Pendekar Naga Bintang

Pendekar Naga Bintang
Duel perkenalan


__ADS_3

"Paman?" Walangka menatap bingung Lemang Kupa yang sedang mematung di tempatnya. Sudah hampir setengah jam dia tak bergerak sedikitpun.


"Ah, iya iya kenapa." Balas Lemang Kupa setengah kaget.


"Paman kenapa?"


"memangnya paman kenapa?"


"Paman aneh."


"Walangka bagaimana kalau kita mulai berlatih, bukankah kau ingin menjadi muridku?" Ki Jagalang berjalan mendekati Walangka.


"Siapa yang mengizinkan kau menjadi gurunya, kau mengajaknya berlatih saat dia sakit, guru macam apa kau?" Lemang Kupa menatap tajam Ki Jagalang.


"Tidak aku hanya ingin mengajarinya teknik pernapasan ikan terbang, akankah itu membuatnya banyak bergerak dan membuat lukanya terbuka?" Ki Jagalang membalikkan pertanyaan Lemang Kupa.


"Darimana aku tahu kau cukup pantas untuk mengajari cucuku?" Lemang Kupa meragukan Ki Jagalang karena dia tak pernah mendengar namanya di dunia persilatan.


"Kau ingin mengujiku?" Ki Jagalang menaikkan sebelah alisnya.


"Ya, hitung hitung sebagai pertarungan perkenalan."


"Baiklah." Ki Jagalang dan Lemang Kupa lalu berjalan ke luar. Ki Karsa dan Kuyung Batar yang khawatir akhirnya memutuskan untuk ikut keluar dan melihat pertarungan mereka.


Sementara Kuyung Sentan yang terlihat lebih santai berjalan mendekati Walangka. Dia memeriksa beberapa bagian tubuh anak itu termasuk denyut nadinya.


Sama seperti saat Ki Jagalang memeriksa Walangka, Kuyung Sentan juga gagal menemukan ciri ciri spesial di dalam tubuh Walangka. Dia kemudian menyuruh Walangka untuk mengeluarkan aura miliknya namun hasilnya tetap nihil.


Walangka yang anggota tubuhnya diperiksa hanya bisa diam dan menatap bingung Kuyung Sentan.


"Apa yang terjadi, apakah dia benar benar anak yang diramalkan?" Kuyung Sentan mulai meragukan keberadaan Naga Bintang yang berada di tubuh Walangka.


"Walangka, apa kau benar benar pernah bertemu Naga Bintang di alam bawah sadarmu?" Tanya Kuyung Sentan sambil menatap tajam Walangka sebagai isyarat padanya agar tidak berbohong.


"Pernah paman, kenapa paman menatapku seperti itu?" Walangka merasa terganggu dengan tatapan Kuyung Sentan.


"Lalu seperti apa wujud Naga Bintang itu?" Kuyung Sentan masih merasa tidak percaya dengan ucapan Walangka.

__ADS_1


"Aku bertemu dengannya pertama kali saat ukurannya sepuluh meter, ketika digunakan ukurannya bertambah besar menjadi lima belas meter, dia sepertinya terbuat dari cahaya, dia sangat sombong dan membanggakan dirinya sendiri, dan terakhir dia adalah pembawa petaka bagiku."


"Itu semua memang ciri ciri Naga Bintang, tapi yang terakhir...,sepertinya kau membenci Naga Bintang."


"Ya dialah yang membuatku menjadi anak terpilih, dia jugalah yang membuatku mau tidak mau harus terjun di dunia persilatan, aku harus secepatnya mengusirnya dari tubuhku." Walangka mengepalkan tangannya sambil memasang wajah gelap.


"Walaupun kelihatannya Naga Bintang memang benar benar bersemayam dalam tubuhnya tapi aku tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri." Kuyung Sentan menotok bagian kening Walangka tepat diantara kedua alisnya. Seketika dia sudah berada di alam bawah sadar Walangka.


"Apa yang kau lakukan disini?!"


Kuyung Sentan sontak menutup telinganya karena suara keras itu. Suara berat itu benar benar membuat seolah olah telinganya akan pecah. Suara itu menggema di alam bawah sadar Walangka dan menyebabkan tempat gelap itu bergetar.


Sesosok naga cahaya muncul perlahan dari dalam kegelapan. Kemunculannya benar benar seperti penampakan matahari yang tepat berada di atas kepala. Terangnya tempat itu diikuti dengan kehangatan yang membawa ketentraman.


"Jadi kau benar benar memilih anak ini Naga Bintang?"


"Sudah tahu mengapa tanya."


"Kau sepertinya terlalu lama berada di langit hingga melupakan daratan."


"Aku tau arti dari perkataanmu baik secara harfiah maupun secara istilah."


"O iya jangan lupa beritahu Walangka tahap tahap memurnikan ilmu hitam yang menggunakan kekuatanku." Ucap Naga Bintang dibalas anggukan Kuyung Sentan sebelum Kuyung Sentan kembali ke alam sadarnya.


"Mengapa Naga Bintang memilih anak yang membencinya?" Pikir Kuyung Sentan. Dia menatap wajah Walangka sebelum duduk tepat di sampingnya.


