
Chapter 037 \= MENGUJI KELUARGA MENG.
\=
\=
Perjamuan di kediaman keluarga Meng sudah usai, kini keluarga Meng sedang mendengarkan kepala keluarga Meng sedang menyanjung Li Yian dan Baba Yaga.
"Tuan Li Yian, tuan Baba Yaga terimakasih karena sudah membantu keluarga Meng untuk mengalahkan keluarga Lun!" ucap kepala keluarga Meng.
Dia tersenyum ramah dan menyanjung keduanya.
"Ahh ternyata itu yang membuat tuan Meng memanggil kita dan menjamu kita sebagai tamu terhormat seperti ini?" ucap Li Yian.
Dia sekarang sudah tahu, bahwa inilah alasan keluarga Meng memanggil mereka di jamu seperti ini! Namun yang dia heran bagaimana keluarga Meng tahu bahwa Baba Yaga dan Li Yian yang menghancurkan semua pasukan inti keluarga Lun.
Sehingga dia langsung berpikir, apakah di keluarga Meng ada orang yang bisa menyembunyikan aura dengan sangat hebat.
Atau dia yang masih tumpul dalam merasakan aura milik petarung alam Tanasilam, setelah ini dia bertekad untuk meningkatkan persepsi miliknya agar lebih sensitif merasakan aura milik orang lain di jarang yang jauh.
"Ahh ternyata tuan Meng tahu kehebatan ku, sekarang aku kebaikan tuan Meng tidak di buat-buat!" jawab Baba Yaga dengan bangga.
Cuping hidungnya langsung mengembang, dadanya di busungkan dengan bangga sambil tersenyum dia menunjukkan kepada Li Yian bahwa dia juga ada yang menyanjung.
"Itu sebenarnya keluarga Lun yang mencari masalah dengan kami, sedangkan kami tidak tahu bahwa perbuatan ini menguntungkan keluarga Meng! Jadi bagi kami tidak masalah itu bukan seberapa, benarkan teman?" ucap Li Yian menjelaskan sambil menekankan bahwa perbuatan Baba Yaga tidak seberapa.
"Ahh, benar kalian tidak perlu menyanjung kami! Ini benar-benar tidak seberapa." jawab Baba Yaga.
Namun setelah itu dia tertegun, karena menurutnya dia salah menanggapi ucapan Li Yian barusan.
Dia mau menarik ucapan itu kembali, namun kepala keluarga Meng langsung berucap.
"Ahh, jika seperti itu kami tidak sungkan lagi dengan batuan tidak sengaja ini oleh tuan berdua!" jawab kepala keluarga Meng sambil tertawa terbahak-bahak.
"Tuan Li Yian dan tuan Baba Yaga akan selalu menjadi teman keluarga Meng di kemudian hari!" jawab tetua ke empat keluarga Meng.
Sedangkan orang-orang inti dari keluarga Meng sudah sangat muak dengan sanjungan tetua ke empat dan kepala keluarga! Menurut mereka keduanya terlalu memandang tinggi.
__ADS_1
Mereka hampir tiap percaya bahwa dua bocah ini yang menghabisi pasukan keluarga Lun, namun untuk menyela ucapan mereka berdua semuanya takut terkena hukuman keluarga.
Sehingga hanya bisa menahan amarahnya.
Li Yian bisa merasakan hal ini, dia tahu bahwa kepala keluarga dan tetua ke empat berucap dengan tulus dan ada rasa takut dan terimakasih! Namun tidak dengan semua anggota keluarga Meng.
Sehingga Li Yian memiliki ide untuk menguji keluarga Meng.
"Sepertinya pihak dari keluarga Meng ada yang kuat! Hingga bisa mengetahui kejadian di mana keluarga lain tidak tahu tapi kalian keluarga Meng mengetahuinya?" ucap Li Yian.
