Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
052 = AURA PENGENDALIAN JIWA TERPUTUS


__ADS_3

Chapter 052. AURA PENGENDALIAN JIWA TERPUTUS.


\=


\=


Baba Yaga saat ini sudah membunuh orang yang tadi menyerang dirinya, sekarang dia sudah memegang inti kristal siluman milik lawannya itu.


Inti kristal siluman yang di pegang saat ini berwarna merah darah, Baba Yaga melihat itu cukup bingung karena jelas-jelas dia merasakan aura yang besar namun ternyata inti kristal siluman yang di dapatkan malah sangat kecil tidak seperti yang di bayangkan.


Bahkan Baba Yaga membandingkan miliknya namun menurutnya itu seperti langit dan bumi jika di bandingkan dengan miliknya.


"Sial ternyata sampah!" Ucap Baba Yaga dengan tidak begitu senang.


Namun setelah dia memeriksa penyimpanan dimensi milik orang itu, Baba Yaga baru menyadari bahwa di sana banyak sekali inti kristal siluman yang berbagai warna.


Melihat ini, seketika Baba Yaga langsung girang dia memindahkan itu semua tanpa basa basi ke dalam penyimpanan dimensi miliknya.


Sedangkan sisa satu orang, dia orang yang paling lemah dari keempatnya! Meskipun paling lemah namun perbedaannya tidak jauh berbeda.


Setelah melihat tiga rekannya mati, dia ingin segera kabur! Namun seketika tubuhnya menegang.


Kepalanya mendengung, dia langsung seperti di kendalikan oleh aura lain! Matanya langsung menyorot tajam, seketika aura besar langsung meledak.


Boooommm..!


Aura menekan sangat kuat, Li Yian seketika merasakan itu dia tersenyum! "Apakah dia hanya berani menggunakan pion untuk melawan ku sekarang?" Ungkap Li Yian setelah melihat dan merasakan aura milik Nam Lutu.


Sedangkan Baba Yaga yang sedang sibuk memindahkan banyak inti kristal siluman, langsung tertegun dia yang sudah sangat kenal dengan aura ini sedikit menggigil! Namun setelah ingatan dia kembali akhirnya Baba Yaga tenang dan menarik nafas dalam-dalam.


"Huff....Huufff....! Sial, ini sudah lewat beberapa ribu tahun kenapa aku masih saja harus takut dengan dia!" Baba Yaga seketika mengeluh dan seperti sedang memarahi dirinya sendiri.


Lalu dia menengok siapa orang yang datang, namun setelah dia tahu tidak ada orang lain lagi selain orang sebelumnya Baba Yaga akhirnya tahu.


Bahwa yang di lakukan Nam Lutu adalah pengendalian jiwa jarak jauh.


Setelah itu Baba Yaga kembali memindahkan inti kristal siluman dengan cepat, karena masih tersisa sedikit lagi. Setelah selesai dia langsung bergegas menghampiri Li Yian dan Ming Qionglin.


"Saudara Li Yian, apakah kamu tahu bahwa dia di kendalikan oleh orang itu?" Ucap Baba Yaga.


"Ya, bagaimana aku tidak tahu! Aura ini benar-benar milik orang itu, namun metode pengecut seperti ini tidak akan mempan kepada ku sama sekali!" Ucap Li Yian.


"Herrr...!" Geram orang itu, seketika tubuhnya langsung membengkak besar dan berubah menjadi mode siluman.

__ADS_1


"Ternyata dia adalah ular bertanduk naga?" Ucap Li Yian setelah tahu berubah orang yang ada di depannya saat ini.


"Hupp...!" Ming Qionglin langsung seperti tersedak, dia ingin berteriak ketakutan.


Karena perubahan seperti sekarang ini baru saja dia lihat semua hidupnya, sehingga dia ingin berteriak namun aura milik Li Yian menahan itu agar tidak mengeluarkan suara.


Seketika di hadapan tiga orang ini kini terdapat ular bertanduk naga, ular itu sangat besar seperti di paksakan dalam perubahan bentuk.


Suara mendesis ular itu begitu dalam dan serak, sehingga sangat tidak enak di dengar! Menurut Li Yian ular ini sudah terlalu tua hingga membentuk tanduk naga di kepalanya.


