
Chapter 054. RANAH BARU.
\=
Di luar ruangan yang di tempati Baba Yaga saat ini, Li Yian berdiri di dekat batu datar yang ada di sana.
"Sebaiknya kamu duduk di sana! Jangan kemana-mana selagi kita bermeditasi." ucap Li Yian kepada Ming Qionglin.
Dia langsung membentuk garis lingkaran yang lebar, agar Ming Qionglin bisa berada di sana lebih aman.
Setelah membuat lingkaran itu dan menaruh aura formasi pelindung, Li Yian teringat akan perlakuan dirinya saat masih di alam Daulu saat itu.
"Bagiamana keadaan pak tua itu sekarang?" Gumam Li Yian sambil melangkah menuju ke batu datar yang ada di sebelahnya.
Setelah dia duduk di batu datar yang ada di ruangan itu dia akhirnya tidak memikirkan lagi Xu Wuzao yang sekarang entah sedang apa di alam Daulu.
Namun Li Yian lebih memilih tujuan utama dia menjadi kuat, sehingga masalah orang tua itu Li Yian abaikan dulu untuk masalah bertemu dengan orang tua itu dia bisa kembali lagi ke alam Daulu setelah urusan dendam ini selesai.
Li Yian mengeluarkan batu kristal energi Qi berkualitas tinggi, lalu dia segera meditasi! Seketika dia tenggelam dalam meditasinya sambil menyerap batu kristal energi Qi itu.
Di ruangan sebelah.
Tanpa orang-orang ketahui, di ruangan yang sekarang Baba Yaga tempati! Aura yang tadinya tipis dan samar yang keluar dari tungku di tengah ruangan itu, kini seketika langsung meluap seperti air bah.
Namun yang begitu mengerikan, aura yang besar itu masuk semua ke dalam tubuh Baba Yaga seperti terhisap oleh lubang yang tidak berdasar.
Begitu juga dengan inti kristal siluman yang ada di sana, setelah di keluarkan oleh Baba Yaga! Lalu aura yang tadinya samar terus membesar seketika membuat inti kristal siluman yang ada di sana langsung melebur dan ikut masuk juga ke tubuh Baba Yaga.
Satu hari telah berlalu.
Kini aura yang ada di sekitar puncak bukit yang menjulang tinggi dan sangat panjang itu, yang awalnya biasa saja langsung berubah menjadi gelap dan sangat berat.
Sedangkan Baba Yaga yang melakukan itu dia tidak menyadari sama sekali! Li Yian yang ada di ruangan sebelahnya langsung tersadarkan dari meditasinya.
"Sial, apa yang terjadi sebenarnya?" Ucap Li Yian dengan tidak sadar.
Dia juga merasakan ada perubahan tekan aura yang sangat kuat di sekitar mereka!.
__ADS_1
Baaammmm..!
Formasi pelindung yang Li Yian buat untuk Ming Qionglin langsung hancur karena tekanan yang berbeda.
Li Yian menghampiri Ming Qionglin lalu melindungi dia kembali! Sebenarnya dia merasa sangat kerepotan namun setelah menerima ajaran dari Xu Wuzao sebelumnya, rasa saling tolong menolongnya sangat tinggi.
Bukan pada saat menjadi prajurit dewa, hanya melakukan tugas dengan aturan semestinya! Jika bukan tugasnya maka dia tidak akan melakukan itu.
Ini lah yang di rasakan oleh Li Yian perbedaan saat kehidupan pertama dan setelah mendapatkan kehidupan keduanya.
"Apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Li Yian.
"Tuan Li Yian, aku tidak apa-apa! Memangnya apa yang terjadi?" Ucap Ming Qionglin yang terkejut.
Dia yang asalnya juga sedang bermeditasi, namun langsung terbangun dan terkejut setelah mendengar ledakan dari aura milik Li Yian yang meledak karena tekanan dari luar.
"Baiklah, tidak ada apa-apa! Hanya saja di sini semakin sangat berbahaya." Jawab Li Yian.
Li Yian langsung merasakan aura kuat yang berpusat di ruangan Baba Yaga sekarang.
