
Chapter 024 \= BABA YAGA MARAH.
\=
\=
Setelah melihat anggukan kepala dari Li Yian, Baba Yaga langsung menyeringai kejam! Dia ingin menggunakan metode penyerapan energi siluman yang biasa dia gunakan saat di alam Daulu saat itu.
Membayangkan kekuatan miliknya akan naik pesat, dia langsung kegirangan hingga wajah kejam secara naluri muncul begitu saja.
Di depan kediaman dan sekitarnya sudah di penuhi oleh petarung elit dari keluarga Lun, sehingga area beberapa puluh meter di sana sangat sepi! Para penduduk kota tidak berani melihat apa lagi ikut campur dengan keributan yang terjadi.
Mereka semua sudah ketakutan, apa lagi hanya para orang yang lemah yang hanya golongan bawah, mereka sudah lari tunggang langgang setelah banyaknya pasukan yang melintas di jalan kota dengan berbagai tunggangan yang berbeda dari hewan buas.
"Siapa di antara kalian yang membunuh tuan muda kedua keluarga Lun?" bentak tetua pertama keluarga Lun.
Sebenarnya dia sudah tahu bahwa yang membunuh adalah Baba Yaga dan Li Yian, namun untuk mengintimidasi lawan dia menanyakan seperti itu untuk membuka percakapan.
"Dia...!" jawab Li Yian sambil menunjuk Baba Yaga tanpa merasa salah sedikitpun.
Baba Yaga menengok ke arah Li Yian, dia langsung sedikit tertegun namun otaknya berputar dengan cepat.
Baba Yaga berpikir, Li Yian berbicara seperti itu agar kemarahan orang-orang keluarga Lun semuanya mengarah ke dia.
Sehingga Baba Yaga memiliki kesempatan bagus untuk membunuh mereka semua, lalu menyerap kekuatan mereka menjadi miliknya.
"Benar aku yang membunuh mereka!" ucap Baba Yaga dengan bangganya, sambil melangkah satu langkah ke depan.
"Bocah kau pantas mati, karena telah menyinggung keluarga Lun di wilayah timur ini!" jawab tetua pertama keluarga Lun dengan geram.
Dia sebenarnya sedari awal sudah waspada terhadap Baba Yaga karena hanya dia yang memiliki aura besar, sedangkan melihat Li Yian dia tidak merasakan aura sedikitpun sehingga langsung mengabaikan Li Yian.
"Serang dia..!" setelah membentak Baba Yaga, tetua pertama yang memimpin pasukan dari keluarga Lun langsung memberikan peringatan pada mereka semua.
Wooss..
Wooss..!
Puluhan orang yang mengapung bagian depan langsung menyerang, namun tidak hanya menyerang Baba Yaga mereka juga hendak menyerang Li Yian yang ada di belakang Baba Yaga saat ini.
Baaammmm..!
Baaammmm...!
Baba Yaga langsung maju ke depan, dan mencengkram dua kepala musuh dengan tangan kiri dan kanan lalu langsung menyerap energi siluman pada musuhnya dan dengan sangat cepat, laku menghancurkan kepala itu dengan satu remasan tangan.
__ADS_1
Setelah itu dia langsung berpindah ke target lainnya, namun ada beberapa yang lolos dari gerakan Baba Yaga karena dia membunuh sambil menyerap aura lawan sehingga cukup lama dalam pertarungan satu lawan puluhan orang.
Sehingga beberapa dari mereka lolos dan menyerang Li Yian dengan ganas.
Duarr..
Dengan satu kibasan tangan, Li Yian langsung membunuh beberapa orang hingga menjadi kabur darah hingga tekanan yang menyerang itu sampai mendorong musuh yang hendak bergerak menyerang.
Begitu juga tetua pertama dan tetua kedua keluarga Lun merasakan dorongan tekan besar itu.
Melihat kejadian ini, Baba Yaga marah!
"Saudara Li Yian, kenapa kamu membunuh mereka padahal kamu sudah berjanji tidak akan ikut campur?" bentak Baba Yaga karena cukup marah.
"Bodoh! Kamu melawan musuh dengan gaya pertarungan seperti itu sedangkan mereka banyak sehingga banyak yang lolos dari serangan yang kamu lancarkan." jawab Li Yian dengan membentak juga.
"Setidaknya cukup buat mereka lumpuh saja, jika seperti ini bagaimana biasa aku memanfaatkan mereka!" keluh Baba Yaga.
"Tidak, aku hanya menggunakan sedikit sekali kekuatan ku! Berarti mereka yang terlalu lemah." jawab Li Yian.
