Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
055 = SERANGAN AURA


__ADS_3

Chapter 055. SERANGAN AURA.


\=


\=


Baba Yaga masih mengambang di udara, setelah aura menyebar masuk kembali ke dalam tubuh Baba Yaga kini keadaan di sana langsung tentang.


Li Yian masih melihat perubahan pada Baba Yaga, kini tubuh anak itu semakin membesar dan kulitnya semakin halus! Sehingga Baba Yaga terlihat lebih tampan dari sebelumnya.


"Apa ini berpengaruh kepada perubahan wujud?" Ucap Li Yian pada dirinya sendiri.


Karena dia baru pertama melihat siluman yang naik ranah, sehingga Li Yian ingin melihat prosesnya dengan selesai.


Lama Li Yian memerhatikan Baba Yaga, hingga dia merasakan bosan! Kini hampir setengah hari Li Yian terus memperhatikan Baba Yaga.


Sedangkan Baba Yaga masih memperdalam pemahaman yang telah dia dapatkan sebelumnya! Inilah kenapa Nam Lutu masih terus memperdalam, karena jika ras siluman naik ranah baru maka memahaminya yang sangat lama.


Setelah seharian berlalu, Baba Yaga kini membuka matanya! Dia langsung melihat Li Yian yang memperhatikan dirinya.


"Saudara Li Yian, apa yang sedang kamu perhatikan?" Tanya Baba Yaga dengan tatapan yang bertanya-tanya.


"Aku sedang memperhatikan kamu yang sedang naik ranah! Sepertinya sekarang kamu sangat hebat?" Jawab Li Yian.


Dia masih bertanya dengan main-main terhadap Baba Yaga tenang kekuatan dia saat ini setelah naik ranah.


Boooommm..!


Baba Yaga langsung menyerang Li Yian dengan aura miliknya, serangan aura kali ini Baba Yaga keluarga hingga 3/4 kekuatan miliknya.


Namun Li Yian, masih bisa menahannya dengan tenang! Meskipun dia mundur satu langkah akibat tekan yang di berikan.


"Ternyata memang sangat kuat, bagus! Sehingga saat menghadapi Nam Lutu kedepannya kamu tidak akan menjadi beban." Li Yian memuji Baba Yaga, namun seperti sedang meremehkan.


Sehingga raut wajah Baba Yaga sekarang tidak enak di lihat, dia yang tadinya sangat yakin sudah di atas Li Yian. Namun setelah mengerahkan 75% kekuatannya saat ini, namun belum bisa membuat Li Yian merasakan tekanan berat hingga memohon kepadanya agar dia menarik kekuatan itu.


Baba Yaga masih kecewa dengan kenaikan dari ranah baru miliknya! Padahal dia sudah berjuang dan menghabiskan semua inti kristal siluman yang dia dapatkan.

__ADS_1


Namun nyatanya masih kalah di hadapan Li Yian, sehingga Baba Yaga kecewa! Sebenarnya Baba Yaga ingin sekali mengetahui di mana batas milik Li Yian.


"Sebenarnya, aku ingin tahu di mana batas kekuatan yang kamu miliki saudara Li Yian!" Ucap Baba Yaga.


"Sebenarnya kekuatan ku sekarang tidak beda jauh dengan yang kamu miliki, namun pondasi milik mu masih sangat dangkal! Lebih perdalam dan perkuat maka akan bisa menyaingi kekuatan ku." Jawab Li Yian mencoba menjelaskan.


Dia tidak ingin menyembunyikan kekuatan miliknya kepada Baba Yaga, itu juga Li Yian lakukan agar Baba Yaga terus berlatih dan memperdalam kekuatan yang di dapat saat ini.


"Baiklah, sepertinya tidak lama lagi aku akan bisa menyamai mu saudara Li!" Jawab Baba Yaga terlihat begitu senang setelah mendengar bahwa dia sudah hampir setara dengan Li Yian.


Sehingga dia ingin langsung memperdalam lagi kekuatan yang di miliki.


Baba Yaga hendak meditasi kembali, namun Li Yian langsung mencengkram leher Baba Yaga seperti sedang m ngangkang anak kucing.


