
Chapter 026 \= KETAKUTAN KELUARGA LUN
\=
\=
Suasana di aula utama langsung hening seketika setelah mereka yang ada di sana menjerit karena terkejut, pandangan mata dengan tatapan kosong langsung terpampang di mata kepala keluarga Lun.
"Cepat kirim orang untuk memastikan situasi di sana!" bentak kepala keluarga Lun dengan tiba-tiba, setelah sadar dari keterkejutan sekilas.
Rasa takut langsung menjalar di hatinya, itu karena jika tetua pertama dan tetua kedua mati maka pilar utama kekuatan keluarga Lun telah di robohkan, apa lagi jika semua pasukan musnah maka keluarga Lun hanya tinggal menunggu kehancuran saja, karena mereka seperti cangkang kosong belaka.
Itu karena banyak keluarga besar lainnya yang siap mencaplok kekuasaan yang di pegang oleh keluarga Lun saat ini, mereka semua sudah mengincar puncak kekuasaan sejak lama.
Inilah ketakutan keluarga Lun yang sebenarnya, jika pasukan mereka benar-benar musnah maka harus siap di serang keluarga besar lainnya di wilayah timur ini.
"Baik tuan...!" tetua ketiga langsung mengiyakan dengan cepat.
Dia dengan tergesa-gesa keluar, untuk mencari orang kepercayaan miliknya dan mengirim orang itu untuk menuju ke lokasi keluarga Lun yang mengejar Li Yian dan Baba Yaga saat ini.
Baaammmm...!
Suara ledakan langsung terdengar, orang-orang yang masih terkejut langsung kembali sadar seketika.
"Sial, anak tidak berguna!" bentak kepala keluarga Lun dengan keras setelah memukul meja yang ada di depannya.
Dia seketika menyalahkan anak keduanya yang hanya bisa bersenang-senang saja, kejadian ini karena berawal dari kelakuan anak keduanya sehingga dia langsung menyalahkan anaknya itu.
Padahal sebenarnya itu kesalahan sendiri karena terlalu meremehkan lawan, di tambah ego dan kesombongan yang sudah begitu tinggi sehingga lupa bahwa masih banyak kekuatan wilayah barat yang mengerikan.
"Ayah, tenang sepertinya situasi ini tidak seburuk yang kita bayangkan!" jawab tuan muda tertua dengan cepat mengubur ayahnya.
Sebenarnya dia cukup takut dengan keadaan ayahnya yang seperti ini! Dia baru pertama kali melihat ayahnya yang terlihat sangat marah.
Dia mengingatkan ayahnya padahal dia juga memikirkan bahwa sekarang kejayaan keluarga Lun sudah tamat, namun dia mencoba menghibur dirinya dan ayahnya, agar suasana lebih nyaman.
__ADS_1
Kepala keluarga Lun tidak menjawab ucapan anaknya, dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
Seketika suasana di aula utama itu kembali mencekam, padahal tadi mereka semua sedang kegirangan bagaimana mereka akan memberikan pelajaran pada Li Yian dan Baba Yaga.
Namun hanya kurang dari beberapa jam setelah mereka mengirim pasukan besar, berita buruk terjadi sehingga terbentuklah suasana yang mencekam ini.
"Cepat semuanya, cari kebenaran berita ini! Aku tidak mau tau kalian semua harus berusaha keras...!" kepala keluarga Lun kembali membentak orang yang tersisa di aula utama keluarga Lun.
Seketika orang yang tersisa langsung menghambur keluar, karena mereka cukup takut dengan tempramen buruk kepala keluarga Lun saat ini.
Begitu juga tuan muda tertua, dia langsung bergegas keluar dia ingin membuktikan bahwa berita ini pasti tidak benar.
*
*
*
Di tempat Li Yian dan Baba Yaga.
"Hemmm, sepertinya para siluman ini memiliki inti kristal siluman yang cukup murni ketimbang siluman yang ada di alam Daulu?" ucap Li Yian sambil congkok dan memegang satu inti kristal siluman.
