
Chapter 043 \= KERIBUTAN.
\=
\=
Setelah pemuda pemburu hewan buas yang sedang makan itu membentak Baba Yaga, seketika keributan di warung makan itu terjadi! Bukan hanya di sana tapi di jalan kota kecil itu juga terjadi keributan.
Orang-orang di sana ketakutan, takut kekuatan misterius yang sedang di bicarakan sudah sampai di kota kecil tempat peristirahatan sementara ini.
Mereka ribut setelah serangan Li Yian dan dua orang yang bersembunyi di kegelapan pecah! Seketika aura kuat langsung menyebar sehingga orang-orang takut.
"Tidak, aku terkejut dengan aura yang meledak seketika! Aku tidak berencana menyerang mu." Ucap Baba Yaga.
Dia langsung melambaikan tangannya, lalu berpesan kepada Ming Qionglin.
"Nona kamu tetap di sini! Aku akan memeriksa keadaan." Lanjut Baba Yaga berucap kepada Ming Qionglin.
Setelah itu dia langsung pergi melesat keluar dengan sangat cepat dan senyap! Melihat itu semua pemuda pemburu hewan buas yang tadi terkena serangan Baba Yaga langsung tertegun.
Sebenarnya dia ingin membentak lagi ingin mencari keadilan untuk dirinya sendiri dan teman-temannya yang terkena serangan Baba Yaga namun di urungkan.
Keempatnya saling berpandangan, lalu memandang ke arah perginya Baba Yaga barusan.
"Sial dia seroang monster besar." Ucap salah satu dari mereka.
"Kamu benar, untung dia tidak ambil hati dalam perkataan aku tadi! Jika tidak aku sudah hancur di buatnya." Jawab pemuda yang tadi membentak Baba Yaga.
Setelah Baba Yaga bergerak dengan kecepatan tinggi, dia langsung menggunakan energi siluman yang sangat padat sehingga empat pemuda itu langsung merasakan bahaya dari monster besar.
Mere pikir Baba Yaga adalah orang yang biasa saja seperti mereka, hanya sebuah figuran namun dia adalah karakter yang besar.
Sehingga orang-orang itu bersyukur di dalam hatinya, setelah sadar keempatnya langsung pergi tanpa menghiraukan Ming Qionglin! Mereka takut Baba Yaga berubah pikiran.
Seketika keributan besar di kota itu terjadi, orang-orang banyak yang bersembunyi banyak juga yang segera kembali ke kota mereka berasal.
*
Li Yian masih berdiri di balik pohon besar tempat mereka berdua bersembunyi, dia tersenyum lebar saat melihat keduanya waspada.
Kedua orang itu seperti berumur paruh baya, dengan tatanan rambut yang rapih dan panjang di gulung di atas kepalanya.
Wajah keduanya yang klimis itu langsung memucat, keduanya masih saja menyemburkan darah segar dari mulutnya.
Padahal Li Yian memukul dengan asal saja, karena Li Yian belum tahu apa motif mereka berdua.
__ADS_1
"Sepertinya yang di maksud tuan Nam Lutu adalah bocah ini?" Ucap salah satu dari mereka bertanya kepada temannya.
"Sial kenapa kita bisa salah menilai, ternyata bocah ini memiliki energi dewa! Pantas saja hawa keberadaan miliknya tidak kita ketahui!" Jawab temanya.
Keduanya sama-sama terkejut, sehingga saling bertukar pandangan dan pendapat.
"Ahh, kalian ternyata salah satu dari orang-orangnya Nam Lutu! Sial kalian seperti benalu, di bunuh satu yang satu lagi muncul!" Keluh Li Yian.
Degg....!
Keduanya terkejut kembali setelah mendengar ucapan Li Yian, mereka bingung apa maksud dari 'di bunuh satu muncul satu lagi'.
"Padahal aku sudah membunuh tiga orang seperti kalian di wilayah timur, namun sekarang muncul kembali? Apa jangan-jangan di padang gersang bagian wilayah barat juga ulah orang-orang seperti kalian?" Li Yian kembali berucap.
Dia bertanya sesuatu yang terjadi di gurun bagian wilayah barat baru-baru ini adalah ulah orang-orang Nam Lutu juga.