"Sial..!" keluh Baba Yaga.
Mereka berdua terus bertengkar, seperti tidak sedang bertarung melawan pasukan besar dan kuat.
*
*
*
Mereka sangat tertekan, namun akhirnya di buat seperti orang bodoh! Dalam pertarungan hidup mati musuh masih sempat-sempatnya bertengkar bagaimana caranya membunuh lawan dengan benar.
Otak mereka seperti terasa kosong.
Apa lagi, tetua pertama dan tetua kedua keluarga Lun! Dia langsung menggigil cukup takut.
Dia merasakan energi Qi yang sangat besar dan murni, sehingga dia bergumam.
"Ini energi dewa, siapa anak ini sebenarnya?" ucap tetua pertama keluarga Lun.
Meskipun sangat lirih, tetua kedua mendengar itu dengan jelas. Dia langsung menimpali.
"Sudah lama sekali orang-orang dari alam langit tidak muncul bagaimana bisa sekarang muncul lagi?"
Tetua pertama keluarga Lun juga heran, dia mendengar dari leluhurnya bahwa energi Qi adalah pemadatan energi dari alam langit yang di sebut oleh leluhur mereka energi dewa, itu karena mereka semua adalah musuh yang abadi dari jaman dulu sehingga mereka selalu waspada terhadap orang yang memiliki energi dewa.
__ADS_1
"Aku tidak tau, sebaiknya kita waspada! Apa kita kabarkan tentang ini kepada kepala keluarga?" ucap tetua pertama memberikan saran.
"Apa kita akan mundur setelah seperti ini?" tetua kedua langsung bimbang.
Karena sudah puluhan orang dari pasukan elit keluarga Lun sudah terbunuh oleh Li Yian dan Baba Yaga.
Setelah merasakan kekuatan Baba Yaga dan Li Yian, keduanya langsung bimbang dia khawatir bahwa Baba Yaga benar-benar orang tersembunyi klan Baba.
Jika benar seperti itu makan keduanya akan tamat, bahkan bukan hanya keduanya tapi juga keluarga Lun.
Namun dari semua penyelidikan yang menyeluruh, keluarga Lun yakin bahwa keduanya bukan dari klan Baba.
Namun sekarang melihat kekuatan Baba Yaga yang membunuh dengan cara seperti itu yang menyerap kekuatan orang, rumor hanya bisa di lakukan oleh klan Baba.
Namun yang semakin heran lagi, dengan kemunculan orang yang memiliki energi IQ yang sangat besar membuat mereka juga semakin bingung.
Setelah sadar dari keterkejutan, tetua pertama memberikan perintah untuk mundur menjaga jarak kepada pasukan yang tersisa.
Sedangkan karena petarung itu, pasukan yang mengapung kediaman itu langsung berkumpul di halaman depan semuanya! Sehingga di sana terlihat banyak kerumunan.
"Nak, siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu bisa menggunakan energi dewa?" ucap tetua pertama keluarga Lun dengan nada sedikit waspada tidak mengancam seperti di awal.
Dalam ucapan itu terselip nada ketakutan, sehingga sedikit bergetar di dalam ucapannya.
Di tanya seperti itu Li Yian yang masih adu mulut dengan Baba Yaga, langsung memalingkan muka dari Baba Yaga dan melihat ke arah tetua pertama yang tadi berucap.
"Ah, itu namanya energi dewa yah di sini? Tapi aku menyebutnya energi Qi!" jawab Li Yian.
"Aku adalah temannya dia." lanjut Li Yian berucap sambil menunjuk ke Baba Yaga.
Sedangkan Baba Yaga yang di tunjuk juga berucap. "Kalau kamu ingin tahu aku, meka perkenalkan aku temannya dia!" Baba Yaga berucap sambil menunjuk Li Yian.
Dengan jawaban retorika yang hanya muter-muter itu, tetua pertama keluarga Lun sebenarnya geram dan ingin membunuh mereka namun karena kehebatan keduanya dia sudah menjadi waspada.
"Apa yang kalian cari di ibu kota wilayah timur ini?" tetua pertama kembali bertanya.
"Banyak bertanya..!"
Baaammmm...!
Li Yian langsung menghardik karena tidak suka, setelah itu dia langsung melambaikan tangannya sehingga energi padat langsung mengarah ke tetua pertama dan membentur tubuhnya dengan sangat keras.
Sehingga menimbulkan dentuman yang sangat keras.
"Kamu...!" Baba Yaga yang tidak begitu terima melihat Li Yian yang menyerang lagi.
__ADS_1
\=
\=