"Energi Naga Bintang memiliki sebuah fungsi utama yaitu memurnikan ilmu hitam, kemampuan inilah yang menyelamatkan kau sewaktu menghadapi Arga dan Giarga." Kuyung Sentan berpikir sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kemampuan ini terbagi menjadi enam tahap yaitu,


Tahap satu\=Dapat memurnikan setengah ilmu hitam yang sedang digunakan,


Tahap dua\=Dapat memurnikan seluruh ilmu hitam yang sedang digunakan,


Tahap tiga\=Dapat memurnikan setengah ilmu hitam yang tersimpan di dalam tubuh atau yang tidak sedang digunakan,


Tahap empat\=Dapat memurnikan seluruh ilmu hitam yang tersimpan di dalam tubuh atau yang tidak sedang digunakan,

__ADS_1


Tahap lima\=Dapat memurnikan ilmu hitam yang berada di dalam sebuah area kecil,


Dan terakhir tahap enam\=Dapat memurnikan ilmu hitam yang berada di dalam sebuah area besar."


"Kenapa paman tiba tiba membicarakan hal ini?" Tanya Walangka.


"Naga Bintang yang menyuruhku." Jawab Kuyung Sentan singkat.


"Kenapa paman mau disuruh suruh?"


"Kau pemilik energi Naga Bintang, sudah seharusnya kau belajar pemurnian ilmu hitam seperti ini."


"Aku tidak akan menggunakan kekuatan naga itu, kekuatanku cukup untuk mengalahkan sekte Hyena Abu Abu."


"Kau hampir terbunuh oleh dua orang dari mereka sementara di Hyena Abu Abu masih ada sepuluh tetua lainnya yang kekuatannya setara dengan Arga dan Giarga, kau pikir kekuatanmu saja cukup untuk mengalahkan mereka, kau terlalu naif."


Walangka terdiam mendengar ucapan dari Kuyung Sentan. Kekuatan sekte Hyena Abu Abu ternyata jauh lebih besar daripada yang dibayangkannya. Dengan kekuatannya sekarang, itu sama saja dengan bunuh diri jika memaksakan untuk berperang dengan sekte Hyena Abu Abu.


Di sisi lain Lemang Kupa tampak bertarung dengan Ki Jagalang. Walaupun Ki Jagalang bertarung hanya menggunakan tangan kosong, dia tetap bisa mengimbangi Lemang Kupa yang menggunakan pedangnya.


Jurus tapak miliknya seolah mengubah tangannya menjadi sekeras besi. Dia bisa menahan setiap serangan berbahaya yang diluncurkan oleh Lemang Kupa dengan mudah dan dapat menemukan celah dengan cepat untuk menyerang balik.


Sebuah ledakan tenaga dalam kecil tercipta setiap kali jurus mereka berbenturan. Pertarungan dua elemen yang sangat bertentangan itu benar benar membuat siapapun yang melihatnya berdecak kagum.


"Ajian hati naga tingkat 3." Lemang Kupa yang sedang mengatur napas sejenak segera melesat sambil melepaskan jurusnya. Ki Jagalang memutar tubuhnya sebelum kemudian menghentakkan kakinya ke tanah.


"Hentakan ombak ikan terbang." Tanah tiba tiba berguncang hebat tepat setelah kaki Ki Jagalang menghantam tanah. Lemang Kupa yang kehilangan keseimbangannya segera menarik serangannya lalu menancapkan pedangnya ke tanah.


Lemang Kupa mencoba menunggu hingga getaran itu mereda namun getaran itu tak berhenti bahkan tanah menjadi retak karenanya. Lemang Kupa yang bosan menunggu akhirnya berinisiatif menyerang Ki Jagalang lagi. Mungkin gempa itu akan berhenti jika Ki Jagalang sudah dikalahkan.


Ki Jagalang yang melihat Lemang Kupa mulai berusaha mendekatinya lagi tersenyum dingin. Dia mengalirkan tenaga dalam ke tangannya sebelum mengarahkan telapak tangannya ke arah Lemang Kupa.


Lemang Kupa menyabetkan pedangnya begitu dia sudah berada di dekat Ki Jagalang. Tapak tenaga dalam ikan terbang Ki Jagalang berhasil menahan sabetannya.


Lemang Kupa yang sudah menduga hal tersebut segera memutar tubuhnya untuk melakukan jurus selanjutnya namun tapak tenaga dalam ikan terbang terlebih dulu menghantam punggung belakangnya hingga dia terpental beberapa meter.


Perlu waktu lama bagi Lemang Kupa untuk bangkit dan menyeimbangkan tubuhnya. Getaran tanah benar benar membuatnya susah untuk berdiri.

__ADS_1


"Siapa orang ini, dia bahkan bisa membuat gempa bumi berkepanjangan." Gumam Lemang Kupa dalam hati. Baru saja dia berhasil berdiri, Ki Jagalang sudah melompat ke arahnya dengan tangan siap melepaskan tapak tenaga dalam ikan terbang.


Lemang Kupa yang tidak siap hanya bisa pasrah. Dia mengalirkan tenaga ke seluruh tubuhnya sebelum membuat pelindung tenaga dalam yang terbuat dari api.


__ADS_2