
Setelah dua hari, berkat kerja keras Kuyung Sentan dan Kuyung Batar kondisi sekte Singa Bara Api sudah kembali stabil. Semua murid sudah kembali berlatih dengan giat. Beberapa sekte aliran hitam kecil yang sempat berencana menyerang sekte Singa Bara Api dengan cepat diatasi oleh Kuyung Sentan dan membuat mereka mengurungkan niatnya.
Masalah beberapa hari yang lalu juga telah terlupakan oleh murid murid Singa Bara Api. Seperti kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlewati. Kuyung Sentan dapat mempertahankan sekte Singa Bara Api dari sebagian besar ancaman sekte lain sekaligus dapat menghilangkan perasaan curiga para murid dengan prestasi prestasi barunya itu.
Namun pagi ini, sebuah kabar terbaru di dunia persilatan mengejutkan pendekar yang dijuluki Ksatria Dua Dunia tersebut.
"Kuyung Lingga mendirikan sekte baru yang mengajarkan dan menggunakan ajian hati naga sebagai jurus utamanya." Kuyung Sentan tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Baru selesai beberapa masalah sudah muncul satu masalah baru.
"Ya benar dan dalam sekejap sekte itu sudah besar dan terus berkembang dengan cepat, Kuyung Lingga menamai sektenya tersebut sekte Iblis Api." Kuyung Batar melanjutkan ucapannya.
"Gawat bagaimana Kuyung Lingga bisa segila ini, haaah tenang Kuyung Sentan tenang kau harus segera menyusun rencana selanjutnya." Kuyung Sentan menenangkan dirinya. Dia tidak akan bisa berpikir jernih jika tak tenang.
"Kuyung Batar beritahu kakang Kupa aku akan pergi ke sekte Harimau Beku sekarang." Kuyung Sentan segera bangkit dan berjalan menuju gerbang padepokan.
"T..tunggu dulu, kau mau ke sekte Harimau Beku?"
"Ya, jaga sekte ini selama aku pergi!" Kuyung Sentan melesat pergi.
"Tunggu Sentan apa yang akan kau lakukan ke sana?" Kuyung Batar bertanya kembali namun tak sempat dijawab oleh Kuyung Sentan.
"Berita ini tersebar dengan cepat Harimau Beku pasti sudah mendengarnya Kuyung Sentan tak mungkin kesana hanya untuk memberitahu tetua Nirsatya, sebenarnya apa yang mau dia lakukan apa harus aku susul?" Batinnya Bingung.
. . .
Sementara itu di tempat lain tepatnya di gunung Karacak, Walangka terlihat memanjat sebuah pohon apel sebelum kemudian turun setelah berhasil mengambil beberapa biji apel. Dia tak menggunakan tenaga dalamnya sama sekali karena pada dasarnya dia masih tidak menyukai ilmu kanuragan dan hanya menggunakan tenaga dalam di kondisi tertentu.
__ADS_1
"Hari ini enaknya makan sapi bakar waktu itu mau makan tapi malah ketemu kakek Durga hari ini aku harus bisa makan sapi bakar!" Pikir Walangka. Dia lalu lanjut mencari sapi hutan. Jam demi jam berlalu, sudah hampir siang namun tak ada satupun sapi yang terlihat. Sinar dan panas matahari yang menyegat membuat keringat Walangka terus bercucuran.
"Ini sebenarnya kenapa, bukankah di gunung suasananya sejuk biasanya juga begitu." Walangka memandang sekelilingnya. "Tunggu ini...."
"Dasar anak bodoh kau terlalu sibuk mencari hingga tanpa tanpa sadar menuruni gunung, cepat kembali ke air terjun." Ucap Naga Bintang namun sama sekali tak dihiraukan oleh Walangka.
"Kakiku capek sekali tidur dulu ah." Walangka merebahkan tubuhnya ke tanah. Buah buahan yang sudah diambilnya dibiarkan jatuh dan berceceran.
"Oi oi cepat kembali ke gubuk kau ini sekarang sudah menjadi buruan banyak orang, hanya Jagalang yang bisa melindungimu untuk saat ini." Naga Bintang kembali memperingatkan Walangka.
"Berisik aku tidak perlu nasihatmu." Walangka memejamkan matanya berniat untuk tidur.
