
Chapter 039 \= MENEMUKAN PETUNJUK.
\=
\=
Li Yian menunggu kedatangan Baba Yaga di halaman depan, dia masih sangat heran kenapa kecepatan Baba Yaga masih sangat lambat.
Padahal menurut Li Yian, Baba Yaga sudah sangat cukup memiliki kekuatan untuk bergerak dengan sangat cepat.
Setelah menunggu kembali, akhir Baba Yaga masuk dengan berjalan santai dan melenggang seperti tidak memiliki tujuan.
Melihat itu Li Yian hanya bisa memaki, karena hari ini dia berniat pergi ke tempat klan Baba karena menurutnya jika tetap di sini akan sedikit menghambat untuk menemukan di mana keberadaan Nam Lutu.
"Kenapa kamu begitu santai?" Tanya Li Yian.
"Kenapa tidak?" Tanya Baba Yaga kembali.
Dia di tanya malah bertanya kembali, namun tidak merasa bersalah sedikitpun! Malahan dia pergi masuk ke dalam kediaman tanpa menoleh ka arah Li Yian lagi.
"Sial, dia sangat aneh!" Keluh Li Yian kembali.
Akhirnya, dia masuk mengikuti Baba Yaga! Setelah sampai di ruangan tengah mereka berdua melihat pemilik rumah dengan Ming Qionglin saling mengobrol.
"Kamu siap-siap, kita sekarang akan berangkat menuju klan Baba!" ucap Li Yian.
Mendengar ini, Ming Qionglin langsung berdiri.
"Kenapa begitu mendadak?" Ucap dia cukup terkejut, karena dia belum siap-siap.
"Kenapa harus sekarang?" Baba Yaga malah ikut bertanya.
"Ya, aku rasa kita harus secepatnya menuju klan Baba." Jawab Li Yian tanpa ingin memberikan alasan lain.
Akhirnya Li Yian menyuruh, Ming Qionglin untuk berkemas dengan cepat.
Sedangkan Baba Yaga kembali ke kamarnya, dia ingin mendalami teknik penyerapan Aura yang Li Yian ajarkan.
Li Yian tidak langsung pergi ke kamarnya, karena dia siap kapan saja pergi.
"Tuan bagaimana jika kami menyediakan kereta kuda untuk perjalanan tuan menuju klan Baba?" Ucap pemilik rumah.
Dia adalah saudagar yang memegang perdagangan antara dua wilayah ini, sehingga sangat tahu bahwa perjalanan menuju wilayah barat itu sangat berat.
Dia saja sering melakukan perjalanan menuju ke wilayah barat hampir 10 hari lebih dengan kerta barang.
"Tidak perlu, aku benar-benar tidak perlu kerta kuda!" Ucap Li Yian.
Bagiamana dia perlu, dia bisa terbang menggunakan kekuatan yang dia miliki! Membawa beban satu orang bukanlah masalah baginya.
__ADS_1
Sehingga dia lebih memilih untuk berjalan sendiri tanpa menggunakan kereta seperti mereka saat berdagang antar wilayah.
Alam Tanasilam menyimpan perbekalan bagi klan besar menggunakan energi siluman miliknya dan membuka dimensi yang sudah di satukan dengan kekuatan yang mereka pelajari.
Sehingga orang-orang biasa seperti mereka tidak bisa menggunakan dimensi penyimpanan.
Sehingga hanya bisa mengandalkan kereta barang yang besar untuk mengangkut barang dari wilayah satu ke wilayah lainnya.
"Apakah tuan yakin tidak perlu?" Tanya tuan pemilik rumah kembali.
"Ya terimakasih karena sudah di izinkan kami menginap di sini! Kami tidak memerlukan itu semua!" jawab Li Yian.
Li Yian duduk di kursi panjang di ruang tengah rumah besar itu, dia menunggu Ming Qionglin berkemas.
Karena setelah tinggal di sini, dia di perhatikan oleh para pelayan dan pastikan pemilik rumah! Hingga di belikan cukup banyak baju ganti dan perlengkapan lainnya.
Karena dia perempuan dan sudah sering menggunakan barang bagus waktu di istana kekaisaran Ming dulu, sehingga sangat senang.