"Apa dia akan memasuki ranah baru?" Ucap Li Yian di benaknya.
"Kamu tetap di sini!" Li Yian berucap demikian, tidak menunggu jawaban Ming Qionglin dia langsung melangkah melihat apa yang terjadi di ruangan yang sekarang di gunakan oleh Baba Yaga.
Boooommm...!
Jedar..Jedar...!
Li Yian terpental mundur beberapa langkah, padahal dia sudah menggunakan energi pelindung lebih dari dua persepuluh kekuatan miliknya saat ini.
Di luar gua itu, kini banyak petir menyambar! Li Yian mendengar suara gemuruh yang sangat khas dengan petir dan sedikit getaran di gua itu.
"Apakah ini petir kesengsaraan di alam Tanasilam ini?" Guam Li Yian.
Dia melebarkan persepsi hingga keluar dari gua itu! Kini di puncak bukit itu banyak batu-batu besar yang hancur akibat di sabar petir.
Jika saja Baba Yaga tidak berada di dalam gua seperti ini, dia pasti sudah di sambar petir kesengsaraan.
__ADS_1
Karena siluman yang baik ranah akan di perkuat tubuhnya ke tingkat yang berbeda! Jika dia tidak kuat maka dia tidak layak menduduki ranah baru ini.
Li Yian melihat Baba Yaga yang ada di dalam ruangan itu masih dengan tenang duduk dan menikmati, resapan semua aura yang keluar dari tungku yang tertanam di lantai itu.
Di klan Baba sekarang.
Di ruangan pribadi.
Baba Vaga masih duduk dengan tenang, namun saat ada aura melonjak tajam dia menatap nyalang ke arah aura itu datang.
"Bocah, akhirnya kamu memasuki ranah baru! Apa yang akan ku lakukan setelah ini?" Ucap Baba Vaga dengan senyum tipis di mulutnya.
Padahal dia baru saja memerintahkan anak buahnya yang paling kuat untuk memeriksa Nam Lutu, namun setelah merasakan aura Baba Yaga yang melonjak ke ranah baru dia menjadi lebih tenang.
Karena jika Baba Yaga sudah berada di ranah baru ini, dia juga tidak akan mudah di kalahkan meskipun dengan kekuatan puncak Nam Lutu saat itu.
Meskipun terlihat tidak peduli, namun Baba Vaga sebenarnya sangat memperhatikan Baba Yaga sehingga setelah dia kembali ke alam Tanasilam ini kembali.
Dia terus mengawasi pergerakan anaknya itu, namun karena keterbatasan dia sebagai ratu di klan Baba saat ini! Sehingga tidak bisa langsung turun tangan.
Jadi dia lebih memilih mengutus orang-orang miliknya yang paling terampil, namun entah sampai sekarang dia belum mendapatkan kabar! Akan tetapi setelah merasakan aura Baba Yaga yang memasuki ranah baru, barulah Baba Vaga merasakan lega.
Di wilayah barat juga langsung gempar, karena jika ada petir kesengsaraan seperti itu! Maka penguasa baru dari alam Tanasilam terlahir.
Sehingga banyak keluarga besar maupun klan besar bertanya-tanya ada apa sebenarnya alam ini? Apakah akan terjadi pertempuran besar.
Selagi orang-orang heboh! Aura kuat itu langsung tersedot kembali oleh kekuatan yang besar itu.
Kini langit alam Tanasilam kembali ke sedia kala, namun kehebohan yang di buat akan terus di ingat oleh orang-orang di alam Tanasilam ini.
Li Yian melihat Baba Yaga yang kini mengambang di udara, dengan di selimuti oleh aura yang sangat kuat.
Dia langsung menggelengkan kepalanya, Li Yian yakin bahwa kekuatan Baba Yaga kali ini tidak berbeda jauh dengan dirinya, meskipun jika bertarung Li Yian tidak akan kalah, namun dengan perubahan secepat kilat ini Li Yian meras bahwa berteman dengan Baba Yaga adalah takdir.
\=
\=
__ADS_1
...