Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
056 = LELUHUR ALAM LANGIT


__ADS_3

Chapter 056. LELUHUR ALAM LANGIT.


\=


\=


Li Yian kini sampai di ujung ruangan gua misterius itu, di sana terang benderang karena dinding di keempat sisi dan langit-langit menyimpan batu pijar.


Batu itu terus bercahaya cerah, karena memiliki suplai dari energi alam! Sehingga tidak akan padam meskipun sudah jutaan tahun lamanya.


Di ujung ruangan, Li Yian melihat ada altar batu yang sangat sederhana! Sedangkan di atasnya terdapat sebuah peti mati.


Li Yian berhasil masuk ke sini dengan melewati beberapa rintangan yang sangat sulit! Jika saja Li Yian tidak mendengar panggilan itu, maka dia tidak akan bisa menemukan ruangan terakhir ini.


Karena ruangan ini di sembunyikan oleh formasi yang sangat kuat! Bahkan Li Yian melewatinya dengan menggunakan banyak energi.


Baaammmm...!


Peti mati itu mengeluarkan suara yang sangat keras! Setelah itu asap putih sangat tipis keluar dari peti mati itu.


Li Yian melihatnya dengan tatapan ngeri! Sehingga setelah melihat itu Li Yian hanya bisa bungkam, namun bibirnya tetap bergetar hingga bergumam.


"Jiwa keabadian!" Gumam Li Yian tanpa dia sadari.


Sebagai keturunan dari orang hebat di alam langit, Li Yian pernah membaca sejarah berdirinya alam langit yang legendaris! Pendiri itu sudah masuk ke ranah jiwa keabadian, sehingga meskipun tubuhnya sudah tidak bisa untuk di gunakan maka jiwa abadinya akan tetap ada.


Jika berhasil menemukan tubuh yang pas, maka jiwa abadinya itu bisa mengambil alih! Namun kekuatan tempurnya akan menurun drastis.


Namun yang Li Yian heran, kenapa aura jiwa abadi yang ada hadapannya saat ini memiliki aura seperti orang hang berasal dari alam langit.


Woooss..!


Aura hang sangat pekat dan kuat seketika menyebar, lalu Li Yian mendengar ucapan yang sangat dalam bersama aura yang menyebar kuat itu.


"Nak, akhirnya kamu sampai di sini! Aku sungguh beruntung di saat sisa-sisa terakhir jiwa keabadian ku akan pacah lalu menghilang permanen, kamu akhirnya muncul." Suara itu bergema di gendang telinga Li Yian.


"Apa kamu yang berbicara dengan ku?" Tanya Li Yian kepada aura putih samar yang berkibar di atas peti mati.

__ADS_1


"Ya, ini aku!" Jawab aura samar itu.


Li Yian tidak bertanya lagi, dia memperhatikan aura samar itu! Li Yian merasakan aura samar itu dulunya adalah orang yang sangat kuat, namun entah bagaimana bisa menjadi mengenaskan seperti itu.


"Nak, aku merasakan aura milik mu adalah aura orang-orang alam langit! Bagaimana bisa kamu masuk ke dalam alam Tanasilam ini? Sedangkan setelah kematian ku, alam Tanasilam sudah di segel permanen oleh orang itu!" Ucap aura samar itu dengan nada yang sudah mulai kabur.


"Sebenarnya anda itu siapa?" Ucap Li Yian, akhirnya ingin tahu siapa sebenarnya orang itu.


"Aku bisa di sebut, leluhur alam langit! Karena di alam langit setelah bencana itu hanya aku keluarga ku dan beberapa pengikut ku yang tersisa!" Jawab orang itu.


Degg..!


Leluhur alam langit, berarti orang ini masih termasuk kakek buyutnya yang bisa di sebut leluhurnya juga.


Namun bagaimana bisa ada di sini jiwa keabadian nya? Sedangkan alam langit masih berdiri kokoh.


