Pendekar Naga Bintang

Pendekar Naga Bintang
Berlatih kembali setelah sekian lama 2


__ADS_3

Di sebuah tempat di ujung perbatasan antara kerajaan Kertayuba dan kerajaan Solok, dua sosok pria setengah baya dengan tubuh ditutupi jubah hitam menjadikan hutan belantara tersebut sebagai tempat pertemuan mereka berdua.


"Hormat ketua, hamba kemari ingin melapor." Salah seorang diantara mereka membungkuk memberi hormat.


"Cepat berikan informasi terbaru!." Perintah orang yang dipanggil ketua itu datar namun terkesan serius. Wajahnya yang sangat menyeramkan membuat tubuh bawahannya menjadi bergetar.


"Kuyung Garaga akan menanyai Kuyung Lingga perihal energi naga bintang dan membebaskannya diam diam pada malam hari."


"Bagaimana dengan tim yang sudah kau kirim ke bagian Jawata Timur dan Jawata Barat, apakah ada kabar terbaru?."


"Tim yang bertugas ke bagian Jawata Barat sudah berhasil menemukan kuncinya dan sekarang sedang dalam perjalanan pulang, sementara yang bertugas ke Jawata Timur selama ini belum memberikan kabar sama sekali sejak berangkat beberapa bulan yang lalu, mungkin masih mencari."


"Berapa lama lagi tim Jawata Barat sampai ke sini?."

__ADS_1


"Mungkin sekitar satu atau dua bulan lagi ketua."


"Satu atau dua bulan lagi ya." Gumam ketua itu sambil mengelus elus dagunya.


"Apa masih ada kabar terbaru lagi?." Tanya ketua itu.


"Tidak ada ketua."


"Baiklah kalau begitu, sekarang bubar." Ucap ketua itu lalu membalikkan badannya melangkah pergi meninggalkan salah satu bawahannya itu sendirian seolah tak peduli dan memandang rendah bawahannya itu.


. . .


"Sepertinya tenaga dalamku telah mencukupi untuk menggunakan ajian hati naga yang ada di tingkat delapan, aku harus melihat buku petunjuk yang ada di perpustakaan sekte untuk mengetahui macam macam gerakannya juga harus bertanya langsung pada kakang Kupa nanti setelah dari perpustakaan."

__ADS_1


Kuyung Sentan menarik napas panjang setelah mengakhiri meditasinya. Setelah bermeditasi selama hampir setengah hari, lalu dilanjutkan dengan berlatih ajian hati naga tingkat satu hingga tujuh, Kuyung Sentan berhasil menerobos ke tingkat tanpa tanding. Dia lalu bangkit kemudian malangkah keluar hutan, kembali ke padepokan sekte.


Setelah berjalan beberapa lama, Kuyung Sentan akhirnya tiba di perpustakaan. Dia lalu menyusuri seluruh sudut perpustakaan mencari kitab ajian hati naga.


Murid murid yang ditemuinya saat sedang mencari menyapanya dan menanyakan apa yang sedang dilakukan Kuyung Sentan disini.


"Hanya sedang berkeliling mencari buku menarik." Begitulah kira kira jawaban Kuyung Sentan setiap kali ditanya oleh murid muridnya. Dia tak berhenti melangkahkan kakinya sampai akhirnya berhenti di sebuah rak buku.


Rak buku itu terlihat lebih tua dan lebih banyak ditempeli debu dibandingkan rak rak buku yang lainnya. Buku buku yang berada di rak itupun tak kalah berdebu dengan rak yang ditempatinya.


Di salah satu buku yang ada di rak tersebut, terlihat satu buku tua yang terbuat dari kulit binatang dengan tulisan ajian hati naga terpampang di sampulnya.


Aura api panas berkobar keluar dari buku tersebut, walaupun tidak terlalu kuat tetapi aura panas semacam itu sudah cukup untuk membakar seorang pendekar yang berada di tingkat awal.

__ADS_1


Kuyung Sentan lalu meraih kitab hati naga itu sembari mengerahkan sedikit tenaga dalamnya di tangannya sebab khawatir tangannya terbakar. Karena sudah berada di tingkat tanpa tanding, Kuyung Sentan tidak perlu bersusah payah unyuk mengambil kitab buatan Lemang Kupa itu.


Kuyung Sentan membuka kitab hati naga, lalu mulai membaca. "Gerakannya cukup sulit juga ya." Kuyung Sentan melangkah pelan keluar perpustakaan tetapi tetap tak mengalihkan pandangannya dari kitab hati naga.


__ADS_2