
Suara tangisan bayi terdengar begitu keras di ruangan perawatan. Ki Karsa terlihat berdiri di dekat Putri Gelona sambil menatap Putri Gelona cemas.
Dia sudah mendapatkan laporan dari para murid muridnya bahwa luka yang dialami oleh Putri Gelona sangat parah ditambah dia harus melahirkan membuat umurnya hanya tinggal beberapa menit lagi.
"Selamat atas kelahirannya." Ucap Ki Karsa memberi selamat.
"Terimakasih atas selamatnya tetua." Balas Putri Gelona pelan.
Putri Gelona menarik napas panjang sebelum menatap bayinya sedih.
"Tetua, sepetinya usiaku akan segera berakhir.aku ingin meminta tolong padamu untuk menjaga anakku.tolong jaga dia." ucap Putri Gelona lirih.
Air matanya mulai menetes dari mata indahnya.
"Maafkan ibu nak.kuharap kau tidak membenci ibu."bisik Putri gelona di telinga bayi mungilnya sesaat sebelum Putri gelona menghembuskan nafas terakhirnya.
Salah satu murid kesayangan lemang kupa itu akhirnya meninggal karena luka parah yang diberikan para pendekar tengkorak hitam.
Ki karsa mengambil bayi itu perlahan dari pelukan sang ibu.dia menatap bayi itu tajam seperti mengamati sesuatu.
Dia berpikir sejenak sesaat sebelum berteriak lantang.
"Walangka, kuberi nama anak ini Walangka jaya."ucap Ki karsa bangga sambil menggoyang goyangkan bayi itu perlahan.
(12 tahun kemudian)
Seorang pemuda terlihat sedang bersantai di aula padepokan kelinci bambu.dia menyelonjorkan kakinya sementara tangannya menahan kepalanya menyentuh tanah.
"Ah...suasana sunyi inilah yang selalu kuinginkan."ucap pemuda itu sambil tersenyum lebar.
"Walangka,dimana kau?."suara teriakan tiba tiba terdengar di telinga pemuda itu.
Dia segera bangkit dari tidurnya dan beranjak pergi dari tempat itu.
"Sial, apakah kakek selalu mengetahui kemana aku berada."umpat pemuda itu sebelum berjalan mengendap endap.
Dia terus melangkah sampai akhirnya tiba di sebuah ruangan kumuh(gudang) di ujung padepokan.
"Semoga saja disini aman."ucap pemuda itu pelan sebelum masuk ke ruangan itu.sarang laba laba dan debu menyambut pemuda itu tepat setelah ia membuka pintu.
"Hacuh."suara bersin akibat terkena debu terdengar berkali kali dari hidung pemuda itu.
"Siapa itu?."seseorang tiba tiba muncul dari balik peralatan lama tepat setelah pemuda itu bersin.dari wajahnya terlihat usianya yang sebaya dengan pemuda itu.
"Apa yang kau lakukan disini."ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
"Aku hanya bersembunyi dari kakek yang terus menerus menyuruhku untuk berlatih."
"Enaknya...aku selalu ingin berlatih tetapi kakek selalu memintaku untuk beristirahat."balas teman pemuda itu iri.
"Yang enak itu kau Dilaya."balas pemuda itu.
"Dasar Walangka tak tau bersyukur."
"Jadi kalian berdua ada disini."seorang perempuan terlihat berdiri di depan pintu yang terbuka dengan senyuman kecil di bibirnya.
"Arkasari."Walangka dan Dilaya menatap bingung kehadiran Arkasari.
Arkasari berteriak sekuat tenaga sesaat setelah tersenyum sinis kepada Walangka dan Dilaya.
"Kakek, kakek, si kembar bodoh ada disini.digudang kek."teriak Arkasari mengadu.
Dilaya yang kelabakan segera berlari pergi meninggalkan tempat itu, sangat berbeda dengan Walangka yang terlihat tetap santai dan tak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Beberapa saat kemudian, Ki karsa akhirnya tiba di gudang dan menemukan Arkasari dan Walangka disana.dia mendekati walangka perlahan dan menatap tajam walangka.
"Dari mana saja kau anak nakal.ini sudah yang sekian kalinya kau hanya bersantai dan tidak melakukan apapun.dunia persilatan itu sangat keras dan kau harus siap mengadapinya kelak."ucap Ki karsa marah dengan wajah merah padam.
"Kan aku sudah bilang, aku tidak ingin ikut campur dengan dunia persilatan sama sekali.aku hanya ingin menikmati hidupku yang sebentar ini dengan bersantai tanpa beban sama sekali.ini sudah sekian kalinya kakek memaksaku untuk terjun ke dunia persilatan dan untuk sekian kalinya juga akan kukatakan bahwa aku tidak mau."
