
Enam orang pria paruh baya terlihat duduk di sebuah ruangan. salah satu dari mereka tampak duduk di sebuah kursi beronamen singa emas.
"kakang kupa apakah kakang sudah mendengar kabar yang beredar tentang sekte setan maut?." Tanya Kuyung Garaga,salah satu tetua singa bara api.
"aku sudah mendengarnya, Itulah alasannya kalian kukumpulkan disini, Kalian sudah tahu kan seberapa mengerikannya kekuatan milik setan maut, Aku ingin kita membuat persiapan akan kebangkitan mereka." jawab Lemang Kupa,ketua dari sebuah sekte besar bernama singa bara api.
"menurutku dengan kekuatan kita saat ini sangat mustahil mengalahkan ajian 10 gerbang kematian milik mereka, satu-satunya harapan kita saat ini hanyalah menunggu kelahiran pemilik energi naga bintang." ucap Kuyung Batar pelan.
energi Naga Bintang adalah energi spesial yang muncul setiap 170 tahun sekali. Energi ini dapat memurnikan segala macam jenis ilmu hitam.
"menunggu bukan jawaban Kuyung Batar. Ramalan tidak selalu dapat dipercaya kita harus memiliki persiapan lain untuk menghadapi sekte ganas itu." Kuyung Lingga ikut menimpali.
"yang dikatakan oleh Kuyung Batar dan Kuyung Lingga benar harapan kita memang hanya pada pemilik energi Naga Bintang, tetapi apa salahnya kita melakukan persiapan andai dia belum lahir." ucap Lemang Kupa pelan.
__ADS_1
"panggil Kuyung Sentan kesini, Kita membutuhkan bantuannya untuk menyusun strategi untuk melawan setan maut, Kuyung Garaga pergilah ke sekte Harimau Beku dan mintalah bantuan dari aliansi aliran putih, pastikan tugas kalian kali ini berjalan lancar!" ucap Lemang Kupa tegas.
"kami menerima perintah." jawab para tetua serempak. Mereka pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruangan.
Setelah para tetua keluar ruangan, Lemang Kupa terlihat memijat keningnya. Dunia persilatan yang tak berhenti bergejolak membuatnya hampir tak pernah keluar dari ruangannya.
"kau tidak terlihat sehat Kupa." sebuah suara tiba tiba terdengar di pikirannya.
"hormat pada guru." Lemang Kupa menunduk memberi hormat.
"bukankah guru mendirikan sekte Singa Bara Api untuk menjaga keseimbangan dunia persilatan?" tanya Lemang Kupa bingung.
"kau akan tahu soal itu nanti yang ingin kuberitahu padamu sekarang adalah tentang anak yang ditakdirkan, Aku berhasil merasakan energinya walaupun masih samar-samar".
__ADS_1
Lemang Kupa mengernyitkan dahinya. Dia berusaha mencerna apa yang barusan dikatakan gurunya.
"jadi maksud guru, pemilik energi naga bintang telah lahir." Lemang Kupa tersentak kaget.
"kau pikir aku berbohong padamu?" sindir suara itu. Lemang Kupa pun tersenyum lega mendengar kabar yang ditunggu tunggunya selama ini.
"alam akan selalu menjaga keseimbangan Kupa akan selalu." ucap suara itu sebelum kemudian menghilang.
"jika anak itu telah lahir, dimana dia berada?" gumam Lemang Kupa pelan.
"apakah tua bangka itu kembali lagi Lemang Kupa, Aku sempat merasakan energinya walau hanya sesaat." sebuah suara kembali terdengar di pikiran Lemang Kupa tetapi kali ini lebih berat.
"ini bukan urusanmu Garuda Penjaga Langit, tugasmu hanya membantuku menghentikan Setan Maut, tak lebih." balas Lemang Kupa.
__ADS_1
suara tertawa tiba tiba menggema di pikiran lemang kupa. "suatu saat aku pasti akan mendapatkan tubuhmu itu." teriak Garuda Penjaga Langit.
"aku akan menunggu saat itu tiba Garuda Penjaga Langit." balas Lemang Kupa sambil tersenyum sinis. suara Garuda Penjaga Langit perlahan menghilang bersamaan dengan tertidurnya Lemang Kupa, tidur nyenyak yang akhir akhir ini ditunggu olehnya.