Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
032 = LI YIAN SALAH SANGKA


__ADS_3

Chapter 032 \= LI YIAN SALAH SANGKA.


\=


\=


Kepala keluarga Lun ingin mundur untuk sementara, namun tidak bisa karena dia di kepung! Karena sudah terkoyak di bagian pinggangnya gerakan dia melamban dan kekuatan miliknya sedikit melemah.


Sehingga, tetua ke empat keluarga Meng yang cerdas langsung menyerang dengan brutal, dia langsung menggunakan jurus andalan yang dia miliki dengan tebasan bayangan pedang.


Jurus ini sangat cepat dan tanpa celah, untuk menghindari puluhan bayangan pedang keemasan milik tetua ke empat sangat sulit.


Slaaaz..!


Dengan cepat, bayangan pedang sebanyak puluhan langsung memenggal tangan kepala keluarga Lun yang sedang memegangi pedang.


"Aaaahhhhkk...!" teriak tuan besar Lun.


Lalu dia mundur selangkah sambil memegangi lengan yang sudah buntung yang sudah mengeluarkan darah, baru saja mundur dua langkah dari belakang di tendang oleh tetua pertama keluarga Meng.


Baaammmm..!


Tendangan itu sangat keras, hingga kepala keluarga Lun langsung terbang jauh dan menghantam pagar rumah besarnya.


"Uhuuukk...!" Dia langsung memuntahkan darah segar.


Di sisi lain, tuan muda pertama lebih parah sudah banyak sekali tebasan pedang dan tusukan benda tajam lainnya! Sedangkan pakaian yang di kenakan tuan muda tertua sudah sobek di mana-mana, hingga sebentar lagi jatuh dari badan.


Dia sudah setengah mati, hanya saja luka itu bukan di bagian vital sehingga tuan muda tertua masih hidup.


Serangan itu entah di sengaja atau tidak oleh pasukan utama keluarga Meng, yang pasti itu adalah siksaan yang sangat mengerikan.


Biasanya tuan muda tertua bersikap arogan dan seperti paling berkuasa di wilayah timur, namun kini sangat mengenaskan.


Puncaknya entah siapa dari belakang tubuh tuan muda tertua keluarga Lun, ada yang menebas lehernya dengan ganas.


Seketika kepala itu langsung terpenggal dan kepala taun muda tertua keluarga Lun menggelinding.


Ada orang yang menendang kepala itu ke sembarang arah, namun arahnya tepat di sebelah jatuhnya tuan besar Lun.


Sehingga setelah melihat itu semua, tuan besar Lun langsung histeris.


Boooommm...!


Aura kuat meledak dengan kencang, setelah itu hewan buas berbentuk serigala dengan kaki depan buntung sebelah langsung mengamuk.


"Kamu pikir hanya kamu saja yang bisa berubah bentuk?" ucap tetua ke empat, dia langsung berubah bentuk ke bentuk silumannya.

__ADS_1


Dia berubah menjadi rubah putih sedang moncong hitam! Antara serigala hitam dan rubah putih berkelahi dengan sangat hebat.


Sedangkan tetua pertama dan kedua, mereka membantu dengan menebas ke arah serigala hitam.


Sehingga serigala hitam itu langsung kalah dan mati karena di keroyok.


Akhirnya, keluarga Lun musnah seluruhnya! Sehingga keluarga Meng bersorak-sorai dengan kemenangan ini.


Mereka sudah menunggu selama ratusan tahun namun tidak menemukan peluang sedikitpun, namun sekarang peluang itu datang dan tidak bisa di duga sebelumnya.


Sehingga mereka semua sangat bahagia, selama ini keluarga Meng selalu di tekan dalam beberapa hal, meskipun tekanan ini tidak besar namun sangat sulit untuk bergerak di wilayah timur.


Sehingga keluarga Meng, selama ini selalu terlihat merendah dan tidak menonjolkan diri.


*


*


*


Di tempat Li Yian dan Baba Yaga tinggal.


Pemilik rumah langsung mengetuk pintu kamar Li Yian, dengan ringan dia mengetuk pintu dan memanggil.


"Tuan, ada pergerakan dari keluarga Lun!" ucap saudagar kaya itu.


