
Chapter 030 \= KELUARGA MENG BERGERAK.
\=
\=
Setelah tetua ke empat pergi, kepala keluarga Meng langsung merenung.
Dia membayangkan kehebatan sosok dari Li Yian dan Baba Yaga, dari cerita tetua ke empat saja dia merasakan ketakutan apa lagi melihat langsung.
Setelah merenung cukup lama, akhirnya dia tahu penyebab tetua ke empat yang tidak bisa menahannya dirinya, itu di karenakan penyerangan dari Li Yian maupun Baba Yaga yang membantai pasukan keluarga Lun.
*
Di sisi lain.
Tetua ketiga dari keluarga Lun, langsung bergerak keluar dari kediaman keluarga Lun setelah di perintahkan untuk menyelidiki kebenaran dari kematian tetua pertama dan tetua kedua.
Karena dia juga adalah orang politik wilayah timur dalam keluarga Lun, dia langsung tahu letak rumah saudagar kaya yang di tinggali Li Yian maupun Baba Yaga.
Dia bergegas ke sana, tetua kedua bukanlah petarung yang top di wilayah timur namun dai masih di atas rata-rata petarung biasa, sehingga dia bisa bergerak dengan cepat menuju ke arah timur pinggiran ibu kota wilayah timur, tempat kediaman saudagar kaya itu.
Dia bergerak cukup lama, namun akhirnya sampai juga karena dia orang yang cerdik sehingga dia mengendap-endap dari kejauhan untuk memantau situasi.
Namun setelah dia memantau kediaman saudagar kaya itu, di sana sangat sunyi hanya terlihat gerbang yang roboh dan tidak ada penjaga sama sekali.
Di tambah ada sedikit bekas pertarungan di sana, karena dia penasaran akhirnya dia bergerak lebih dekat.
"Sial, apa mungkin pertarungan melibatkan petarung khusus hanya mengakibatkan gerbang utama saja yang hancur dan beberapa retakan di halaman depan?" ucap dia kebingungan.
Meskipun dia pintar namun dengan petunjuk yang sangat sedikit akhirnya dia turun dan masuk ke dalam halaman depan rumah besar yang di tinggali Li Yian dan Baba Yaga.
Setelah dia berdiri tegak di halaman depan dan mengawasi sekeliling, dia melihat ada penjaga yang muncul.
"Siapa kamu, ada keperluan apa kamu masuk ke dalam sini?" tanya penjaga itu dari kejauhan.
Penjaga itu sangat waspada sehingga dia bertanya dari jarak yang sangat jauh, karena dia mendapatkan pesan dari tuan pemilik rumah bahwa jika ada yang datang pastikan siapa mereka dan laporan dengan cepat kepada dia.
"Apakah kamu tau telah terjadi apa di sini?" ucap tetua ketiga keluarga Lun itu, dia ingin mengorek informasi dari penjaga rumah besar itu.
Dia cukup penasaran, kenapa rumah sebesar ini hanya ada satu penjaga saja.
Padahal dia tidak tahu, bahwa beberapa penjaga lainnya sudah terluka oleh keluarga Lun, keluarganya sendiri.
"Siapa kamu, jika kamu memperkenalkan diri dan mempunyai tujuan baik maka akan kami jawab pertanyaan kamu!" ucap penjaga itu.
__ADS_1
Tetua ketiga cukup bingung, akhirnya dia menjawab dengan enggan.
"Aku tetua dari keluarga Lun! Ini mengetahui ada kejadian apa di sini?" ucap tetua ketiga dengan cepat.
Setiap dia menyebut keluarga Lun, pasti urusan di wilayah timur akan mudah sehingga dia dengan cepat menyebut dirinya berasal dari mana.
Deg...!
Penjaga itu terkejut karena orang yang ada di depannya tetua keluarga Lun.
Sesuai instruksi, dia langsung memberi tahu ada pertikaian di halaman ini sebenarnya karena dia tidak tahu pasti kejadiannya dia akhirnya undur diri untuk memanggil pemilik rumah.
Tetua ketiga keluarga Lun sangat heran, dia tidak di sambut untuk masuk padahal biasanya jika pergi kemanapun selalu di sambut dan banyak yang menjilat.
Melihat fakta ini, dia langsung merasakan firasat buruk.
*
*
*
Selagi saat tetua ketiga keluarga Lun, mencari informasi tentang terbunuhnya kedua tetua keluarga Lun di sisi lain tetua ke empat keluarga Meng sedang mengumpulkan kekuatan utama.
