Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
034 = MENDAPATKAN UNDANGAN


__ADS_3

Chapter 034 \= MENDAPATKAN UNDANGAN.


\=


\=


Suara runtuh dari dinding kamar antara kamar Li Yian dan kamar Baba Yaga terdengar seisi rumah besar itu, hingga sedikit menimbulkan getaran pada ruangan lain.


Sehingga orang-orang di sana berhamburan untuk mencari sumber suara, setelah mencari dan menemukan sumber suara orang-orang yang ada di sana berkumpul di depan kamar Li Yian dan Baba Yaga.


Mereka tercengang, karena kamar itu kini menjadi satu karena dinding yang terbuat dari batu granit hitam itu langsung ambruk.


Namun mereka hanya bisa saling berbisik tentang apa yang terjadi barusan, debu masih berterbangan di dalam dua kamar itu.


Orang-orang bisa melihat juga karena dinding luar dari kamar itu sebagai kecil ikut ambruk, sehingga debu juga ikut keluar.


Dari kamar yang di tempati Baba Yaga, kini berkelebat bayangan hitam sangat cepat menuju kamar Li Yian.


"Sial kamu saudara Li Yian, kenapa tiba-tiba aku di tendang seperti ini?" ucap Baba Yaga yang tidak terima.


"Kamu yang bodoh, kenapa sampai menjebol dinding segala jika ingin masuk ke dalam kamar ini?" tanya Li Yian yang heran.


Sebelumnya para pelayan dan penga mengira ini ulah Li Yian yang menendang Baba Yaga, mereka tahu dari cara Baba Yaga bertanya.


Namun setelahnya mereka terkejut, karena Li Yian bertanya yang bikin mereka tidak habis pikir.


Ternyata pelakunya adalah Baba Yaga yang menerobos dinding terlebih dahulu, sehingga di tendang oleh Li Yian dan menabrak dinding lainnya sehingga lebih besar kerusakan di sana.


"Karena itu terlalu lama, sedangkan aku sangat senang karena teknik yang kamu ajarkan sangat luar biasa!" jawab Baba Yaga sangat senang setelahnya.


"Idiot..!" keluh Li Yian.


Dia tidak habis pikir, apa karena senang seseorang bisa seenaknya sendiri merusak rumah orang.


Setelah pemilik rumah mewah itu sampai di sana dia hanya bisa diam, bagaimana bisa marah kehebatan Li Yian dan Baba Yaga sangat mengerikan, jika dia marah dan Baba Yaga maupun Li Yian tidak terima nyawa taruhannya.


Sehingga lebih baik kehilangan rumah dari pada kehilangan nyawa.


Lalu Ming Qionglin datang setelah pemilik rumah, dia orang yang datang paling terlambat.

__ADS_1


Ming Qionglin sangat terkejut, karena tingkah mereka tidak mencerminkan kehebatan yang di miliki mereka! Biasanya orang hebat itu selalu bersikap elegan dan selalu tenang dalam segala hal.


Sedangkan keduanya seperti orang yang bodoh, jika saja tidak melihat kehebatan sebelum orang-orang pasti berpikir bahwa keduanya adalah pemuda yang ceroboh dan bodoh.


Ming Qionglin tidak bisa berkata-kata, akhir dia hanya bisa diam apa yang akan di lakukan selanjutnya oleh Li Yian dan Baba Yaga.


Akhirnya Li Yian keluar dari kamar yang di tinggali, dia tersenyum pada pemilik rumah.


"Tuan, akan kami ganti kerugian yang anda miliki! Si bodoh itu memang kadang-kadang tidak punya otak!" ucap Li Yian pada tuan pemilik rumah.


Li Yian terlihat sangat tidak enak dan tidak berdaya, karena hal seperti ini bisa terjadi.


"Tuan Li Yian, tidak masalah itu hanya dinding! Harganya tidak seberapa, di bandingkan kami menerima tamu seperti anda ini. Dinding itu tidak ada artinya!" ucap pemilik rumah dengan senyum.


Memang bila di tarik kesimpulan seperti itu, dinding kamar bukannya hal yang besar bagi dia.


Namun setelah keduanya basa-basi, di luar ada orang yang masuk! Dia adalah penjaga rumah besar itu.