"Bangun dan segera kembali!" Naga Bintang berteriak menggunakan energinya dan membuat Walangka menutup telinganya. Walau Naga Bintang berteriak di pikirannya namun Walangka bisa merasakan telinganya berdengung.
"Diam dasar cerewet aku tidak akan kembali sebelum menemukan sapi hutan mau kau teriak berapa kalipun aku tidak akan beranjak dari sini sebelum aku beristirahat dan tidak akan kembali sebelum menemukan sapi hutan!" Balas Walangka.
"Heeh kau rindu padaku ya?" Goda Naga Bintang namun karena tak dipedulikan Walangka dia pun menjawab pertanyaannya.
"Baiklah baiklah aku waktu itu sedang mencari keberadaan setitik energi hitam dalam tubuhmu dan berusaha memusnahkannya."
"Energi hitam....dalam tubuhku?" Walangka sontak kaget. "Lalu apakah kau sudah memusnahkannya?"
"Tentu saja tidak, menemukannya saja belum."
"Huh katanya makhluk terkuat tapi mengurusi setitik energi hitam saja tidak bisa." Walangka memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Oy kau kira memusnahkan energi hitam yang kecilnya sampat tak terlihat yang bersembunyi di bagian paling dalam tubuhmu semudah bermalas malasan, tapi yang pasti sih sekarang energi hitam itu sudah bertambah besar."
"Setitik energi hitam tak bisa menghentikanku untuk balas dendam saat tenaga dalamku sudah cukup nanti aku akan segera memusnahkannya bersamaan saat aku mengusirmu dari tubuhku."
"Berbicara seolah olah kaulah yang terkuat padahal kembali ke gubuk gurunya saja tidak bisa."
"Siapa yang ti....eh apa maksudmu."
"Dasar anak pikun kau lupa kalau kita tak bisa masuk dari luar jika tak menguasai segel air itu jika bukan Jagalang sendiri yang mau keluar mungkin kita tak akan pernah bisa masuk ke sana lagi." Naga Bintang tersenyum licik. Dia yakin Walangka akan segera panik setelah mendengar ucapannya itu.
"Hah tenang saja guru pasti tidak akan membiarkanku di luar terlalu lama dia pasti akan keluar mencariku." Ucap Walangka santai.
"Eeeh." Naga Bintang menatap anak yang telah dipilihnya itu bingung." Bukankah dia tadi sangat kesal dengan gurunya itu mengapa sekarang jadi sangat memercayainya benar benar anak aneh."
Β
Hei para pembaca terimakasih telah bersedia mengikuti novel ini sampai sini. Tentang judul chapter ini ya maksudnya diusir secara halus yan tanpa sadar oke. Saya ucapkan terimakasih dan maaf yang sebesar besarnya karena lamanya novel ini update. Petualangan Walangka masih ingin saya lanjutkan tapi saya terpaksa untuk hiatus selama ya..............tak bisa diperkirakan tapi tak akan lebih dari sebulan.
Pertama saya ucapkan maaf sebesar besarnya, novel ini masih banyak kekurangan dan juga sepertinya gaya novel ini sedikit demi sedikit telah berubah dan membuat pembaca yang lain satu persatu meninggalkan novel ini jadi saya berniat untuk mempelajari kembali perubahan apakah itu.
Kedua, saya harus fokus belajar akhir akhir ini dan......
Ketiga saya berniat mempertimbangkan untuk mengganti web karena............
Ya sudah sekian dari saya sampai berjumpa lagi. omong omong setelah nanti lanjut lagi PNB akan masuk tahap yang.......... susah ngomongnya gimana, pokoknya kuncinya Setan Maut, Kuil, Guru Baru, dan yang mungkin akan paling mengejutkan kalian adalah ya tunggu saja, πππππ, dekat hmmmm mungkin itu petunjuknyaππππππππππππππππ o iya nanti kalau saya memutuskan untuk ganti web saya akan umumin sekaligus up bonus chapter ya. semoga kalian selalu dalam kondisi sehat dan sehat dan sehat dan sampai matipun tetap sehat. mohon berkomentar agar saya tahu saya harus melanjutkan novel ini atau tidak. dah
__ADS_1
KALIAN YANG TERBAIKπππ