*
*
*
Di wilayah barat.
Kekuatan Li Yian itu hingga bisa menghancurkan tebing yang tinggi, sehingga menimbulkan gelombang riak energi.
Sedangkan di alam Tanasilam ini, di dominasi oleh energi siluman jadi riak energi Qi milik Li Yian menyebar hingga sampai ke wilayah barat.
Orang-orang lainnya di alam Tanasilam tidak yakin bisa merasakan ini, mereka bisa merasakan jika keberadaan mereka dekat dengan pusat tempat Li Yian menyerang sebelumnya.
Namun bagi Nam Lutu berbeda, dia sangat familiar dengan aura energi Qi milik alam Langit.
Sehingga saat riak gelombang energi Qi yang berbenturan dengan energi siluman, Nam Lutu yang sedang bermeditasi langsung terkejut.
"Energi ini lagi, ternyata dia benar-benar datang ke alam Tanasilam?" Ucap Nam Lutu.
Dia pernah kabur sekali, karena posisi dia saat itu sangat genting banyak petarung hebat lainnya, namun sekarang berbeda sehingga senyum kejam tercetak di wajahnya yang seram itu.
"Datang lah ke sini! Akan aku berikan petunjuk agar dia bisa merasakan, itu saja jika dia mampu ha-ha-ha...!" Tawa Nam Lutu sangat keras.
Boooommm...!
Setelah itu dia langsung mengeluarkan momentum penekanan yang sangat tinggi! Ini bertujuan agar Li Yian tahu dia sudah sangat kuat kembali.
Ini sebagai tantangan terbuka Nam Lutu untuk Li Yian, seketika gelombang energi yang sangat besar itu langsung membumbung tinggi.
Masih di area barat.
__ADS_1
Kediaman klan Baba masih sama seperti sebelumnya, tenang damai.
Baba Vaga yang belum lama ini memberikan perintah untuk mengawasi istana milik Nam Lutu kepada beberapa orang kepercayaan.
Namun dia kembali merasakan aura penekanan yang sangat kuat, dia hanya bisa gelengan kepala.
Ingin rasanya dia langsung menuju ke Nam Lutu dan menekan orang itu hingga tidak bisa bangkit dan membuat onar lagi dan lagi.
Namun kekuatan Baba Vaga tidak cukup sama sekali! Dia merasa Nam Lutu sudah sangat kuat, hingga dia tidak mampu mengatasinya.
"Bocah aku menemukan petunjuk, bahwa orang yang bersama mu itu bisa mengalahkan orang itu!" Ucap Baba Vaga pada dirinya sendiri.
Dia baru saja merasakan energi Qi yang sangat besar dari serangan Li Yian, setelah itu dia merasakan amarah Nam Lutu.
Sehingga dengan kejadian ini, dia langsung menemukan petunjuk bahwa orang yang bersama anaknya itu bisa mengalahkan Nam Lutu.
Karena hanya dengan aura bocah itu, Nam Lutu langsung bereaksi dengan kemarahan tinggi.
*
Li Yian yang sedang duduk di ruang tengah, juga merasakan aura yang samar-samar dia kenal! Namun dengan seketika aura itu lenyap kembali.
Merasakan ini, Li Yian langsung berdiri dan berjalan menuju kamar Baba Yaga.
Braakk...!
Kamar Baba Yaga Li Yian buka dengan paksa, dia langsung mencengkram Baba Yaga.
"Apa kamu tadi merasakan aura itu? Cepat periksa dari mana asalnya!" Ucap Li Yian setelah mencengkram Baba Yaga.
Baba Yaga terlonjak langsung karena kaget.
"Aura apa yang kamu maksud?" Tanya Baba Yaga, dia sangat fokus tadi sehingga dia tidak merasakan aura yang Li Yian maksud.
"Dasar bodoh...!" Bentak Li Yian.
Dia sangat berharap Baba Yaga tahu, namum nyatanya memang benar orang ini bodoh dan sangat bodoh.
Li Yian hanya bisa mendesah dengan pasrah.
"Huufff...!"
Dia menahan amarahnya agar tidak menendang Baba Yaga sekarang.
\=
\=
..
__ADS_1