"Benar, keluarga Meng cukup di hormati oleh orang-orang dari wilayah timur ini!" jawab salah satu petarung keturunan cabang dari keluarga Meng.
Dia sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, sehingga setelah di sanjung langsung membanggakan diri.
"Jadi benar, pantas saja Baba Yaga yang hebat tidak tahu ada orang yang melihat saat itu." ujar Li Yian.
"Sepertinya aku tertarik untuk melihat betapa hebatnya keluarga Meng!" lanjut Li Yian langsung saja.
"Aku akan maju!" ucap orang yang tadi berbicara dari keluarga Meng.
Degg...!
Namun ada saja orang yang tidak tahan.
"Baiklah, aku yang akan meladeni!" jawab Li Yian.
Tatapan mencemooh dari orang keluar Meng langsung terlihat, karena dia tidak merasa aura dari Li Yian sehingga dia menganggap Li Yian sedari tadi hanya membual.
"Tuan Li Yian, tolong tahan kekuatan tuan sebisa mungkin!" ucap tetua ke empat hampir ingin menangis.
Dia tadi sudah senang, karena keadaan sudah dalam kendali dia dan kepala keluarga.
Namun dia tidak tahu ada idiot dari cabang keluarga Meng yang berucap sembarangan! Sehingga dia langsung menegang dan ingin menangis.
Yang dia lebih jengkel lagi, sebelum Li Yian menjawab di sebelah belakang dirinya orang itu berucap kembali.
"Tidak perlu menahan serangan anda tuan! Aku ingin melihat kekuatan yang bisa menghancurkan pasukan keluarga Lun!" jawab dia dengan acuh tak acuh.
__ADS_1
Baba Yaga langsung senang, karena dengan ini dia akan memiliki inti kristal siluman yang sangat banyak nantinya.
"Tuan Li Yian tolong jangan di masukan ke dalam hati! Dia adalah orang idiot di keluarga kami!" ucap kepala keluarga Meng.
Dia juga cukup takut, karena melihat raut muka tetua ke empat memang tidak di buat-buat! Sehingga dia langsung ketakutan juga.
"Ya aku akan menahan sebisa mungkin! Namun karena aku baru berlatih jurus kadang sering kelepasan!" ucap Li Yian main-main.
Baba Yaga langsung menyeringai, " aku aja! Aku bisa menahan diri." ucap dia ingin bergerak.
"Tidak, aku ingin melawan tuan Li Yian!" ucap orang tadi kembali.
'Bidoh, si idiot itu!' bentak tetua ke empat di dalam hatinya.
"Baiklah, mari kita ke halaman depan!" ucap Li Yian langsung berjalan keluar dengan tenang.
Akhirnya semua orang itu langsung keluar menuju halaman, semua orang dari keluarga Meng penasaran.
Karena orang yang tadi menantang adalah salah satu orang yang kuat dari keluarga cabang! Bahkan kekuatan para tetua bisa dia tahan bahkan bisa di imbangi.
Akhirnya Li Yian sampai di halaman depan, dia dengan tenang berdiri tengah halaman luas dengan tangan di tautkan di belakang tubuhnya.
Orang yang menerima tantangan Li Yian, langsung berjalan ke tengah halaman lalu menyeringai dengan kejam.
"Jika aku tidak sengaja membunuh tuan Li Yian, jangan salahkan kami?" ucap dia dengan bangga.
"Ya, sebaliknya juga aku! Karena aku belum banyak belajar banyak." ucap Li Yian.
Baba Yaga ingin tertawa, bagaimana belum belajar banyak! Dia saja sering di berikan pencerahan oleh Li Yian namun dia mengaku belum banyak belajar apa ini bukan konyol namanya.
Di ujung halaman, tetua ke empat dan kepala keluarga Meng ingin mengutuk orang dari keluarga cabang itu.
Dia berkeringat dingin, bisa-bisanya dia berbicara selancang itu dengan tuan Li Yian.
\=
\=
__ADS_1
...