"Benarkah?" ucap Li Yian dari dalam.


Setelah itu Li Yian keluar, dia langsung bertanya?.


"Mereka mengirim berapa orang?" ucap Li Yian.


"Menurut penjaga kediaman, hanya satu orang!" jawab pemilik rumah.


"Sial, mereka berani sekali! Sungguh meremehkan kekuatan ku." keluh Li Yian.


Padahal orang yang datang tidak untuk membalas dendam, dia hanya menyelidiki apa yang terjadi dengan tetua pertama dan tetua kedua.


Namun Li Yian salah sangka.


Dia mengira keluarga Lun hanya mengirim seorang diri untuk membunuh Li Yian dan Baba Yaga, sehingga emosi Li Yian langsung tersulut.


"Di mana dia?" ucap Li Yian.


"Di halaman depan!" ucap pemilik rumah.


Li Yian melenggang dengan santai menuju halaman depan kediaman mewah itu, setelah dia sampai di halaman depan dia sangat kecewa karena yang datang hanya orang lemah.

__ADS_1


Memang tetua ketiga paling lemah di antara tetua lainnya di keluarga Lun, karena dia hanya mengurus politik di wilayah timur ini! Namun karena statusnya itu, dia malah lebih sombong.


"Siapa kamu?" ucap tetua ketiga keluarga Lun.


Li Yian semakin bingung, tanpa basa basi dia langsung berucap dengan cepat


"Aku orang yang membantu membunuh semua pasukan keluarga Lun! Kalau yang membunuh mereka adalah Baba Yaga." ucap Li Yian.


Deg..!


Tetua ketiga langsung terkejut.


"Bajingan ternyata kalian, tunggu pembalasan dari kepala keluarga Lun!" bentak dia, lalu dia berbalik ingin pergi dan melapor kepada tuan besar Lun.


Karena dia sudah menemukan kebenaran dari pecahnya batu kehidupan milik dua tetua keluarga Lun dan hilangnya pasukan utama.


Li Yian melihat orang dari keluarga Lun berbalik ingin pergi setelah berucap kurang ajar seperti itu hanya bisa tertegun.


"Sial, hanya seperti itu? Kamu pikir bisa kabur dari hadapan ku?" ucap Li Yian.


Baammm..!


Li Yian langsung menampar tetua ketiga keluarga Lun menjadi kabut darah.


Hingga saat tetua ketiga keluarga Lun mati, dia tidak tahu siapa yang membunuhnya dan tidak tahu keluarga Lun telah di hancurkan oleh keluarga Meng.


Li Yian kesal setelah datang orang itu hanya mengancam, dia pikir setelah mengancam Li Yian bisa pergi dengan mudah.


Li Yian bukannya orang baik, apa lagi sebagai kultivator di ranah Dewa kaisar tahap pemula, di alam Tanasilam ini mungkin hanya Nam Lutu yang bisa sedikit mendesak Li Yian ke ambang batasnya.


Cecunguk seperti itu ingin mengancam, itu hanya lelucon.


Setelah membunuh Li Yian juga tidak memungut batu kristal siluman, karena menurut Li Yian itu sangat kecil dan tidak berguna.


Akhirnya dia kembali masuk ke dalam rumah, sedangkan pemilik rumah hanya bisa diam di teras depan melihat Li Yian hanya melambaikan tangannya saja, setelah itu orang dari keluarga Lun langsung mati dengan menjadi kabut darah.


Melihat itu pemilik rumah tubuhnya langsung bergetar hebat, rasa hormatnya langsung menuju puncaknya terhadap Li Yian.


Dia dengan cepat langsung mengikuti Li Yian masuk kedalam kediaman.


Li Yian sebelum masuk ke kamarnya kembali, dia berbalik ke peda pemilik rumah.


"Jika ada sesuatu yang menyangkut keluarga Lun jangan takut, segera laporkan saja ke saya!" ucap Li Yian.


"Baik tuan, akan selalu saya ingat perintah tuan." jawab pemilik rumah.


Li Yian masuk ke dalam kamarnya, dia ingin menyerap batu kristal energi sebanyak yang dia bisa agar saat menghadapi Nam Lutu kelak dia bisa lebih leluasa.

__ADS_1


\=


\=


__ADS_2