*


*


*


Li Yian mengeluarkan pedang hitam yang sudah sangat lama dia tidak gunakan lagi.


Wuuusss...!


Aura panas langsung terpancar saat pernah hitam panjang di tangan Li Yian terhunus! Li Yian menggunakan pedang ini karena untuk menghadapi ular yang besar maka perlu menggunakan senjata yang tajam agar bisa menembus pertahanan kulit ular itu.


Melihat pedang Li Yian yang sudah terbungkus ke arahnya, ular bertanduk naga itu memundurkan kepalanya! Karena dia merasakan tekanan kuat.


Tanpa basa basi, Li Yian menebas ke depan! Aura hitam berbentuk pedang panjang langsung keluar dari pedang milik Li Yian itu.


Slaaaz..!


Ular itu menghindari, namun akhirnya salah satu tanduk naga di kepala ular itu tetap tertebas hingga putus.


Baammm..!


Tanduk berat dan besar jatuh ke tanah, hingga menimbulkan suara yang keras di sekitar mereka.


Boooommm...!


Baba Yaga juga tidak tinggal diam, dia menyerang tubuh ular itu hingga suara ledakan keras terjadi.


Ular itu langsung mendesis meskipun tidak terluka parah, setelah nya dia langsung waspada terhadap keduanya dari Li Yian maupun Baba Yaga.


Ular itu sekarang seperti tidak memiliki akal saja, hanya mengandalkan insting pertempuran jika ada serangan maka dia menghindari atau melawan balik.


Juga menyerang sejara brutal, tidak terkontrol kekuatannya dengan baik! Karena dengan serangan membabi buta dan kekuatan penuhnya, sehingga Li Yian langsung tahu bahwa sekarang ular itu sudah tidak terlalu terkontrol.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan, hanya karena tandukan tinggal satu?" Gumam Li Yian.


Woooss..!


Claang...!


Li Yian menghilang, seketika muncul di atas kepala ular bertanduk naga itu. Lalu dengan gerakan cepat dan tebasan biasa pedang dan tunduk yang masih utuh bertabrakan.


Hingga seperti logam yang saling berbenturan, lalu tanduk itu putus seketika! Meskipun tanduk ular itu sangat kuat dengan hanya ketajaman pedang hitam panjang milik Li Yian saja sudah bukal lawannya sehingga putus dengan mudah.


Braakk..!


Tanduk besar itu akhirnya jatuh, begitu keras ke tanah di atas puncak bukit yang memanjang itu.


"Haauuuuu...!"


Setelah di putus kedua tanduknya, ular itu meraung layaknya seekor naga yang di tebas putus ekornya.


Seketika, serangan ular bertanduk naga mengendur dan akhirnya tumbang seperti bola yang kempis kehilangan anginnya.


Aura pengendali jiwa terputus setelah dua tanduk di tebas oleh Li Yian, melihat ini Li Yian sudah kehilangan minatnya lagi.


Dia segera memasukan pedang panjang hitam itu kembali ke cincin penyimpanan miliknya.


Baba Yaga mencengkram ular besar itu hingga menggeliat kesakitan! Dengan menggunakan tangannya yang membesar juga setelah itu senjata garukan miliknya di gunakan untuk merobek perut ular itu.


Brett...!


Baaammmm..


Darah keluar dari perut ular yang sobek itu! Setelah itu Baba Yaga membantingnya dengan kuat.


Langsung menjebol perutnya untuk mencari di mana inti kristal siluman milik ular itu, Baba Yaga mencarinya cukup lama karena apa bila siluman berubah bentuk maka letak inti kristal siluman itu juga berubah.


Sehingga sekarang mencarinya cukup lama, setelah ketemu Baba Yaga akhirnya tersenyum, meskipun inti kristal siluman yang di dapat saat ini tidak bagus! Namun setelah memeriksa dimensi penyimpanan milik ular itu juga menyimpan cukup banyak inti kristal siluman yang banyak.


Akhirnya Baba Yaga memindahkan apa yang sekarang menjadi miliknya, Baba Yaga merasakan panen besar kali ini.


Li Yian melihat Baba Yaga seperti sedang senang dia juga ikut semangat, akhirnya dia berjalan ke arah Baba Yaga.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2