Setelah terkumpul pasukan utama yang berjumlah seratus orang lebih, tetua ke empat bergerak dengan kecepatan dan diam-diam menuju ke keluarga Lun di pusat wilayah ibukota wilayah timur ini.
Keluarga Meng bergerak, namun pihak keluarga Lun tidak mengetahui ini! Jika saja kekuatan utama mereka tidak di mobilisasi untuk menyerang Li Yian dan Baba Yaga lalu mata-mata keluarga Lun tidak di tugaskan untuk mencari informasi dari Li Yian dan Baba Yaga.
Mereka pasti akan tahu pergerakan dari keluarga Meng, sayangnya itu semua sudah terjadi sehingga keluarga Meng yang selalu bermusuhan di abaikan dan akibatnya seperti ini.
Keluarga Lun tidak tahu bahwa ada tarung musuh yang siap menerkam, mereka sibuk dengan kebodohan yang di akibatkan oleh kelakuan sendiri.
Karena sudah sangat lama berkuasa, sehat pihaknya langsung besar kepala! Alhasil akibat masalah sepele dari keturunan yang tidak berguna berdampak kehancuran keluarga keseluruhan.
Keluarga Meng sangat cermat, apa lagi di pimpin oleh tetua ke empat yang biasa melakukan pengintaian terhadap keluarga Lun.
Sehingga pasukan besar di bagi menjadi 10 bagian dan menyebar ke segala arah sehingga pergerakan sangat cepat dan tidak di ketahui lawan maupun keluarga besar lainnya.
Di pinggiran hutan kecil di tengah kota yang mengelilingi kediaman keluarga Lun, ratusan orang dari berbagai arah berdatangan mereka semua adalah pasukan dari keluarga Meng.
Meskipun itu hanya seperempat dari kekuatan asli keluarga Meng, namun orang-orang yang di bawah adalah ahli sesungguhnya dari keluarga Meng.
"Tetua ke empat, apa kita akan menyerang secara langsung?" ucap pemimpin kelompok dari 10 kelompok itu.
"Ya, kita akan menyerang sekarang! Karena saat inilah mereka sedang renta dalam pertahanan." jawab tetua ke empat keluarga Lun itu.
__ADS_1
Empat kelompok ikut aku dari arah depan, sedangkan sisanya dari arah lain untuk mengepung keluarga Lun kabur.
Tetua pertama dan tetua kedua dari keluarga Meng ikut ke dalam kelompok tetua ke empat, mereka percaya dengan pengaturan tetua keempat karena dia yang memiliki komando dari kepala keluarga Meng.
Meskipun ketiganya satu tingkat di bawah kepala keluarga Lun dalam hal kekuatan, jika ketiganya maju bersama mereka yakin kepala keluarga Lun bisa di kalahkan dengan cukup mudah.
"Baiklah, bergerak..!" tetua ke empat langsung memberikan peringatan.
Woos..
Woss..
Ratusan orang bergerak ke segala arah mengepung kediaman keluarga Lun, yang paling banyak adalah yang menuju ke halaman depan kediaman keluarga Lun.
*
Di dalam kediaman keluarga Lun.
Kepala keluarga Lun masih duduk dengan tenang, dia masih belum mendapatkan kabar dari tetua ketiga yang sedang mencari informasi kebenaran dari kematian tetua pertama dan tetua kedua.
Saat dia sedang kacau dan bingung, dia merasakan lonjakan kekuatan besar dari depan kediaman keluarga Lun.
"Apa datang serangan di saat seperti ini?" ucap dia dengan terkejut.
Braakk..
Belum bisa berpikir jernih, dari luar ruangan penjaga kediaman langsung berlari menuju dirinya.
"Kepala keluarga gawat, keluarga Meng menyerang kediaman kita..!" ucap penjaga kediaman itu dengan cepat dan gugur.
Braakk...!
"Bajingan kenapa mereka datang di saat yang tidak tepat?" keluh kepala keluarga Lun sambil menggebrak meja di depannya hingga hancur.
Dia marah terkejut dan tidak habis pikir.
\=
\=
Bantu like yah, terimakasih 🙏.
Cek profil author kawan, jika kalian ingin mencari novel silat yang modern 😁 di sana ada, somoga kalian suka novelnya dengan judul Pewaris Tersembunyi.
.
__ADS_1