Pendekar Dewa Terkutuk 2

Pendekar Dewa Terkutuk 2
049 = BABA YAGA GEMBIRA


__ADS_3

Chapter 049. BABA YAGA GEMBIRA.


\=


\=


Li Yian dan Baba Yaga melihat ke arah kanan mereka saat ini, setelah beberapa saat muncul bayangan di kegelapan bukit yang menjulang tinggi dan lebar.


Setelah itu Li Yian dan Baba Yaga sudah bisa melihat bayangan itu dengan jelas, ternyata itu adalah empat orang dengan perubahan sempurna.


Tiga di antaranya sudah terlihat memiliki umur yang tua! Sedangkan salah satunya masih cukup muda.


Di sekitar mereka berempat aura gelap menyelimuti tubuh mereka masing-masing, itu menandakan bahwa mereka adalah ahli yang kuat setelah sekian lama Li Yian dan Baba Yaga masuk ke alam Tanasilam.


Melihat ini, Baba Yaga gembira hingga dia tidak bisa menahan senyum serakahnya! Dia ingin sekali membunuh mereka semua setelah itu menjarah apa yang mereka miliki, namun yang paling Baba Yaga idam-idamkan adalah inti kristal siluman keempat orang itu.


Pasti sangat bagus untuk di serap menggunakan metode penyerapan yang sekarang Baba Yaga kuasai dengan baik.


"Saudara Li Yian, ayo kita habisi mereka!" Ucap Baba Yaga dengan seringai tajam.


Ekspresi Baba Yaga terlihat begitu alami, sehingga Li Yian yang melihat itu hanya bisa tertegun.


"Kita sapa dulu, apa yang ingin mereka lakukan sebenarnya! Jika mereka begitu lancang maka kamu bisa mengamuk sejadi-jadinya." Ucap Li Yian memberikan peringatan terlebih dahulu.


Karena yang Li Yian cari adalah informasi tentang Nam Lutu, bukan inti kristal siluman seperti Baba Yaga.


Sehingga dia langsung menghentikan Baba Yaga agar tidak menyerang langsung kepada keempat orang yang datang itu.


Sedangkan Ming Qionglin belum bisa melihat apapun, karena memang orang-orang itu belum terlihat di pandangan mata orang biasa.


Akhirnya keempat orang itu sampai di hadapan Baba Yaga dan Li Yian mereka berhenti sekitar 100 meter dari Baba Yaga dan Li Yian.


Wajah orang-orang itu kini terlihat jelas oleh Ming Qionglin! Namun Ming Qionglin tidak merasakan ancaman apa-apa dari keempat orang itu.


Padahal dia hanya berdiam di samping Li Yian saja.

__ADS_1


"Ternyata hanya bocah ingusan yang datang!" Ucap salah satu dari mereka.


Yang berbicara itu orang yang terlihat paling muda! Setelah melihat Baba Yaga dan Li Yian maupun Ming Qionglin dia langsung meremehkan.


Meskipun dia merasa aura dewa yang kuat dari tubuh Li Yian, namun dia tidak terlalu peduli karena dari tampang Li Yian saja dia masih sangat terlihat seperti bocah ingusan.


Sehingga dia langsung menganggap enteng Li Yian maupun Baba Yaga.


"Jangan lihat dari wajahnya dan bentuk tubuh, karena itu semua menipu! Apa lagi sekarang perubahan wujud sudah sangat marak, kita semua tahu itu." Ucap salah satu dari mereka.


Dia adalah orang yang terlihat paling tua, sedah beberapa ratus tahun dia tidak merubah tampilan tubuhnya tidak seperti teman-teman yang ada di sekitarnya sekarang.


Jadi dia berpikir, bahwa Baba Yaga dan Li Yian adalah orang yang sudah berumur ribuan tahun namun merubah penampilan tubuh dan wajahnya.


Jika saja dia melihat umur tulangnya, pasti dia sangat terkejut! Namun di alam Tanasilam tidak semudah itu menembus aura dewa sehingga susah untuk di periksa.


Namun saat melihat Baba Yaga, orang-orang di sana terkejut karena usia Baba Yaga jauh lebih muda dari yang dia bayangkan.


Usia Baba Yaga kurang dari 10 ribu tahun, sedangkan mereka lebih dari 100 ribu tahun! Sehingga mereka begitu terkejut.


"Benar-benar bocah ingusan!" Ucap seseorang yang terlihat paling tua.


Sikap waspada yang tadi di tunjukkan langsung merendahkan! Begitu juga yang lainnya.


*


*


*


Li Yian melihat orang-orang itu meremehkan dirinya dan Baba Yaga ingin tertawa, karena meremehkan seseorang adalah awal dari masalah yang akan menimpanya.


"Apa kalian di utus oleh Nam Lutu?" Ucap Li Yian langsung tanpa basa basi.


Dia tahu, bahwa orang-orang ini memiliki aura samar seperti aura Nam Lutu saat dia masih berada di alam langit dan mirip saat dia masih di wilayah timur.

__ADS_1


"Ternyata benar, tuan Nam Lutu ingin menyapa kalian!" Jawab orang yang wajahnya paling muda.


"Bisa membangkitkan rasa penasaran tuan Nam Lutu kalian cukup hebat, aku terkesan! Namun bocah ingusan tetap lah bocah ingusan." Ucap dia kembali.


"Jangan basa-basi lagi, jika benar mereka orangnya yang di maksud tuan Nam Lutu maka habisi saja!" Yang lainnya sudah tidak sabar sehingga langsung mendesak orang yang wajahnya terlihat muda.


"Tenang saja, menghabisi mereka seperti membalikkan telapak tangan!" jawab orang yang wajahnya paling muda.


Woooss..


Baaammmm...!


"Uhuk...Uhuk..!"


Baba Yaga sudah tidak tahan lagi dengan omong kosong ini, sehingga dia langsung bergegas dengan cepat! Jarak 100 meter bagi Baba Yaga seperti selangkah.


Sehingga dia seperti berpindah tempat dengan sekejap. Baba Yaga langsung meninju dada orang yang wajahnya paling muda, namum dia bukan orang kemarin sore sehingga setelah merasakan kehadiran Baba Yaga di depannya.


Orang itu langsung membuat aura pelindung pada tubuhnya, namun pukulan Baba Yaga sangat kuat dan cepat sehingga dia terpental dan langsung muntah darah dan batuk-batuk.


Wajah yang tadinya merendahkan, kini langsung pucat pasif akibat serangan barusan.


Sedangkan tiga lainnya langsung menghindari, terutama orang yang wajahnya paling tua! Setelah merasakan daya serang Baba Yaga.


Dia langsung berpindah tempat cukup jauh, ketiga orang itu berpencar ke segala arah.


"Sudah ku bilang, jangan meremehkan musuh yang terlihat muda!" Bentak orang yang wajahnya paling tua.


Seakan dia lupa bahwa dia juga tadi sempat meremehkan Baba Yaga karena usia Baba Yaga tidak lebih dari seper 10 usia miliknya.


Namun saat merasakan aura Baba Yaga yang meluap seperti air bah, barulah dia sadar bahwa Baba Yaga adalah petarung yang sangat berbahaya.


Akhirnya dia mulai waspada kembali.


\=

__ADS_1


\=


....


__ADS_2