Woooss..!
Baba Yaga, sampai di samping Li Yian dia langsung memandang dua orang itu dengan serakah, karena kekuatan keduanya sangat besar.
"Hai saudara Li Yian, bagaimana kamu menemukan mangsa seperti ini hanya bergerak sendiri?" Ucap Baba Yaga bertanya.
Dia langsung bergegas ke sini dengan cepat, jika saja tidak cepat takutnya Li Yian bersenang-senang sendirian sehingga dia cukup jengkel.
Keduanya berpikir dengan keras, menghadapi satu Li Yian saja sangat merepotkan. Sekarang muncul satu lagi yang merepotkan bagi mereka.
"Kamu salah sangka, aku pikir kamu masih peduli dengan makanan itu!" Li Yian masih sempat-sempatnya meledek Baba Yaga dengan makanan tadi yang dia makan.
"Sial, itu semua tidak seberapa jika mendapatkan mangsa empuk seperti ini!" Jawab Baba Yaga tidak peduli meskipun dia di sindir sekalipun.
"Bedebah, apa yang kamu maksud dengan mangsa?" Bentak salah satu dari mereka, dia marah karena di sebut dengan mangsa.
Keduanya adalah orang yang bermartabat di wilayah barat, orang-orang biasa menyebutnya dengan tetua yang terhormat! Namun oleh Baba Yaga dia di sebut sebagai mangsa seperti hewan perburuan saja sehingga dia langsung marah.
"Ya, karena kalian adalah binatang perburuan di mata ku!" Jawab Baba Yaga dengan entengnya.
Hooos...!
Keduanya langsung naik pitam, aura kuat langsung menyebar keluar menerpa Baba Yaga dan Li Yian! Namun bagi keduanya itu seperti angin sejuk yang menabrak tubuh mereka. Sehingga hanya hawa sejuk yang di rasakan Baba Yaga maupun Li Yian.
"Huh, kekuatan hanya sebesar ini masih berani bertingkah di hadapan ku!" Keluh Baba Yaga.
Woooss..!
Aura Baba Yaga langsung meledak dan menekan keduanya dengan sangat kuat, sehingga membuat keduanya mundur dengan terpaan tekanan itu.
__ADS_1
"Bagiamana mungkin, ternyata dia sangat kuat di usia muda seperti ini?" Ucap salah satunya.
"Benar kekuatan yang di tunjukkan di awal adalah penipuan belaka, dia hanya menampilkan pucuknya yang kecil! Sedangkan yang tersembunyi sangat besar." Teman satunya langsung menganalisa.
Meskipun dia menerima tekanan kuat, masih yakin karena setelah menjadi bawahan Nam Lutu mereka tidak mudah lagi di musnahkan sehingga rasa percaya diri mereka meningkat sampai ke titik tertinggi.
"Cari mati...!" Bentak Baba Yaga.
Woss...!
Baba Yaga seperti menghilang, dia langsung muncul di hadapan dua orang itu dengan tiba-tiba, tangan besarnya langsung berayun mengarah kepada kepala salah satu dari mereka.
Orang yang di incar kepalanya oleh Baba Yaga, melambaikan tangan seketika pedang besar muncul di tangannya dan menebas ke arah Baba Yaga dengan momentum yang sangat kuat.
Boooommm...!
Pukulan tangan kosong Baba Yaga, beradu dengan pedang berwarna merah kehitaman yang panjangnya lebih dari satu meter.
Kraakkk..!
Pedang besar itu patah seketika, hingga laju tinju Baba Yaga masih menuju ke kepala orang itu.
Dengan refleks orang itu membentuk energi pelindung dan menyilang tangannya di depan kepalanya.
Baaammmm...!
Braakk..!
Braakk..!
Orang itu langsung terpental sangat jauh ke belakang dan menabrak pohon-pohon yang ada di hutan kecil pinggir jalan kota itu.
Woooss..!
Salah satu temannya, langsung menghindar ke arah samping!.
Boooommm..!
Namun di arah itu Li Yian menyambut dengan tamparan keras, sehingga orang itu langsung menjadi kabut darah.
\=
\=
...
__ADS_1