak orang dari pasukan keluarga Meng dia juga mengalami kerugian banyak.


Aura penekanan yang di miliki tidak berguna untuk menekankan kerumunan dari ratusan orang itu.


Meskipun tuan muda meminta tolong pada ayahnya dengan sangat menyediakan! Ayahnya tidak bisa berkutik, dia di kepung dengan ketat oleh tiga tetua keluarga Meng.


Meskipun dia cukup kuat satu tingkat di atas mereka, melawan gempuran itu sangat sulit bagi kepala keluarga Lun.


"Nak...! Aaaahhhhkk...!" setelah dia menengok ke arah anaknya, tebasan dari samping langsung mengoyak pinggangnya.


Sehingga dia langsung menjerit, kesakitan hanya karena kesalahan dia tidak fokus dalam beberapa kejap mata, nyawa taruhannya.


\=

__ADS_1


\=


__ADS_2