"Bagaimana anda bisa terjebak di sini?" Li Yian kembali lagi bertanya, karena dia semakin penasaran atas penuturan dari orang tua itu.


"Ceritanya sangat panjang nak! Sepertinya jika aku terus seperti ini, tidak membutuhkan waktu lama jiwa keabadian ku akan benar-benar musnah." Jawab aura samar itu atas pertanyaan Li Yian.


Li Yian juga bisa merasakan, setiap orang aura samar itu berbicara aura itu semakin menghilang dan semakin tidak dapat di rasakan.


"Kamu cukup duduk bersila di sana, lalu tahan apapun yang terjadi! Aku yakin kamu mampu." Ucap orang itu.


Setelah mendengar tuntunan seperti itu, Li Yian langsung duduk bersila seperti yang di perintahkan sehingga Li Yian tidak bertanya lagi, dia hanya memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh aura samar itu.


Li Yian merasakan tidak ada niat jahat di dalam aura yang di pancarkan oleh aura samar itu! Malahan orang itu seperti sedang merasakan syukur karena bisa menemukan orang yang memiliki aura sama dari alam langit.


Bahkan aura samar itu seperti merasakan sesuatu yang cocok, sehingga tidak banyak menimbang lagi segera dia langsung mempercayai Li Yian dengan cepat.


Aura samar itu kini mulai menggumpal, tekanan sangat kuat langsung terasa di sana! Setelah itu ruangan yang kini memang berpijar putih cerah, bertambah cerah lagi seperti di timpa sinar matahari yang begitu terang, lalu bergetar dengan sangat kuat.


*


*


*

__ADS_1


Di sisi lain Baba Yaga.


Dia berjalan tanpa tujuan, seperti babi yang di tusuk hidungnya Baba Yaga tidak tahu tujuan! Dia terus berputar-putar seperti sedang menelusuri labirin.


Hingga akhirnya Baba Yaga berhenti di persimpangan jalan gua misterius itu.


"Sial, gua misterius sialan! Bagaimana ini bisa begitu rumit?" Ucap Baba Yaga sangat kesal.


Dia sangat kesal karena di dalam gua ini, dia tidak bisa merasakan aura di luar sama sekali! Sehingga Baba Yaga seperti sedang terjebak di dalam labirin yang sangat sulit.


Padahal dia berusaha merasakan aura Li Yian maupun jalan keluarnya, namun itu semua sia-sia belaka.


Baba Yaga hanya bisa duduk menjelepok ke tahan gua misterius itu! Kini penampilan dia tidak sesuai dengan tubuhnya yang lebih tampan.


Aura wibawa sebelumnya saat dia menembus ranah baru kini seperti hilang entah kemana, raut mukanya jika di pandang sudah tidak enak.


"Saudara Li Yian, kamu di mana? Bagaimana aku bisa keluar!" Keluh Baba Yaga.


Dia mencoba sekali lagi untuk merasakan aura milik Li Yian, kemudian gagal! Karena tidak ingin menyerah dengan cepat Baba Yaga mencoba lagi namun gagal lagi.


Hingga keringat dingin bercucuran begitu deras di dahi Baba Yaga saat ini, karena dia menggunakan kekuatan kesadaran miliknya untuk melacak keberadaan Li Yian sekarang dengan sangat ekstrim.


Sehingga Baba Yaga mulai kelelahan.


"Keparat...! Gua sialan." Bentak Baba Yaga sudah sangat putus asa.


Dia lupa bahwa dari gua inilah dia bisa menembus ranah baru dengan sangat mudah hanya karena dia terjebak labirin rumit ini, langsung memaki bahwa gua misterius ini keparat dan gua ini gua sialan.


Gerrttt...!


Tanah yang di duduki Baba Yaga langsung bergetar hebat, dia langsung bangkit berdiri dan melihat sekeliling takut gua misterius itu runtuh seketika.


Baba Yaga memandang langit-langit yang tinggi di atasnya, dengan raut wajah ketakutan! Karena gua ini terus bergetar dengan sangat hebat.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2