Dia merasakan ada aliran energi siluman yang sangat padat, sehingga Li Yian berpikir seharusnya inti kristal siluman ini bisa di serap oleh siluman lain.
Li Yian langsung memungut beberapa lagi inti kristal siluman yang ada di sana, setelah itu dia melihat mayat siluman yang berserakan.
"Seharusnya mereka juga memiliki inti kristal siluman juga." Li Yian langsung begitu semangat.
Dia langsung merobek perut salah satu siluman dan benar saja dia menemukan inti kristal siluman namun inti kristal siluman itu sudah pecah dan berwarna hitam pucat di tambah tidak memiliki aura sedikitpun.
"Sial, hanya sampah yang aku temukan!" keluh Li Yian.
Setelah memikirkan, akhirnya Li Yian mengerti mengapa Baba Yaga cukup marah dia berusaha menyerap kekuatan mereka agar dia bisa meningkat dengan cepat.
Namun menurut Li Yian, metode seperti itu sangat tidak efisien karena banyak meninggalkan kemurnian dari energi siluman yang terkandung dari inti kristal siluman yang di serap.
__ADS_1
Akhirnya dengan lambaian tangan, Li Yian langsung mengeluarkan api hitam miliknya lalu membakar mayat itu semua hingga menjadi abu dalam sekejap.
Tidak banyak orang yang memperhatikan apa yang Li Yian perbuat, mereka baru bisa kembali sadar dari rasa takut setelah melihat kobaran api hitam yang sangat panas dan membakar mayat yang tergeletak berserakan hingga habis.
Li Yian langsung melompat dengan ringan ke arah Baba Yaga.
"Teman, apa yang kamu ributkan barusan itu karena inti kristal siluman ini?" ucap Li Yian setelah berada di hadapan Baba Yaga.
"Tidak bukan itu, tapi aku meributkan kamu yang membunuh mereka. Sehingga aku tidak bisa menyerap energi siluman milik mereka!" jawab Baba Yaga.
Dia akhirnya sudah bisa mengendalikan emosi yang tadi meluap-luap.
"Dasar bodoh, kamu membuang banyak energi murni jika menyerap mereka dengan keadaan hidup!" ejek Li Yian.
"Saudara Li Yian, kamu tidak akan tahu jadi jangan segampang itu menyimpulkan!" jawab Baba Yaga.
"Kita bicarakan di dalam, di sini terlalu banyak orang!" bisik Li Yian ke telinga Baba Yaga.
Baba Yaga tidak tahu maksud Li Yian, namun setelah dia melihat Li Yian sudah berjalan masuk dia akhirnya dengan terpaksa mengikuti Li Yian masuk ke dalam rumah besar itu.
Ming Qionglin hanya menatap punggung mereka berdua yang semakin menjauh, setelah itu menghilang di balik pintu utama yang besar.
"Sebenarnya mereka itu siapa sih, kenapa begitu kuat?" ucap Ming Qionglin dengan raut muka begitu penasaran.
Dia penasaran, karena Li Yian bilang dia berasal dari alam Daulu. Sedangkan ayahnya saja yang seorang dari keluarga kekaisaran Ming yang begitu kuat langsung kalah oleh para siluman di alam ini, namun kenapa Li Yian dan Baba Yaga tidak terkalahkan.
Ming Qionglin berpikir, kenapa dia sebelumnya belum pernah mendengar Li Yian di alam Daulu! Padahal dia sering mendengar nama-nama anak muda dari berbagai sekte besar yang di gadang-gadang akan menjadi orang hebat.
Namun lucunya dia tidak mendengar tentang Li Yian sama sekali sebelumnya, inilah yang membuat dia berpikir keras sebenarnya Li Yian membohongi dia bahwa dia berasal dari alam Daulu! Apa wawasan dirinya yang sangat sempit?.
Karena terlalu pusing menebak, akhirnya Ming Qionglin hanya bisa berjalan masuk mengikuti ke mana hilangnya Li Yian dan Baba Yaga.
\=
\=
__ADS_1