"Kau..."Ki karsa menjewer telinga Walangka lalu menariknya paksa keluar gudang.
Ki karsa tidak menjawab pertayaan Walangka dan terus menariknya.Walangka hanya bisa pasrah ketika dirinya tiba di sebuah ruangan yang cukup luas.
"Ruang latihan."
"Duduk di kursi itu dan jangan kabur lagi."perintah Ki karsa sambil menunjuk sebuah kursi tak jauh dari situ.
Walangka melangkahkan kakinya malas menuju kursi yang ditunjuk oleh Ki karsa sambil menatap kosong Ki karsa yang tampak mengambil dua pedang di sudut kanan ruangan.
Ki karsa melempar salah satu pedang ke Walangka sesaat setelah meraih dua pedang tersebut.
"Pedang?."gumam Walangka setelah menangkap pedang tersebut.
Ki karsa kembali mendekati Walangka dan duduk di sebuah kursi di samping Walangka.
"Aku akan menotok beberapa bagian tubuhmu untuk membuka dan melancarkan aliran tenaga dalammu."Ki karsa lantas menotok beberapa titik tenaga dalam Walangka tanpa menunggu persetujuan sama sekali darinya.
Cepat bangun, sekarang juga aku akan mengajari jurus pedang bambu."ujar Ki karsa sesaat setelah bangkit dan mencabut pedangnya dari sarungnya.
"AKU TIDAK MAU!!!."balas Walangka tegas sambil melepar pedangnya ke udara sebelum berlari sekuat tenaga meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Ki karsa menggeleng pelan sebelum ikut berlari mengejar Walangka.dia menggunakan ilmu meringankan tubuhnya untuk memudahkannya mengimbangi kecepatan Walangka.
"Mau kemana sebenarnya kau."tanya Ki karsa kesal setelah berhasil meraih baju Walangka dan menahannya.
"AKU BILANG TIDAK MAU YA TIDAK MAU KEK."teriak Walangka sambil meronta ronta.
"KUBILANG HARUS YA HARUS DASAR KEPALA BATU."balas Ki karsa sambil menarik Walangka kembali ke ruang latihan.
. . .
Sekte hyena abu abu adalah salah satu sekte aliran hitam yang cukup disegani di dunia persilatan.
Mereka bahkan pernah diberi sebuah pusaka kuat oleh sekte setan maut dan sebuah kitab.
Ketua hyena abu abu bernama Dartayura.dia memiliki sifat ambisius yang sebesar Kuyung lingga.
Dia juga mempunyai sebuah impian untuk mengumpulkan seluruh pusaka yang ada di nuswantoro.
SEPERTI PADA HARI INI
"Hari ini aku ingin mendapatkan pusaka baru."teriak Dartayura lantang kepada para tetuanya.
"Pusaka lagi ketua?."tanya salah satu tetua bingung.
"Apa kalian tidak mendengarkanku, aku ingin kalian membawakanku pusaka baru untuk kujadikan koleksi baruku."
Mendengar keinginan Dartayura membuat Rendita menggeleng pelan.Rendita adalah salah satu tetua di sekte hyena abu abu sekaligus orang kepercayaan Dartayura.
Dia sudah sering diperintahkan oleh Dartayura untuk mengambil pusaka dari sekte lain dengan cara lembut maupun dengan cara kasar.
Rendita juga orang yang paling mengetahui sifat Dartayura yang cenderung egois.
"Kalian bisa melakukannya kan..cepat jawab pertanyaanku."
"Maaf ketua, pusaka seperti apa yang anda inginkan."tanya Rendita pelan.
"Pusaka yang memiliki aura hijau terang seperti milik Ki karsa."ucap Dartayura sambil memasang wajah sombongnya.
Rendita langsung mengerti arah pembicaran Dartayura begitu mendengar nama Ki karsa.hanya satu pusaka yang memiliki kekuatan seperti yang disebutkan Dartayura dan itu adalah pedang kelinci sakti yang dimiliki sekte kelinci bambu.
"Jadi ketua meminta kami untuk..."Rendita menggantung ucapannya ketika melihat Dartayura mengangguk pelan.
"Rebut pedang kelinci sakti dari sekte kelinci bambu, sekarang!!!."
------‐--------------
__ADS_1
Sedikit informasi, untuk 2 minggu kedepan saya mohon izin untuk tidak update dulu karena ada sedikit urusan. Tetap dukung pnb dan mohon maaf atas kekurangannya
TERIMA KASIH