"Mau kemana, sebaiknya kita harus bergegas ke klan Baba untuk menitipkan anak itu! Aku sudah merasa kerepotan dengan adanya dua orang yang menggangu!" Li Yian menghardik Baba Yaga sambil terus menentengnya seperti anak kucing.


Mendengar bahwa ada dua orang yang selalu merepotkan, dia menunjuk dirinya.


"Apa aku merepotkan mu?" Tanya Baba Yaga terhadap Li Yian.


"Baiklah, ayo kita ke klan Baba secepatnya! Lagian aku sudah ingin pamer di hadapan wanita tua itu!" Baba Yaga langsung tersenyum, dia ingin pamer kepala orang yang di sebut wanita tua.


Wanita tua yang Baba Yaga maksud adalah ibunya, Baba Vaga! Dulu Baba Vaga berucap bahwa jika dia menembus ranah baru maka dia boleh pulang ke klan Baba dengan bebas.


Memikirkan itu, Baba Yaga sudah tidak sabar! Sehingga langsung setuju usul Li Yian.


*


*


*


Kini Li Yian, Baba Yaga dan Ming Qionglin sudah mau keluar dari gua tersembunyi itu! Namun Li Yian berhenti melangkah.


"Teman, apa kamu merasakan sesuatu?" Tanya Li Yian kepada Baba Yaga.


"Apa? Aku tidak merasakan apa-apa!" jawab Baba Yaga.

__ADS_1


Padahal Baba Yaga setelah di tanya Li Yian, Baba Yaga mempertajam persepsi miliknya! Namun dia tidak merasakan apa yang Li Yian tanyakan.


Li Yian belum sempat keluar dari mulut gua, namun dia merasakan ada sesuatu yang memanggil di dalam gua itu.


"Sial, apa kamu tidak merasakan bahwa kita ada yang memanggil?" Tanya Li Yian kembali.


Dia sangat heran, padahal dia biasanya bisa merasakan aura maupun itu bersembunyi seperti apa sekalipun! Namun sekarang, Li Yian sangat bingung, jelas-jelas dia mendengar seperti ada orang yang memanggil namun tidak bisa merasakan letak orang itu di mana tepatnya.


"Tidak, di mana ada orang yang memanggil! Aku tidak mendengar apa-apa, tidak merasakan apapun!" Baba Yaga masih dengan pendiriannya karena dia percaya dengan kekuatan yang di milikinya sekarang.


"Kita cari dulu! Sepertinya di gua ini masih tersembunyi misteri yang belum di pecahkan." Li Yian mengambil keputusan ini, karena dia juga yakin bahwa dia merasa seperti ada yang memanggil.


Li Yian berharap penggilan ini seperti saat dia mendapatkan panggilan dari dasar danau saat di alam langit! Karena setiap menerima kekuatan itu, ranah Li Yian meningkat sangat tajam.


Dia berharap, jika bisa menerima misteri ini dirinya bisa masuk ranah tingkat dewa puncak! Agar menghadapi Nam Lutu seperti membalikkan telapak tangan.


Jika di tambah kekuatan Baba Yaga sekarang, maka Nam Lutu bisa di pastikan tidak akan bisa melawan dia dan Baba Yaga sekalipun.


*


Li Yian dan Baba Yaga kini kembali menyusuri semua sudut dari gua misterius yang di rasakan sebelumnya.


Baba Yaga dan Li Yian menyusuri arah yang berbeda, sedangkan Ming Qionglin di tinggal di ruang utama yang tadi di gunakan oleh Baba Yaga naik ranah.


Baba Yaga menyusuri dengan raut wajah kebingungan, karena dia tidak memiliki petunjuk seperti yang Li Yian rasakan.


Sedangkan Li Yian semakin ke dalam, dia semakin mendengar ucapan itu begitu jelas di telinganya.


"Siapa sebenarnya yang memanggil?" Ucapan Li Yian langsung menggema di lorong gua itu.


Li Yian sangat penasaran, namun panggilan dia tidak di respon sama sekali! Namun Li Yian tidak menyerah.


Dia terus masuk ke dalam gua yang semakin dalam semakin pengap.


\=


...

__ADS_1


__ADS_2