Dia langsung berbisik pada tuan pemilik rumah.


"Tuan, di luar ada orang dari keluarga Meng ingin bertemu dengan tuan, tuan Li Yian dan tuan Baba Yaga!" ucap penjaga rumah ini.


Masalahnya beberapa waktu lalu keluarga Lun, sekarang keluarga Meng! Dia berpikir keras padahal dia mendengar bahwa keluarga Lun di hancurkan oleh keluarga Meng.


Sehingga dia langsung berpikir bahwa akan ada masalah lagi.


"Tuan, ada yang ingin bertemu dengan anda dan tuan Baba Yaga!" ucap orang itu pada Li Yian.


"Siapa mereka?" tanya Li Yian.


"Orang dari keluarga Meng, keluarga yang tadi kita bicarakan!" jawabannya sedikit mengingatkan.


"Baiklah, kita keluar untuk melihat apa keinginan mereka itu!" jawab Li Yian.


Akhirnya Li Yian keluar mengajak Baba Yaga, namum dia tidak menjelaskan akan melakukan apa di luar.


Namun Baba Yang juga dengar bahwa keluarga Meng datang! Sehingga dia hanya mengekor dari belakang saja.


*

__ADS_1


*


*


Di luar, tetua keempat keluarga Meng datang sendiri secara langsung ke kediaman saudagar yang di tinggali Li Yian saat ini.


Akhirnya tetua ke empat keluarga Meng melihat Li Yian dan Baba Yaga keluarga di temani oleh pemilik rumah dan para pelayan lainnya.


Dia cukup heran namum tetua ke empat hanya fokus pada Li Yian dan Baba Yaga, jadi itu tidak masalah asalkan Li Yian dan Baba Yaga mau menemuinya itu seperti sebuah kehormatan baginya.


Setelah Baba Yaga mendekat, dia merasakan tekan yang sangat berat! Bisa di katakan dia juga sangat hebat jika di bandingkan dengan para petarung dari wilayah timur.


Namun di samping Baba Yaga sangat tertekan, namun dia menahannya! Dia tidak tahu bahwa Baba Yaga melakukan ini dengan sengaja Baba Yaga ingin menguji kenaikkan kekuatan dirinya yang baru saja di dapatkan setelah melakukan penyergapan energi yang di ajarkan oleh Li Yian.


Sehingga menghisap inti kristal siluman yang cukup kuat sangat berdampak pada kekuatannya sekarang.


Tetua ke empat langsung memberikan penghormatan, dia langsung membungkuk cukup dalam dan lama.


"Tuan Li Yian dan tuan Baba Yaga, aku adalah tetua ke empat keluarga Meng! Kaki ingin mengundang taun Li Yian dan Baba Yaga untuk berkunjung ke kediaman keluarga Meng!" ucap tetua ke empat keluarga Meng dengan sangat sopan.


Dia melakukan ini karena mengingat ganasnya Baba Yaga dan adegan Li Yian menampar musuh menjadi kabut darah dari kejauhan.


"Ayhhh, apa kepala keluarga Meng ingin mengundang kita bertamu?" ucap Li Yian cukup terkejut karena mendapatkan undangan.


Pemilik rumah langsung terkejut, karena dia tahu keluarga Meng sama kuatnya dengan keluarga Lun hanya sedikit lebih lemah saja.


Namun setelah di ingat tuan Li Yian dan tuan Baba Yaga lebih dari hebat, mereka berdua bisa mengalahkan keluarga Lun.


Setelah di pikir-pikir, akhirnya pemilik rumah tahu alasan keluarga Meng menyerang keluarga Lun sekarang! Mereka tahu keluarga Lun sudah menjadi cangkang kosong belaka.


Akhirnya, saudagar kaya itu tahu bahwa keluarga Meng sangat hebat dalam melihat situasi.


Li Yian dan Baba Yaga akhirnya menerima undangan itu, keduanya langsung ikut bersama tetua ke empat untuk menuju ke kediaman keluarga Meng sekarang.


Setelah melihat Li Yian dan Baba Yaga pergi, pemilik rumah hanya bisa menggelengkan kepalanya.


\=


\=

__ADS_1


..


__ADS_2